Sukses

Desainer Indonesia Jonathan Rachman Melambung di San Francisco

Liputan6.com, San Francisco - Seorang desainer asal Indonesia, Jonathan Rachman, merancang berbagai tas kulit dan motif tekstil yang kemudian ia jual di galerinya di San Francisco. Dalam galerinya yang bernama J.Rachman, ia juga menawarkan jasa interior desain.

"Galeri ini adalah buah cinta saya terhadap desain. Saya ingin menjadi duta bagi keluarga dan negara saya di San Francisco dan di Amerika, dan itu kenapa saya pilih nama terakhir saya, Rachman, yang artinya rahmat," jelas Rachman seperti dilansir oleh VOA Indonesia yang Liputan6.com kutip Senin (26/12/2016).

Pria yang lahir dan besar di Indonesia itu, sempat menuntut ilmu dan hidup di Swiss serta Paris, sebelum akhirnya pindah ke Amerika. Jonathan pun pernah bekerja di berbagai perusahaan, namun tahun 2002 ia pindah ke San Francisco dan membuka toko bunga.

"Waktu saya buka toko bunga ini, saya tidak punya pengalaman. Saya bangun jam 02.00 atau 03.00 di pagi hari, kerja enam sampai tujuh hari setiap minggunya dan baru sampai rumah sekitar jam 6 atau 7 malam. Memang berat, tapi saya merasa sangat senang punya bisnis sendiri," ujarnya.

Berawal dari ketertarikan nama-nama besar atas rangkaian bunganya, sejumlah permintaan mendesain acara khusus dan merancang interior ruangan turut digarap Jonathan Rachman.

Sebagai desainer, Jonathan kerap mengangkat kisah di balik sebuah obyek sebagai bagian dari tema desainnya.

"The Sisters Collection" adalah salah satu koleksi tekstil hasil rancangannya. Rancangannya "Priati" yang merupakan bagian dari "The Sisters Collection" terinspirasi dari motif Jawa dan Bali.

"Saya memilih menggunakan nama kakak saya, Priati, untuk motif ini," ujar Jonathan.

Kesuksesan Jonathan Rachman menjadi salah satu desainer interior terkemuka di San Francisco tak lepas dari sikap kerja yang dimilikinya. Seorang desainer senior di galerinya, Amy Kelly, mengakui bahwa Jonathan sangat mencurahkan perhatiannya pada apapun yang ia kerjakan.

"Jonathan juga tidak basa-basi, mudah diajak bekerja sama, karena memang jelas apa yang ia inginkan," ujar Kelly.

"Kita harus punya passion dalam mengerjakan sesuatu. Selain itu kita juga harus punya compassion, dan pengetahuan," kata Jonathan Rachman tentang kunci kesuksesannya.