Sukses

Waspada, Ini 3 Bukti Powerbank Bisa Membahayakan Pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, masyarakat dunia dihebohkan dengan pemberitaan seputar meledaknya sebuah powerbank di pesawat China Southern Airlines.

Perangkat pengisi daya baterai itu rupanya disimpan dalam tas dan diletakkan di kabin, saat pesawat terbang dari Shanghai ke Guangzhou.

Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan, haruskah ada pelarangan penumpang yang membawa powerbank saat menggunakan pesawat?

Patrick Smith, pengelola situs Ask The Pilot dan juga seorang pakar penerbangan mengatakan, benda atau barang bawaan dari penumpang adalah masalah besar bagi keselamatan apabila petugas tak berhati-hati saat memilahnya.

Sebenarnya, powerbank bisa diletakkan di dalam bagasi pesawat untuk menghindari ledakan di kabin. Tetapi membawa powerbank dan meletakkannya di dalam bagasi pesawat tak menjamin keamanan.

"Saya khawatir, benda yang terbakar di dalam bagasi dapat menyebabkan kebakaran parah," ujar Smith.

"Jika kebakaran terjadi di dalam bagasi, awak kabin tak dapat melakukan deteksi dan mengetahui seberapa cepat penyebarannya," tambah Smith.

Smith mengatakan, kargo memiliki sistem pemadam kebakaran. Namun, sistem ini tak selalu efektif terhadap jenis-jenis kebakaran.

Ada serangkaian ledakan di dalam pesawat yang disebabkan oleh powerbank. Kebakaran ini menimbulkan kepanikan dan membuat seisi pesawat khawatir akan keselamatan mereka.

Berikut tiga di antaranya yang Liputan6.com rangkum pada Senin (12/3/2018):

1. Ledakan di powerbank Milik Turis Inggris.

Kejadian ledakan powerbank yang dibawa oleh pelancong pernah terjadi pada Juli 2017.

Kala itu seorang turis asal Inggris ditangkap oleh pihak otoritas bandara di Istanbul Turki karena benda bawaannya meledak di dalam pesawat.

Rupanya, benda yang menyebabkan kebakaran di pesawat itu adalah powerbank kepunyaannya.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

1 dari 3 halaman

2. Powerbank Meledak dan Terbakar di Pesawat Rusia

Peristiwa menegangkan terjadi di dalam sebuah pesawat setelah sebuah powerbank tiba-tiba meledak dan terbakar. Hal tersebut terjadi sesaat setelah pesawat Aeroflot yang terbang dari Moskow, Rusia mendarat di Volgograd pada awal Februari lalu.

Sebuah video memperlihatkan sejumlah penumpang terlihat tenang sambil mengelilingi kursi yang terbakar. Namun menurut laporan lain, terdapat beberapa penumpang yang panik.

Evakuasi pun segera dilakukan tak lama setelah powerbank meledak dan terbakar. Seorang awak kabin menggunakan pemadam api dan sebotol air untuk memadamkan kursi pesawat yang terbakar.

"Kami telah berdiri di lorong pesawat, dan sebuah powerbank tiba-tiba mengeluarkan asap dan terbakar," ujar seorang penumpang pesawat seperti dikutip dari Independent.

"Api berhasil dipadamkan kurang dari satu menit," imbuh dia.

Meski api dapat dipadamkan dengan segera, menurut keterangan saksi mata, beberapa penumpang yang panik menggunakan perosotan darurat untuk keluar dari pesawat Airbus A320 tersebut.

Sejumlah sumber mengatakan, tidak ada orang yang terluka dalam peristiwa tersebut.

2 dari 3 halaman

3. Powerbank Terbakar di Kabin Pesawat China

Sebuah pengisi baterai portabel atau powerbank terbakar dalam kompartemen kabin di pesawat China Southern Airlines. Insiden pada Minggu 25 Februari waktu setempat itu terjadi saat penumpang tengah naik di Bandara Internasional Guangzhou Baiyun.

Peristiwa tersebut menyebabkan penundaan terbang selama tiga jam pada penerbangan CZ3539. Pesawat tersebut seharusnya dijadwalkan berangkat ke Bandara Internasional Hongqiao Shanghai dengan jarak tempuh sekitar tengah hari.

China Southern Airlines mengatakan di situs microblogging Weibo bahwa tas di kabin penumpang mengeluarkan asap dan api selama proses boarding.

"Namun kebakaran tersebut dengan cepat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran bandara dan petugas keamanan," kata pihak maskapai China Southern Airlines seperti dikutip dari Asia One.

Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut dan pesawat Boeing 777-300ER hanya mengalami kerusakan kecil pada kabinnya. Penumpang kemudian memakai penerbangan pengganti.

Penyelidikan awal mengungkap bahwa kebakaran itu disebabkan oleh powerbank, yang saat itu tidak digunakan. Pemilik tas di kabin tersebut kemudian diselidiki lebih lanjut.

Artikel Selanjutnya
Pesawat Celaka di Landasan Bandara Kathmandu, 39 Orang Tewas
Artikel Selanjutnya
Penjelasan Kemenhub soal Ketentuan Bawa Powerbank di Pesawat