Sukses

Ambisi Donald Trump, AS Bakal Bentuk Pasukan Antariksa

Liputan6.com, California - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia ingin membentuk Pasukan Antariksa, sama seperti pasukan angkatan darat, laut, dan udara.

"Antariksa merupakan wilayah perang, sama seperti tanah, udara, dan laut," ujar Trump dalam perkumpulan personel militer di Miramar Marine Corps Air Station, San Diego, California, seperti dikutip dari News.com.au, Rabu (14/3/2018).

"Dan pasukan kita akan menjadi hal vital untuk memastikan bahwa Amerika memimpin jalan menuju bintang," imbuh Trump.

Dalam melihat antariksa melalui lensa keamanan nasional, Trump kembali menyebut untuk memperkuat eksplorasi ruang angkasa Amerika. Tahun lalu, ia menandatangani sebuah arahan yang berusaha menghidupkan kembali program antariksa negara itu.

Dimuat The Independent, upaya mencapai Mars juga menjadi salah satu fokus Trump. Saat menandatangani arahan kebijakan angkasa luar, ia berbicara tentang membangun sebuah yayasan untuk mewujudkan misi ke Mars dan tempat lain di antariksa.

Pernyataan Trump tentang Pasukan Antariksa itu disampaikan tak lama setelah Jenderal AS berbicara soal kemungkinan adanya perang antariksa dalam beberapa tahun ke depan.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 3 halaman

Momen AS untuk Fokus pada Superioritas Antariksa

"Saya meyakini bahwa kita akan bertarung dari antariksa dalam hitungan tahun," ujar Kepala Staf Angkatan Udara, Jenderal David Goldfein.

Dalam simposium Asosiasi Angkatan Udara AS di Florida pada Februari lalu, Goldfein mengatakan bahwa ini merupakan waktu untuk berfokus pada superioritas antariksa.

"Kita harus membentuk gabungan, kekuatan pasukan antariksa dan pasukan cerdas antariksa," ujar Goldfein.

Pada Juni 2017, Kongres menyarankan ide soal dibentuknya Korps Antariksa sebagai cabang keenam militer. Korps tersebut akan menjadi unit terpisah dari Angkatan Udara, seperti marinir pada Angkatan Laut.

 

2 dari 3 halaman

Persaingan di Bidang Antariksa

Industri di bidang antariksa telah bergeser dari tangan badan nasional seperti NASA dan Roscosmos (Rusia). Sejumlah pebisnis besar, seperti Elon Musk (SpaceX), juga berpengaruh besar.

Peluncuran satelit yang makin murah dan mudah dikontrol, membuat makin banyak negara yang mengambil keuntungan dari sana.

"Karena kita tak memiliki ancaman yang cukup di Bumi, kita butuh melihat ke surga -- ancaman di antariksa," ujar direktur intelijen nasional, Daniel Coats, kepada Senate Intelligence Committee.

"Seluruh aktor akan memiliki peningkatan akses terhadap layanan informasi antariksa, seperti citra, cuaca, komunikasi, dan pelacakan, navigasi, dan waktu untuk keperluan intelijen, militer, ilmiah, atau bisnis," imbuh dia.

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Imbas Kekhawatiran Aksi Proteksi Dagang AS
Artikel Selanjutnya
Tanpa Kata Putus, Ini Alasan Donald Trump Pecat Menlu Rex Tillerson