Kemlu: Upaya Terbaik Dikerahkan Demi Bebaskan Sandera Abu Sayyaf

Juru Bicara Kemlu Arrmanantha Nasir angkat bicara terkait kondisi WNI yang diduga ditawan oleh Abu Sayyaf.

Diterbitkan 08 April 2016, 20:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arrmanantha Nasir angkat bicara terkait kondisi WNI yang diduga ditawan oleh Abu Sayyaf. Setidaknya ada 10 orang warga Indonesia yang disekap.

Pria yang kerap disapa Tata menyebut upaya penyelamatan para WNI terus berjalan. Pemerintah pun akan melakukan hal terbaik agar para sandera bisa lepas.

"Sedang berjalan dan upaya terbaik untuk WNI ya," jelas Tata di Kantor Kemlu, Jumat (9/3/2016).

"Kita selalu menyampaikan terukur, apabila ada perkembangan, kita selalu share ke publik, akan kita sampaikan," sambung dia.

Baca Juga

  • Sekte 'Kiamat' Jepang Memperluas Jaringannya ke Eropa
  • Video Wanita Diseret Pria di Lorong Hotel Bikin Warga China Murka
  • Tebak, Apa yang Salah dengan Desain Rumah Ini?

Tata menambahkan, komunikasi serta koordinasi antar pihak juga masih berlangsung. Tidak cuma di antara lembaga dalam negeri, hal itu juga dilakukan dengan Otoritas Filipina.

"Menlu kan sudah bilang komunikasi dan koordinasi terus dilakukan baik dengan pihak Filipina maupun tingkat nasional, baik dengan Menko Polhukam, maupun dengan Panglima TNI, BIN, dan semua otoritas di sini yang berkepentingan," jelas Tata.

Tata juga menegaskan, pemerintah akan terus fokus pada upaya penyelamatan WNI. Meski ada desas-desus, para penyandera memberikan deadline pembayaran.

"Kita tidak pernah ngomong deadline. Kita kan yang fokuskan terkait yang menyelamatkan. Kapan pun, di mana pun 10 WNI itu kita akan upayakan," pungkas Tata.

Â