Sukses

Asteroid Merah 'Si Pembawa Pesan' Diduga Miliki Teknologi Alien

Liputan6.com, Charleston - Pada Oktober lalu sebuah asteroid alien yang berbentuk seperti cerutu telah memasuki sistem tata surya kita, setelah ratusan juta tahun berpetualang di alam semesta.

Asteroid dengan panjang 400 meter berwarna merah gelap itu bernama Oumuamua. Dalam bahasa Hawaii, asteroid itu memiliki arti "pembawa pesan".

Oumuamua pertama kali diamati oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawaii. Ia diyakini merupakan batuan angkasa luar pertama dari luar tata surya yang pernah diamati oleh para astronom.

Astronom dijadwalkan akan menggunakan salah satu teleskop terbesar di dunia untuk memeriksa benda alien atau asing yang hingga kini masih berselimut misteri itu.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (12/12/2017), teleskop Green Bank di West Viriginia akan mendengarkan kemungkinan adanya sinyal radio yang dipancarkan dari Oumuamua.

Ilmuwan di proyek Breakthorugh Listen, yang mencari bukti peradaban alien, mengatakan bahwa tahap pertama pengamatan diperkirakan berlangsung selama 10 jam dan akan disesuaikan dengan empat pita transmisi radio berbeda.

"Kemungkinan besar sinyal itu berasal secara alami, namun karena sangat aneh, kami ingin memeriksa apakah ada tanda-tanda buatan, seperti emisi radio," ujar profesor astronomi di Harvard Univeristy dan seorang pejabat proyek Breakthorugh Listen.

"Jika kita mendeteksi sinyal buatan, kita akan segera tahu," imbuh dia.

 

1 dari 2 halaman

Mencari Kehidupan Alien

Keberadaan Oumuamua pertama kali dideteksi saat jaraknya 85 kali jarak Bumi ke Bulan. Saat ini asteroid itu berjarak dua kali jarak Bumi ke Matahari.

Meski demikian, teleskop Green Bank masih dapat mendeteksi transmisi lemah, yang setara dengan apa yang dihasilkan ponsel. Loeb mengatakan, meski ia tak mengharapkan pengamatan itu akan mendeteksi transmisi alien, tak ada salahnya untuk meneliti.

"Kemungkinan kami akan mendengar sesuatu sangat kecil, tapi jika mendengarnya, kami akan melaporkannya segera dan mencoba untuk mengartikannya," ujar Loeb.

"Sebaiknya kita memeriksa dan mencari keberadaan sinyal. Bahkan, jika kita menemukan sebuah artefak yang tersisa dan tak ada tanda-tanda kehidupan, itu akan menjadi hal terbesar yang dapat saya bayangkan dalam hidup."

"Ini benar-benar menjadi salah satu pertanyaan mendasar dalam sains, mungkin yang paling mendasar: apakah kita sendirian?" imbuh dia.

Jika teleskop tersebut gagal menangkap sinyal dari Oumuamua, pengamat diharapkan dapat membantu ilmuwan dalam memahami badan asteroid itu.

Pasalnya, sinyal lain yang terdeteksi oleh teleskop Green Bank dapat menjelaskan apakah objek tersebut diselimuti gas layaknya komet, dan mengungkap apakah benda itu membawa air dan es saat menjelajah tata surya.