Sukses

Mesir Tetapkan 3 Hari Masa Berkabung Nasional Usai Serangan Bom

Liputan6.com, Kairo - Pada sebuah pidato singkat yang disiarkan lewat saluran televisi, Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari untuk menghormati korban serangan teror bom di Masjid Al Rawdah, di Provinsi Sinai, Mesir.

"Pemerintah Mesir menetapkan masa berkabung nasional semalam tiga hari. Saat ini Mesir dan dunia internasional tengah menghadapi kebrutalan aksi terorisme," ujar Presiden Al-Sisi, seperti dikutip dari laman CNN, Sabtu (25/11/2017).

Jumlah korban tewas teror bom dan serangan bersenjata yang terjadi di Masjid Al Rawdah, Sinai Utara, dilaporkan telah mencapai 235 orang.

Serangan bom ini sendiri terjadi saat umat muslim Mesir tengah menjalankan ibadah salat Jumat pada 24 November 2017.

"Kami akan menindak aksi kebrutalan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. Serangan teroris ini akan memperkuat tekad, ketegaran, dan kemauan kami untuk berdiri bersama melawan terorisme," ujar Presiden Al-Sisi.

Belum ada kelompok yang mengklaim atas serangan yang menewaskan ratusan nyawa tersebut.

Pasukan keamanan Mesir sendiri telah memerangi kelompok radikal dan militan yang berafiliasi dengan ISIS di Semenanjung Sinai.

2 dari 2 halaman

Indonesia Kutuk Serangan Teror di Masjid Mesir

Atas nama pemerintah Indonesia, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi mengutuk serangan bom bunuh diri di Masjid Al Rawdah di Kota Arish, Sinai Utara, yang menewaskan 184 orang. Tak hanya korban meninggal, sedikitnya 120 lainnya mengalami luka-luka.

Menanggapi insiden berdarah ini, Dubes Helmy menyampaikan duka yang sangat mendalam atas jatuhnya korban jiwa seraya mendoakan yang lain segera pulih. Demikian rilis resmi KBRI Kairo yang diterima Liputan6.com.

Atas nama rakyat Indonesia, Duta Besar RI menyampaikan pemerintah dan rakyat Indonesia berdiri bersama dengan Mesir dalam peristiwa tragis ini untuk perang melawan terorisme dan radikalisme.

Bom yang diketahui berjenis Improvised Explosive Device (IED) itu dilancarkan oleh kelompok teroris yang tidak dikenal. Bom itu meledak di samping Masjid Al Rawdah pada saat umat Muslim tengah menjalankan ibadah salat Jumat.

Kelompok teroris juga diketahui menembaki para jemaah pascaledakan.