Sukses

Stroke Berkursi Roda, Presiden Aljazair Raih Masa Jabatan Keempat

Liputan6.com, Algiers- Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika meraih masa jabatan keempatnya setelah dinyatakan menang pemilihan umum (pemilu). Pemimpin negara berusia 77 tahun itu mengalahkan capres dari oposisi.

"Abdelaziz Bouteflika kembali menetap di kantor presiden atas perolehan suara 81%," demikian pengumuman Kementerian Dalam Negeri, seperti dimuat BBC, Sabtu (19/4/2014).

Sejak pemilihah dimulai, sejumlah pihak menentang pencapresan Abdelaziz Bouteflika lantaran kondisinya yang sudah tidak mumpuni untuk menjadi pemimpin negara. Abdelaziz tengah menderita stroke. Sehari-hari, ia memakai kursi roda.

Selain itu, beberapa pihak menilai tak akan ada perubahan di Aljazair apabila Abdelaziz kembali memerintah.

Saat memberikan hak suaranya di tempat pemungutan suara,  Abdelaziz memakai baju lapis penuh dan kursi roda. Belakangan ini, sang presiden tak terlihat di hadapan publik karena sakit.

Meski demikian, kondisi tersebut tak membuat suara rakyat menurun. Ia dinyatakan menang pemilu.

Huru-hara

Pemilu Aljazair tak berjalan mulus. Terjadi bentrokan yang dipicu oleh pihak pengacau pemilu. Mereka ingin memboikot pemilu karena pencapresan sang incumbent, Abdelaziz Bouteflika. Mereka melancarkan protes "Barakat" - artinya cukup.

Bentrokan wilayah bergolak di Kabylie, Aljazair, antara pasukan keamanan dan pemuda penentang pemilihan presiden, pada Kamis 17 April lalu, menyebabkan sekitar 70 orang terluka.

Kelompok-kelompok pemuda secara terpisah berusaha mengganggu pemungutan suara di wilayah Bouira, tenggara Aljiers, menggeledah tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di tiga lokasi setelah dibuka pada pukul 07.00 waktu setempat.

Polisi antihuru-hara pun datang, kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Koalisi Islam dan partai oposisi sebelumnya juga menyerukan boikot. Menyatakan pemilu tak wajar karena kondisi kesehatan Abdelaziz Bouteflika.

Sementara 3 capres yang sebelumnya sudah mendeklarasikan ikut pemilu, memutuskan untuk mundur dari pertarungan setelah Abdelaziz menyatakan pencapresannya.

Bagi 3 capres itu, mereka tak akan menang. Sebab apabila Abdelaziz kembali menjadi capres, sudah pasti ia yang akan menang.