Liputan6.com, Jakarta: "Saya dipukuli pakai kabel, dijedotin> ke tembok, dan dilempari sepatu," kata Casingkem binti Aspin. Paspor bercap Indonesia milik Casingkem-lah yang menyelamatkan dirinya dari penganiayaan para penyandera. Ia dan Istiqomah binti Misnad lantas diminta mengaji. Selanjutnya, kedua tenaga kerja Indonesia yang disandera kelompok bersenjata di Irak itu tak lagi dianiaya. "Saya sudah bayangin mati di sini [Irak]," lanjut Casingkem yang kini berada di Rumah Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Faisal Bafadal di Abu Dhabi, saat bertelewicara dengan reporter SCTV Bayu Sutiyono, Rabu (6/10) petang.
Casingkem dan Istiqomah kini memang telah aman. Keduanya dibebaskan pada Senin silam. Menurut Casingkem, sebelum diculik, ia sempat menginap selama dua hari di kantor agen pengerah tenaga kerja PT Sabrina Paramitha di Yordania. Selain bersama Istiqomah yang selama ini diketahui bernama Rosidah binti Amuh, masih ada enam TKI lain. "Tujuan awal saya memang Yordania," kata Casingkem.
Pada malam kedua, Casingkem dan Istiqomah dibawa seorang lelaki berjenggot tebal asal Yordania. "Saya nginap di rumah orang bewok [berjenggot tebal] itu," kata dia. Anehnya, tak seorang pun dari agen mendampingi wanita bertubuh kecil itu. Besoknya sekitar pukul 03.00 waktu setempat, lelaki itu membawa pergi Casingkem dan Istiqomah dengan mobil. Karena kesulitan berkomunikasi, keduanya mengaku tidak mengerti hendak dibawa ke mana.
Pukul 10.00 pagi mereka dipindahkan ke mobil lain di sebuah tempat yang daerahnya juga tak dikenal. Di samping mobil yang ditumpangi Casingkem dan Istiqomah, masih ada tiga mobil lain berisi delapan laki-laki berkewarganegaraan asing. "Yang nganterin saya pulang lagi," kata dia. Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, rombongan dihadang sejumlah orang Irak dan diberondong tembakan. Tak ada penumpang yang terluka dalam kejadian itu.
Seluruh penumpang mobil kemudian dibawa ke sebuah tempat yang cukup jauh. Para penyandera lantas memukuli mereka. Meski sempat juga merasakan pukulan, Casingkem dan Istiqomah kemudian dibiarkan karena paspor mereka diketahui bercap Indonesia. Kedua TKI itu dipisahkan dari sandera lelaki dan mendapat perlakuan baik. Mereka juga boleh buang air atau mandi meski dengan pengawalan ketat.
Kelompok gerilyawan Irak baru membebaskan Casingkem dan Istiqomah setelah disekap lima hari [baca: TKI Dibebaskan dalam Kondisi Sehat ]. Casingkem mengaku tidak tahu siapa yang melepaskan mereka. Kini, keduanya berada di Kantor Kedubes Indonesia untuk UEA. Mereka akan pulang ke Indonesia pada malam ini sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Casingkem yang berdomisili di Desa Bongas Rukun Tetangga 09/Rukun Warga 04, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengaku mengantongi paspor asli. Padahal selama ini, ia disebut-sebut bernama Rafikan bin Nasim Nawawi. Sementara Istiqomah mengakui telah menggunakan paspor dengan nama Rosidah binti Tohir. Penggantian nama pada paspor itu atas usulan Riyana, salah seorang pimpinan PT Sabrina Paramitha. Alasannya, Rosidah yang asli batal berangkat karena tidak ada kabar berita. Padahal visa Rosidah sudah selesai.
Ketika diwawancarai SCTV, Istiqomah juga mengaku semula ragu-ragu berangkat dengan cara seperti usulan Riyana. Belakangan ia jadi pergi setelah memastikan foto pada paspornya memang mirip dengan Rosidah. Hal ini membuktikan buruknya pengawasan bisnis pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Sejumlah sumber SCTV mengatakan, penggantian identitas TKI adalah lumrah dalam bisnis pengiriman pekerja.(KEN)
Casingkem dan Istiqomah kini memang telah aman. Keduanya dibebaskan pada Senin silam. Menurut Casingkem, sebelum diculik, ia sempat menginap selama dua hari di kantor agen pengerah tenaga kerja PT Sabrina Paramitha di Yordania. Selain bersama Istiqomah yang selama ini diketahui bernama Rosidah binti Amuh, masih ada enam TKI lain. "Tujuan awal saya memang Yordania," kata Casingkem.
Pada malam kedua, Casingkem dan Istiqomah dibawa seorang lelaki berjenggot tebal asal Yordania. "Saya nginap di rumah orang bewok [berjenggot tebal] itu," kata dia. Anehnya, tak seorang pun dari agen mendampingi wanita bertubuh kecil itu. Besoknya sekitar pukul 03.00 waktu setempat, lelaki itu membawa pergi Casingkem dan Istiqomah dengan mobil. Karena kesulitan berkomunikasi, keduanya mengaku tidak mengerti hendak dibawa ke mana.
Pukul 10.00 pagi mereka dipindahkan ke mobil lain di sebuah tempat yang daerahnya juga tak dikenal. Di samping mobil yang ditumpangi Casingkem dan Istiqomah, masih ada tiga mobil lain berisi delapan laki-laki berkewarganegaraan asing. "Yang nganterin saya pulang lagi," kata dia. Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, rombongan dihadang sejumlah orang Irak dan diberondong tembakan. Tak ada penumpang yang terluka dalam kejadian itu.
Seluruh penumpang mobil kemudian dibawa ke sebuah tempat yang cukup jauh. Para penyandera lantas memukuli mereka. Meski sempat juga merasakan pukulan, Casingkem dan Istiqomah kemudian dibiarkan karena paspor mereka diketahui bercap Indonesia. Kedua TKI itu dipisahkan dari sandera lelaki dan mendapat perlakuan baik. Mereka juga boleh buang air atau mandi meski dengan pengawalan ketat.
Kelompok gerilyawan Irak baru membebaskan Casingkem dan Istiqomah setelah disekap lima hari [baca: TKI Dibebaskan dalam Kondisi Sehat ]. Casingkem mengaku tidak tahu siapa yang melepaskan mereka. Kini, keduanya berada di Kantor Kedubes Indonesia untuk UEA. Mereka akan pulang ke Indonesia pada malam ini sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Casingkem yang berdomisili di Desa Bongas Rukun Tetangga 09/Rukun Warga 04, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengaku mengantongi paspor asli. Padahal selama ini, ia disebut-sebut bernama Rafikan bin Nasim Nawawi. Sementara Istiqomah mengakui telah menggunakan paspor dengan nama Rosidah binti Tohir. Penggantian nama pada paspor itu atas usulan Riyana, salah seorang pimpinan PT Sabrina Paramitha. Alasannya, Rosidah yang asli batal berangkat karena tidak ada kabar berita. Padahal visa Rosidah sudah selesai.
Ketika diwawancarai SCTV, Istiqomah juga mengaku semula ragu-ragu berangkat dengan cara seperti usulan Riyana. Belakangan ia jadi pergi setelah memastikan foto pada paspornya memang mirip dengan Rosidah. Hal ini membuktikan buruknya pengawasan bisnis pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Sejumlah sumber SCTV mengatakan, penggantian identitas TKI adalah lumrah dalam bisnis pengiriman pekerja.(KEN)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/424303/original/061004cCasingkem.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259465/original/002024800_1781501908-Manuel_Neuer.jpg)