DNA Pelaku Bom Kuningan Sudah Diketahui

Tim Penyidik Mabes Polri menemukan kecocokan antara DNA salah satu keluarga dengan tersangka kasus Bom Kuningan. Polisi mencurigai Marihatin sebagai keluarga Jabir yang diduga sebagai eksekutor bom.

Diterbitkan 29 September 2004, 20:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Tim Penyidik Markas Besar Polri sudah menemukan kecocokan antara Deoxyribonucleic Acid (DNA) salah satu keluarga dengan tersangka kasus pengeboman di depan Kedutaan Besar Australia, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu silam. Namun, nama dan identitas pelaku akan diumumkan pada Jumat besok. Demikian diungkapkan Kepala Bagian Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Suyitno Landung di Jakarta, Rabu (29/9).

Penyelidikan polisi saat ini diarahkan kepada keluarga Nyonya Marihatin asal Kebunsari, Madiun, Jawa Timur. Anak keluarga itu, Jabir alias Gempur Budi Angkoro diduga kuat menjadi tersangka peledakan Bom Kuningan. Namun, menurut Suyitno, hal itu bukanlah hasil final karena polisi masih menyelidiki DNA serpihan tubuh yang diduga sebagai pelaku Bom Kuningan.

Seperti diketahui, Jabir diduga menjadi eksekutor bom bunuh diri. Namun, pihak keluarga sangsi apabila anaknya yang nomor tiga dari empat bersaudara terlibat dalam aksi teror. Mereka tetap tidak percaya dan berusaha tetap tegar kendati penyelidikan polisi mengarah pada Jabir [baca: Keluarga Jabir Yakin Anaknya Tidak Terlibat].

Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatra Utara kembali menyebarkan 4.000 foto Doktor Azahari dan Moordin Mohammad Top. Penyebaran foto tersangka otak berbagai kasus peledakan di Tanah Air itu dilakukan di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, swalayan, hotel, dan simpang jalan. Kegiatan itu dipimpin langsung Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Polisi H.S. Ginting.

Acara penyebaran foto sempat diwarnai protes saat dilakukan di Mal Medan. Pihak pengelola mengaku keberatan karena pemasangan tersangka terorisme dapat mengundang rasa takut pengunjung dan menurunkan omzet penjualan. Namun, kegiatan dapat dilanjutkan setelah polisi menjelaskan bahwa penyebaran foto ini adalah upaya agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati.

Sebelumnya, aparat Polda Sumut telah menyebar 2.000 foto Doktor Azahari cs ke berbagai tempat melalui aparat kepolisian resor. Selain menyebarkan foto, Polda Sumut membentuk tim beranggotakan 675 personel yang khusus untuk memburu Azahari dan Noordin.

Keseriusan untuk membekuk para tersangka otak sejumlah peledakan bom di Tanah Air itu bukan tanpa alasan. Polisi mengantisipasi kemungkinan Azahari dan Noordin bersembunyi di wilayah Sumut karena letak geografisnya yang berdekatan dengan Malaysia [baca: "Jaring Penjerat" Azahari Cs Dibentang di Sumut].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6