Ja`far Umar Thalib Ditangkap

Panglima Laskar Jihad Ahlus Sunnah Waljamaah Ja`far Umar Thalib ditangkap di Bandara Djuanda, Surabaya, Jatim. Saat ini, Ja`far sudah berada di Jakarta dan diperiksa di Mabes Polri.

Diterbitkan 05 Mei 2002, 17:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Panglima Laskar Jihad Ahlus Sunnah Waljamaah Ja`far Umar Thalib bersama tujuh pengawalnya dari Makassar ditangkap setibanya di Bandar Udara Djuanda, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/5), pada pukul 15.55 WIB. Sebelum diberangkatkan ke Jakarta pada pukul 17.00 WIB, Ja`far sempat ditahan di Markas Kepolisian Daerah Jatim. Ja`far tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Demikian dinyatakan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Polisi Saleh Saaf dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (4/5) petang.

Saleh menolak jika penangkapan ini adalah rekayasa. Sebab Ja`far ditangkap karena melakukan tindak pidana. Satu di antara buktinya adalah rekaman tablig akbar Ja`far di Ambon, Maluku, beberapa waktu lampau. Dalam rekaman itu Ja`far dituduh menghasut warga dan mengancam Presiden beserta keluarga. "Penangkapan ini adalah upaya Polri menegakkan hukum," tegas Saleh.

Penangkapan Ja`far kontan membuat tegang situasi di Bandara Djuanda, Surabaya, Jatim. Puluhan anggota Laskar Jihad yang menunggu kedatangan Ja`far kecewa karena polisi menangkap pemimpinnya tanpa alasan yang jelas. Massa juga marah karena menilai polisi menipu mereka dengan mengatakan Jaffar telah berangkat ke Jakarta.

Sebelumnya, kabar yang beredar adalah Ja`far akan ditangkap di Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Akibat isu itu, sekitar 150 anggota Laskar Jihad di Makassar datang untuk mengamankan kedatangan Ja`far di Bandara Hasanuddin. Bahkan, mereka nyaris bentrok dengan polisi yang melarang mereka memasuki bandara. Belakangan, mereka dizinkan memasuki kawasan bandara. Namun beredar berita Ja`far bakal ditangkap di Surabaya. Para anggota Laskar Jihad merasa dikhianati oleh polisi. Mereka juga menanyakan keberadaan pemimpinnya dan ketujuh pengawal Ja`far.

Saat tiba di Bandara Hassanuddin, isu penangkapan Ja`far tak terbukti. Pemimpin Laskar Jihad itu bahkan sempat berorasi di depan pendukungnya. Ja`far kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dengan terlebih dulu transit di Surabaya.

Ketua Tim Pembela Muslim, Mahendrata menyatakan, jika Ja`far terhambat datang ke Jakarta, maka ribuan umat Islam terpaksa mengepung Bandara Pattimura Ambon. Menurut Mahendrata, tuduhan Laskar Jihad berada di balik peristiwa kerusuhan di Soya Ambon adalah mengada-ada. "Karena posisinya, Laskar Jihad memang paling empuk untuk dijadikan kambing hitam," kata Mahendrata di sela-sela persidangan Elza Syarief oleh Dewan Kehormatan Kode Etik di Hotel Sahid Jaya Jakarta, tadi siang.

Mahendrata juga menyangkal tentang rekaman video temuan polisi yang isinya Ja`far mengancam bakal membunuh semua keluarga mantan Presiden Soekarno termasuk Presiden Megawati Sukarnoputri. "Itu adalah kebohongan belaka," tegas Mahendrata.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6