Direksi Garuda Mengaku Tak Menugaskan Pollycarpus

Direktur Operasional PT Garuda Rudy A. Hardono ternyata tidak memberikan surat tugas kepada Kapten Pollycarpus. Tim Pencari Fakta Kasus Munir meminta penyidik memeriksa direksi Garuda.

Diterbitkan 02 Maret 2005, 09:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Direktur Operasional PT Garuda Rudy A. Hardono ternyata tidak memberikan surat tugas kepada Kapten Pollycarpus. Selama ini Poli mengaku kepada penyidik mendapatkan surat tugas dari Garuda. Hal ini terungkap dalam pertemuan direksi Garuda dengan Tim Pencari Fakta Kasus Munir (TPFKM) di Markas Besar Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin awal pekan ini.

Menurut Ketua TPFKM Brigadir Jenderal Polisi Marsudi Hanafi di Jakarta, Selasa (1/3), keterangan Poly juga berbeda dengan pengakuan Ramelgia Anwar, Vice Presiden Corporate Security Garuda. Karena itulah, Marsudi mengatakan TPFKM meminta penyidik memeriksa Direksi Garuda. Marsudi juga mengaku telah melaporkan hasil temuan TPFKM termasuk keterangan direksi Garuda kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ini adalah laporan kedua TPFKM kepada Presiden.

Nama Pollycarpus mulai muncul seiring penyelidikan kematian Munir. Dia diduga kuat orang yang mengajak Munir pindah ke kursi 3 K di kelas bisnis pada hari kematian tokoh hak asasi manusia itu. Sebelumnya, Munir terdaftar sebagai penumpang di kelas ekonomi dengan nomor tempat duduk 40 G dalam pesawat Garuda GA-974 tujuan Jakarta-Amsterdam.

Polly mengaku memindahkan Munir karena mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan itu mengaku takut ketinggian atau acrophobia. Suciwati, istri Munir menegaskan suaminya tak takut ketinggian. Dia juga mengungkapkan Polly beberapa kali menanyakan keberangkatan Munir ke Belanda [baca: Pollycarpus Merasa Sedang Dikorbankan].(AWD/Nina Bahri dan Daeng Tanto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6