Liputan6.com, Kaur: Kepolisian Daerah Bengkulu dan Kepolisian Resor Kaur telah mengidentifikasi tiga penggerak kerusuhan yang terjadi di Bintuhan, ibu kota Kabupaten Kaur, Bengkulu, Selasa (26/7). Tiga penggerak kerusuhan itu dikenali setelah jajaran Polda Bengkulu dan Polres Kaur memeriksa 15 orang saksi terkait kerusuhan yang mengakibat sejumlah Kantor Pemkab Kaur rusak berat [baca: Polisi Memeriksa 15 Saksi Kerusuhan Kaur].
Menurut Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Soenarko DA, salah satu pelaku penggerak kerusuhan adalah tokoh masyarakat Bengkulu. Sebab, ia tampak dalam rekaman video polisi saat amuk massa berlangsung. Meski Polda Bengkulu belum menetapkan status tersangka kepada tiga orang tersebut, polisi telah menyusun teknis pemanggilan dan penangkapan terhadap ketiga orang tersebut.
Hari ini, sekitar 200 personel keamanan gabungan dari Polres Kaur dan Polda Bengkulu masih melakukan pengamanan di sejumlah tempat atau bangunan yang lolos dari aksi anarkis massa.
Sementara itu, kondisi bangunan yang rusak belum dibenahi seluruhnya dan masih banyak yang dibiarkan terbengkalai. Pascakerusuhan, para pegawai negeri dan pejabat Pemerintah Kabupaten Kaur belum bisa melakukan aktivitas [baca: Kabupaten Kaur Lumpuh].
Terkait dengan pilkada Kaur, pejabat Gubernur Bengkulu Seman Wijoyo, menyatakan tetap akan melantik pasangan terpilih, Syaukani Saleh dan Warman Suwandi. Sedangkan menyangkut tuntutan massa yang menyebut adanya kecurangan dalam proses pilkada Kaur, selanjutnya akan diproses Polda Bengkulu.
Sementara itu, salah seorang calon wakil bupati Kabupaten Kaur yang terlihat dalam kerusuhan tersebut adalah Sahlan Siraj. Saat ditemui SCTV, Sahlan mengatakan berbaur dengan massa dimaksudkan agar pemerintah pusat mau meneliti kondisi politik yang terjadi di Kabupaten Kaur.
Menurut Sahlan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan aspirasi sekitar 35 ribu dari 60 ribu penduduk Kabupaten Kaur yang tidak puas dengan proses pilkada di daerahnya. Sahlan menuduh telah terjadi praktik politik uang dalam pilkada Kaur."Sebaiknya pihak Gubernur Bengkulu yang menjadi kepanjangan tangan Menteri Dalam Negeri turun tangan secepatnya," kata Sahlan.(ZIZ/Rishnaldi dan Herry Supandi)
Menurut Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Soenarko DA, salah satu pelaku penggerak kerusuhan adalah tokoh masyarakat Bengkulu. Sebab, ia tampak dalam rekaman video polisi saat amuk massa berlangsung. Meski Polda Bengkulu belum menetapkan status tersangka kepada tiga orang tersebut, polisi telah menyusun teknis pemanggilan dan penangkapan terhadap ketiga orang tersebut.
Hari ini, sekitar 200 personel keamanan gabungan dari Polres Kaur dan Polda Bengkulu masih melakukan pengamanan di sejumlah tempat atau bangunan yang lolos dari aksi anarkis massa.
Sementara itu, kondisi bangunan yang rusak belum dibenahi seluruhnya dan masih banyak yang dibiarkan terbengkalai. Pascakerusuhan, para pegawai negeri dan pejabat Pemerintah Kabupaten Kaur belum bisa melakukan aktivitas [baca: Kabupaten Kaur Lumpuh].
Terkait dengan pilkada Kaur, pejabat Gubernur Bengkulu Seman Wijoyo, menyatakan tetap akan melantik pasangan terpilih, Syaukani Saleh dan Warman Suwandi. Sedangkan menyangkut tuntutan massa yang menyebut adanya kecurangan dalam proses pilkada Kaur, selanjutnya akan diproses Polda Bengkulu.
Sementara itu, salah seorang calon wakil bupati Kabupaten Kaur yang terlihat dalam kerusuhan tersebut adalah Sahlan Siraj. Saat ditemui SCTV, Sahlan mengatakan berbaur dengan massa dimaksudkan agar pemerintah pusat mau meneliti kondisi politik yang terjadi di Kabupaten Kaur.
Menurut Sahlan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan aspirasi sekitar 35 ribu dari 60 ribu penduduk Kabupaten Kaur yang tidak puas dengan proses pilkada di daerahnya. Sahlan menuduh telah terjadi praktik politik uang dalam pilkada Kaur."Sebaiknya pihak Gubernur Bengkulu yang menjadi kepanjangan tangan Menteri Dalam Negeri turun tangan secepatnya," kata Sahlan.(ZIZ/Rishnaldi dan Herry Supandi)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/442556/original/260705cProvokatorKaur.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)