Upacara Arbain Digelar di Karbala

Ratusan peziarah muslim Syiah mulai berdatangan ke tempat peringatan Arbain di sekitar Masjid Imam Husein di Karbala, Irak. Upacara Arbain diadakan setiap tahun tepatnya 40 hari setelah Hari Asyura 10 Muharram.

Diterbitkan 11 April 2004, 08:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Karbala: Ratusan peziarah muslim Syiah mulai berdatangan ke tempat peringatan Arbain di sekitar Masjid Imam Husein di Karbala, Irak, Sabtu (10/4). Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian ritual Maatan yaitu mencambuk atau melukai diri sebagai ungkapan duka atas wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Al Husein bin Abi Thalib pada 13 Abad silam. Upacara Arbain diadakan setiap tahun, tepatnya 40 hari setelah Hari Asyura, 10 Muharram.

Upacara Arbain tahun ini adalah yang kedua diadakan secara terbuka di Kota Karbala mengingat pada masa pemerintahan Presiden Saddam Hussein cara ibadah kaum Syiah seperti ini dilarang. Tapi, tahun ini jumlah peserta upacara di Karbala jauh lebih kecil ketimbang tahun kemarin. Diduga, kondisi ini disebabkan meningkatnya perlawanan terhadap pasukan koalisi [baca: Perlawanan Kaum Syiah Terus Berlanjut].

Uniknya, warga Syiah dan Sunni Irak yang dulu bertikai kini bersatu untuk melawan pasukan pendudukan. Perlawanan juga terjadi di Kota Karbala dan sekitarnya mengakibatkan sekurangnya 60 warga Irak tewas dan lebih dari 100 terluka. Kendati begitu, upacara Arbain kali ini dapat berlangsung tertib dan khusyuk. Kelompok Laskar Mahdi pengikut Syiah Muqtada al Sadr menjamin tak terjadi kekerasan yang mengganggu jalannya upacara ini.

Tak hanya di Irak, peringatan Arbain juga digelar ratusan umat muslim Syiah dari beberapa daerah di Jawa Timur di Surabaya. Mereka secara khusyuk memuji-muji kebesaran nama Imam Al Husein. Bahkan, tak sedikit dari mereka ada yang meneteskan air mata. Menurut mereka, acara Arbain memiliki arti penting bagi ketebalan iman. Pasalnya, acara tersebut sebagai pengenalan akan nilai-nilai Islam. Mereka berharap peringatan Arbain mampu membimbing umat Islam untuk memahami secara utuh panji-panji Islam yang diturunkan Nabi Muhammad SAW dan mencegah kaidah-kaidah yang bertentangan.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)