Sukses

Curi Batu Bata Sebagai Suvenir dari Kamp Nazi, 2 Turis Hongaria Dibui 1 Tahun

Warsawa - Gara-gara nekat mencuri batu bata sebagai suvenir dari kamp konsentrasi Auschwitz, Polandia, dua turis Hongaria dipenjara. Tak hanya itu, mereka bahkan harus membayar denda jutaan rupiah karena tertangkap tangan berusaha mengambil bagian dari kamp konsentrasi Nazi di wilayah itu.

Seperti dikutip dari DW, Kamis (19/7/2018), dari keterangan polisi lokal, keduanya ditahan setelah para pengunjung lain memergoki mereka mengantongi beberapa batu bata dari reruntuhan krematorium Auschwitz ke dalam sebuah tas pada Senin 16 Juli.

"Pasangan itu mengatakan mereka ingin membawa pulang suvenir," kata polisi.

Polisi yang menerima laporan kemudian langsung menuju lokasi.

"Lelaki dan perempuan itu dituntut karena pencurian aset budaya. Keduanya mengaku bersalah," kata perwira polisi setempat Mateusz Drwal kepada kantor berita Polandia PAP.

Perempuan yang berusia 30 tahun dan lelaki 36 tahun itu masing-masing didenda sebesar €346 (sekitar Rp5,8 juta) dan dihukum percobaan penjara satu tahun.

"Mereka mengatakan ingin membawa pulang batu bata itu sebagai kenang-kenangan dan tidak menyadari konsekuensi dari tindakan mereka," kata Drwal.

Kamp Konsentrasi Terkenal

Auschwitz-Birkenau adalah salah satu dari beberapa kamp kematian yang dibangun dan dioperasikan oleh Nazi Jerman ketika menduduki Polandia pada Perang Dunia Dua.

Diperkirakan satu juta orang yahudi dibantai di kamp ini oleh Nazi selama tahun 1940 hingga 1945. Lebih dari 100.000 orang dari etnis bukan yahudi pun ikut dibantai, seperti tawanan perang Soviet, orang-orang Polandia dan orang yang tidak mendukung rezim ini.

Tempat ini dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh Unesco tahun 1979. Segala sesuatu yang berada dalam lingkungan tempat itu dilindungi.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Setengah Wilayah Jerman Digunakan untuk Lahan Pertanian
Artikel Selanjutnya
Dianggap Keliru Soal Kamp Nazi, Netflix Dikirimi 'Surat Cinta' oleh PM Polandia