Penyidik Kasus Munir Diminta Memeriksa Direksi Garuda

Penyidik kasus terbunuhnya aktivis hak asasi manusia Munir diminta segera memeriksa direksi PT Garuda. Tim Pencari Fakta Munir curiga dengan direksi Garuda karena memberikan keterangan yang tak konsisten.

Diterbitkan 06 Maret 2005, 09:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Tim Pencari Fakta (TPF) Munir meminta penyidik segera memeriksa direksi Garuda berkaitan dengan kejanggalan dalam surat tugas yang diberikan kepada Kapten Pollycarpus Budihari Priyanto. Desakan itu diungkapkan Ketua Tim TPF Brigadir Jenderal Polisi Marsudi Hanafi di Jakarta, Sabtu (5/3).

TPF juga untuk kedua kalinya mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melaporkan temuan terbaru dari TPF. Dalam surat terbaru, TPF Munir juga melampirkan data temuan mereka ke penyidik.

Hasil temuan yang dilampirkan di antaranya hasil pertemuan dengan direksi Garuda di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu terungkap, Direktur Operasional Rudi Hardono ternyata tidak memberi surat tugas kepada Pollycarpus. Keterangan ini berbeda dengan keterangan Pollycarpus dan Vice President Corporate Security Garuda Ramelgia Anwar [baca: Direksi Garuda Mengaku Tak Menugaskan Pollycarpus].

Direktur Eksekutif Imparsial yang juga anggota TPF Munir Rachland Nashidik menyayangkan sikap Dirut Garuda Indra Setiawan yang dinilai terlalu melindungi Pollycarpus, orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus kematian Munir. Selain itu, kecurigaan timbul karena pihak Garuda memberikan keterangan tidak konsisten kepada TPF Munir.

Rachland mencontohkan, pada awal penyidikan, sikap Indra Setiawan terkesan berusaha menutupi fakta di seputar Polyycarpus. Keberadaan Pollycarpus di dalam pesawat bertindak sebagai petugas keselamatan penerbangan atau aviation safety. Pada peristiwa kematian Munir, Pollycarpus berada satu pesawat dengan almarhum dan bertindak sebagai petugas nonaktif atau nonactive crew. Disebutkan, Pollycarpus membawa surat untuk masuk dalam pesawat.

Belakangan, tim menemukan bukti, Pollycarpus tidak membawa surat penugasan untuk masuk dalam pesawat sebagai petugas nonaktif. Selanjutnya diketahui, surat itu dibuat setelah Munir terbunuh
[baca: Direksi Garuda Dipanggil Tim Pencari Fakta ].

Indra Setiawan juga diindikasikan memberikan kesaksian yang berubah-ubah. Pertama, ia menyatakan dirinya sama sekali tidak kenal secara dekat dengan Pollycarpus. Namun, belakangan ia mengatakan sangat mengenal. Indikasi awal inilah yang menuntun tim mempertanyakan lebih lanjut mengenai keterangan seputar Pollycarpus.

Dalam rapat tertutup gabungan DPR, Indra Setiawan membantah temuan TPF Munir yang menyebut keterlibatan direksi dalam kematian aktivis Munir. Menurut Indra, tidak pernah terbesit dalam pikirannya untuk membunuh Munir.

Saat ini, TPF Munir juga sedang meneliti keterangan sejumlah aktivis HAM yang menyatakan pernah ditawari Pollycarpus untuk mendapatkan tiket Garuda dengan berbagai tujuan. Padahal, setelah meminta konfirmasi kepada Garuda penawaran tiket semacam itu tidak diperbolehkan.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6