Sukses

5 Fakta tentang Gerakan Bersih 4 Malaysia

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan pengunjuk rasa memenuhi ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, mulai Sabtu 29 Agustus 2015. Polis Diraja Malaysia menyebut tidak kurang dari 30.000 orang yang berdemonstrasi di seluruh negeri jiran itu.

Mereka menuntut Perdana Menteri Najib Razak mundur terkait skandal keuangan yang menimpanya.

Demonstran yang menamakan diri Bersih, menyerukan warga untuk turun ke jalan di Kuala Lumpur, Kinabalu, dan Kuching. Petugas keamanan pun berjaga ketat di seantero kota.

Polis Diraja Malaysia menyebut tidak kurang dari 30.000 orang yang berdemonstrasi di seluruh negeri jiran itu. Mereka menuntut agar Perdana Menteri Najib Razak mengundurkan diri.

The Wall Street Journal melaporkan ada dana sebanyak US$ 700 juta berkaitan dengan 1MDB, perusahaan penanam modal milik negara yang dirundung utang, telah dialihkan ke rekening pribadi Najib.

Namun, Najib membantah telah mengambil dana masyarakat tersebut untuk kepentingan pribadi.

Selain menuntut pengunduran diri, Antaranews mencatat ada 5 tuntutan lain yang disuarakan para demonstran. Kelima tuntutan tersebut yaitu pemilihan umum yang bebas dan adil, pemerintah yang transparan, hak untuk berdemonstrasi, diperkuatnya sistem parlementer, serta diselamatkan ekonomi nasional.

Lalu, apa itu Bersih? Berikut ini 5 hal tentang Bersih yang Liputan6.com lansir dari Straitstimes.com dan Bersih.org:

1 dari 6 halaman

Apa Itu Bersih?

Bersih merujuk pada Koalisi Bebas dan Adil. Ini adalah gerakan masyarakat sipil yang terdiri dari 84 organisasi nonpemerintah menyerukan reformasi menyeluruh dari proses pemilihan di Malaysia.

Gerakan ini dipimpin oleh Maria Chin Abdullah dari Pengembangan Perempuan Kolektif (WDC). Sebelum Maria, gerakan tersebut dipimpin mantan presiden Bar Council Datuk S Ambiga.

Bersih pertama kali diluncurkan pada 23 November 2006 sebagai gerakan partai-driven politik dengan anggota yang terdiri dari para pemimpin politik oposisi dan perwakilan dari masyarakat sipil.

Para pendemo itu berjalan di ibukota Malaysia dari kelompok Bersih yang menuntut PM Nazin Razak mundur. (Reuters)

Peluncuran dilakukan di lobi gedung Parlemen Malaysia. Acara ini dihadiri oleh para pemimpin partai politik, kelompok masyarakat sipil dan LSM, termasuk Presiden PKR Wan Azizah Wan Ismail, Wakil Presiden PKR Sivarasa Rasiah, Sekretaris Jenderal DAP Lim Guan Eng, Sekretaris Publisitas DAP Nasional dan MP untuk Seputeh Teresa Kok, Wakil Presiden PAS Nasharudin Mat Isa, Kepala PAS Pemuda Salahudin Ayub, Sekretaris Jenderal PSM S Arutchelvan, Malaysia Trade Union Congress Syed Shahir Syed Mohamud, Direktur Eksekutif WDC Maria Chin Abdullah dan Direktur Eksekutif SUARAM Yap Swee Seng.

Pada April 2010, gerakan itu bernama ulang Bersih 2.0 sebagai gerakan sepenuhnya non-partisan bebas dari pengaruh politik.

2 dari 6 halaman

Apa Tuntutannya?

Bersih memiliki delapan tuntutan. Tuntutan pertama adalah bersihkan daftar pemilih. Daftar pemilih yang belum diperbarui rawan penyimpangan, seperti orang meninggal yang masih ada dalam daftar. Ini untuk menghapus 'pemilih hantu'. Rakyat yang memiliki hak memilih merupakan refleksi akurat dari populasi pemilih. Dalam jangka panjang, Bersih 2.0 juga menyerukan Komisi Eropa untuk menerapkan sistem pendaftaran pemilih otomatis pada kelayakan untuk mengurangi penyimpangan.

Tuntutan kedua, reformasi pos pemungutan suara. Sistem pos suara saat ini harus direformasi untuk memastikan semua warga Malaysia mampu untuk menggunakan hak pilihnya. Pos suara tidak hanya harus terbuka untuk semua warga negara Malaysia yang tinggal di luar negeri, tetapi juga bagi mereka di dalam negeri tapi tidak bisa hadir secara fisik pada hari pemungutan suara.

Polisi, militer dan PNS juga berhak memiliki hak pilih seperti warga lain jika tidak bertugas pada hari pemungutan suara. Sistem pemungutan suara harus transparan. Agen-agen harus diizinkan untuk memantau seluruh proses pemungutan suara.

Ribuan orang kompak mengenakan busana berwarna kuning saat melakukan aksi menuntut Perdana Menteri Najib Razak untuk mengundurkan diri karena diduga melakukan korupsi, Malaysia, Sabtu (29/8/2015). (Reuters/ Athit Perawongmetha)

Mereka juga menuntut penggunaan tinta yang tidak terhapus dalam pemilihan umum sebagai tuntutan ketiga. Ini adalah solusi yang sederhana, terjangkau dan efektif dalam mencegah penipuan pemilih.

Keempat, masa kampanye minimal 21 hari. Ini untuk memungkinkan pemilih memiliki lebih banyak waktu guna mengumpulkan informasi dan membahas calon pilihan mereka.

Tuntutan kelima, mereka ingin pemerintah memberi akses gratis dan adil kepada media.

Selain itu, mereka menuntut pemerintah memperkuat lembaga publik, seperti Kejaksaan Agung. Lembaga-lembaga ini juga harus independen.

Ketujuh, Bersih menuntut pemberantasan korupsi yang serius. Dan terakhir, mereka menuntut agar para politikus menghentikan politik kotor.

3 dari 6 halaman

Apa yang Terjadi di Masa Lalu?

10 November 2007

Demonstrasi reli pertama oleh Bersih di Kuala Lumpur. Protes ini dipicu oleh tuduhan korupsi dan perbedaan dalam sistem pemilu Malaysia Barisan Nasional (BN).

Mulai saat itu, para pendukung reformasi didesak untuk memakai kaos kuning sebagai simbol protes. Panitia memperkirakan ada 30.000-40.000 orang dari berbagai ras dan semua lapisan masyarakat ikut ambil bagian dalam reli.

Protes itu dikreditkan untuk pergeseran lanskap politik di pemilihan umum Malaysia 2008. Ketika itu, BN gagal untuk mendapatkan suara mayoritas, dua per tiga untuk pertama kalinya sejak 1969.

9 Juli 2011

Reli kedua ini dikenal sebagai Aksi Jalan untuk Demokrasi. Aksi ini untuk memprotes dugaan kecurangan dan pelanggaran pemilu lainnya dalam pemilihan di Sarawak pada April 2011. Diperkirakan 50.000 orang ambil bagian dalam reli.

Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air dengan air kimia-laced ke demonstran untuk menghentikan pawai. Lebih dari 1.000 orang dilaporkan ditangkap.


Ribuan orang memadati jalan-jalan di Kuala lumpur dalam aksi aksi menuntut Perdana Menteri Najib Razak untuk mengundurkan diri karena diduga melakukan korupsi, Malaysia, Sabtu (29/8/2015). (Reuters/ Athit Perawongmetha)

28 April 2012

Pada awal April 2012, Komite Pilih Umum merilis sebuah laporan temuan pada reformasi pemilu dan disahkan di DPR tanpa perdebatan antara oposisi dan partai yang berkuasa. Namun, tidak ada tuntutan Bersih yang dipenuhi. Hal ini menyebabkan Bersih menyerukan unjuk rasa ketiga kalinya pada 28 April tahun itu.

Protes damai sebagai peserta berbaris dari berbagai lokasi menuju Dataran Merdeka. Tapi bentrokan pecah ketika beberapa demonstran menerobos barikade polisi. Kala itu, polisi antihuru-hara merespons dengan meriam air kimia-laced dan gas air mata. Ratusan pengunjuk rasa ditangkap.

Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dan 5 orang lainnya didakwa dengan berpartisipasi dalam protes jalanan, tetapi pengadilan memvonis bebas mereka.

4 dari 6 halaman

Apa Bersih 4.0?

Bersih 4.0 adalah reli keempat yang berlangsung selama 29-30 Agustus 2015 di 3 kota. Reli ini untuk mendorong pengunduran diri Perdana Menteri Najib Razak serta reformasi kelembagaan untuk mencegah korupsi.

Reli itu muncul di tengah tudingan The Wall Street Journal, ada dana sebesar US $ 700 juta (S $ 981.000.000) yang disetorkan ke rekening pribadi Najib. Dia juga diduga salah urus utang badan investor negara 1MDB. Dana itu diduga disetorkan ke rekeningnya sebelum Pemilu Nasional 2013.

Namun, Najib telah membantahnya.

Panitia mengatakan protes akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Kuching dan Kota Kinabalu dari 02:00 pada 29 Agustus sampai tengah malam 30 Agustus.

Ribuan orang kompak mengenakan busana berwarna kuning saat melakukan aksi menuntut Perdana Menteri Najib Razak untuk mengundurkan diri karena diduga melakukan korupsi, Malaysia, Sabtu (29/8/2015). (Reuters/ Athit Perawongmetha)

Polis Diraja Malaysia menyebut tidak kurang dari 30.000 orang yang berdemonstrasi di seluruh negeri jiran itu. Sebanyak 25.000 orang di antaranya berunjuk rasa di Kuala Lumpur.

Polisi Malaysia telah meningkatkan pengamanan di Ibu Kota Malaysia tersebut. "Satu tindakan bodoh dapat membuat kekacauan," kata Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar, seperti yang Liputan6.com kutip dari Skynews.com, Minggu (30/8/2015).

5 dari 6 halaman

Apa Kata Polisi?

Polisi Malaysia telah menyatakan Bersih 4.0 adalah gerakan ilegal. Polisi mengancam akan menindak para penyelenggara demonstrasi kelompok 'kuning' Malaysia. Ini hukum berdasarkan Undang-Undang Majelis Damai. Terlebih, pihak berwenang telah menolak permohonan izin penyelenggara protes.

Kepala polisi Kuala Lumpur Tajuddin Md Isa mengatakan, berdasarkan Pasal 9 Undang-Undang Majelis Damai 2012, penyelenggara demonstrasi harus mendapatkan izin dari pemilik tempat.

"Kami akan mengambil tindakan tegas (terhadap peserta reli) berdasarkan ketentuan hukum yang ada. Kami memiliki undang-undang, sehingga menghormati hukum," kata Tajuddin pada konferensi pers bersama dengan Walikota Kuala Lumpur M Amin Nordin.

Ribuan orang menyemut di dekat Chinatown di ibukota Malaysia Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (29/8/2015). Mereka menuntut Perdana Menteri Najib Razak untuk mengundurkan diri karena diduga melakukan korupsi. (Reuters/ Athit Perawongmetha)

Antara menyebut pemerintah Malaysia juga telah melarang rakyat mengenakan pakaian berwarna kuning yang berisi tulisan "Bersih 4" --nama demonstrasi tersebut--. Semua jejaring yang menyiarkan laporan yang dinilai bisa merusak keamanan dan ketenangan masyarakat pun akan dipantau oleh pihak berwenang.

Tidak hanya di Malaysia, di Indonesia, sekitar 200 warga negeri Jiran itu juga menggelar unjuk rasa serupa. Mereka menuntut PM Najib mundur karena tergugah melihat situasi politik di negara asalnya yang dinilai sarat korupsi dan otoriterisme. Mereka berorasi dan menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku. (Bob/Ans)