Kerusuhan Kaur Diduga Didalangi Calon Bupati

Berdasarkan penyelidikan personel Polres Kaur, amuk massa di Kaur diduga didalangi calon bupati yang kalah dalam pemilihan bupati. Hingga kini polisi masih enggan menyebut nama tersangka.

Diterbitkan 27 Juli 2005, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Kaur: Kerusuhan di Kaur, Bengkulu, diduga didalangi calon bupati yang gagal terpilih dalam pemilihan kepala daerah, beberapa waktu silam. Kesimpulan ini diperoleh setelah Kepolisian Resor Kaur memeriksa 21 saksi dan rekaman video kerusuhan, Selasa (26/7) malam. Kepala Polres Kaur Komisaris Polisi Sugeng Utomo menambahkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti keterangan para saksi. Sugeng berjanji segera membekuk tersangka jika tudingan saksi terbukti.

Janji serupa dilontarkan Kapolri Jenderal Polisi Sutanto. Menurut Kapolri, pembakaran sejumlah gedung di Kabupaten Kaur, diduga akibat salah seorang calon bupati tak puas dengan hasil pemilihan bupati Kaur. "Kita akan tindak sesuai hukum," kata Sutanto [baca: Tiga Penggerak Kerusuhan Kaur Teridentifikasi].

Sejauh ini, Polda Bengkulu masih menyelidiki amuk massa yang terjadi pada Senin silam. Belajar dari kasus di Kaur, Polri juga menyiagakan personel untuk mengawal pelaksanaan pemilihan kepala daerah, terutama di kawasan rawan konflik. "Situasi sudah tenang," tambah Sutanto di Jakarta siang ini.

Seperti dinyatakan Kapolri, kondisi keamanan di Kaur berangsur normal. Kendati demikian, pengamanan polisi tak kendur. Sejumlah polisi terlihat berjaga di lokasi pembakaran dan berpatroli dengan senjata lengkap. Kendaraan yang masuk maupun keluar Kaur diawasi. Langkah ini diambil untuk mengamankan sejumlah fasilitas kantor layanan publik yang selamat dari amuk massa. Direncanakan, polisi akan terus disiagakan sampai keadaan benar-benar normal.

Pengamanan tak jauh ketat juga terlihat di Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Sedikitnya 400 personel polisi diterjunkan untuk mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah Mamuju Utara yang memasuki masa kampanye. Konsentrasi polisi terlihat lebih ketat di sejumlah daerah konflik seperti di Bambalamotu, Tikke, Baras, dan Sarudu. Termasuk, pengamanan di sejumlah lokasi vital seperti kantor komisi pemilihan umum.

Kapolres Mamuju Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Zainuddin Sidik menyatakan, penempatan polisi sedini mungkin untuk mengantisipasi gejolak saat kampanye hingga penghitungan suara. Penghitungan suara dijadwalkan 7 Agustus mendatang.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6