Doa Sholat Tahiyatul Masjid, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya dalam Islam

Panduan lengkap sholat tahiyatul masjid, mencakup niat, tata cara, dalil syar'i, keutamaan, serta adab di masjid sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.

Diterbitkan 08 Oktober 2025, 20:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Daftar Isi

Liputan6.com, Jakarta Setiap kali seorang Muslim memasuki masjid, ada amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sebelum duduk, yaitu sholat Tahiyatul Masjid. Sholat ini bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap rumah Allah, tetapi juga wujud kesadaran spiritual untuk menyambut kehadiran diri di tempat yang suci. Melalui sholat ini, seorang hamba menunjukkan adab, ketundukan, serta rasa hormat kepada Sang Pencipta sebelum memulai aktivitas ibadah lainnya.

Meski hanya terdiri dari dua rakaat, sholat Tahiyatul Masjid memiliki keutamaan besar yang sering kali tidak disadari banyak orang. Selain menjadi bentuk penghormatan, amalan ini juga menjadi pintu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala tambahan. Namun, tidak sedikit yang masih bingung tentang bagaimana niat, tata cara, dan doa yang dibaca dalam pelaksanaannya. Bagaimana sebenarnya sholat ini dilakukan dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW?

Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang doa sholat Tahiyatul Masjid, mulai dari niat, tata cara pelaksanaan, hingga keutamaan spiritual yang terkandung di dalamnya. Dengan memahami makna dan keindahan amalan ini, diharapkan setiap langkah menuju masjid tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana memperkuat hubungan dengan Allah. Penasaran bagaimana panduan lengkapnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Sholat Tahiyatul Masjid

Definisi Secara Bahasa dan Istilah

Secara etimologi, kata "tahiyatul masjid" berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata: "tahiyyah" (تحية) yang berarti penghormatan atau salam, dan "masjid" (مسجد) yang berarti tempat sujud atau masjid. Jadi, tahiyatul masjid secara harfiah berarti "penghormatan terhadap masjid".

Menurut terminologi fiqh, sholat tahiyatul masjid adalah sholat sunnah yang terdiri dari dua rakaat yang dilaksanakan oleh seseorang ketika memasuki masjid dan sebelum duduk atau melakukan aktivitas lainnya di dalamnya. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab "Risalah Tuntunan Shalat Lengkap" karya Drs. Moh Rifa'i, sholat tahiyatul masjid adalah "shalat sunah yang dikerjakan oleh jamaah yang sedang masuk ke masjid, baik pada hari Jum'at maupun lainnya, di waktu malam atau siang."

Tujuan dan Hikmah

Tujuan utama dari sholat tahiyatul masjid bukanlah menghormati bangunan masjid secara fisik, melainkan menghormati Allah SWT sebagai pemilik masjid tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam "Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari" karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag: "Tujuannya, untuk menghormati Tuhan yang memiliki masjid. Jadi, penghormatan itu ditujukan kepada Allah Swt., bukan kepada masjid."

Hikmah dari pelaksanaan sholat tahiyatul masjid antara lain:

  1. Melatih kesadaran spiritual ketika memasuki rumah Allah
  2. Mempersiapkan hati dan jiwa sebelum melakukan ibadah lainnya
  3. Menunjukkan adab dan etika yang baik dalam Islam
  4. Memperkuat hubungan vertikal dengan Allah SWT

Dalil Syar'i Sholat Tahiyatul Masjid

Hadits Shahih sebagai Landasan Hukum

Perintah untuk melaksanakan sholat tahiyatul masjid bersumber dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah As-Sulami radhiyallahu anhu. Dalam kitab "Fikih Ibadah" karya Syaikh Hasan Ayub disebutkan:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

"Apabila salah seorang kalian masuk masjid, hendaklah ia shalat dua rakaat sebelum duduk." (HR. Abu Qatadah)

Hadits ini menunjukkan perintah yang jelas dari Rasulullah SAW untuk melaksanakan sholat dua rakaat sebelum duduk ketika memasuki masjid.

Pendapat Para Ulama tentang Hukumnya

Para ulama sepakat bahwa hukum sholat tahiyatul masjid adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathu Al-Bari yang dikutip dalam kitab "Fikih Ibadah": "Para imam sepakat memberikan fatwa bahwa perintah tersebut hukumnya sunnat."

Imam Al-Baghawi menyatakan: "Itulah pendapat yang dianut oleh banyak ulama. Menurut mereka, orang yang masuk masjid itu dilarang langsung duduk begitu saja sebelum ia melakukan shalat dua rakaat tahiyyatul masjid terlebih dahulu. Demikian pendapat Abu Salamah bin Abdurrahman, Hasan Al-Bashri, dan Makhul, yang kemudian diikuti oleh Imam Asy-Syafi'i, Ahmad, dan Ishak."

Doa dan Niat Sholat Tahiyatul Masjid

Bacaan Niat dalam Bahasa Arab

Niat merupakan rukun pertama dalam setiap ibadah sholat, termasuk sholat tahiyatul masjid. Berikut adalah bacaan niat yang shahih:

أُصَلِّي سُنَّةَ تَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Transliterasi Latin

Ushallii sunnata tahiyyatil-masjidi rak'ataini lillaahi ta'aalaa

Arti dan Makna

"Aku niat shalat sunah tahiyyatul-masjid dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Makna niat ini mengandung beberapa unsur penting:

  1. Ushallii (aku sholat) - menunjukkan kesadaran dan kesengajaan dalam beribadah
  2. Sunnata tahiyyatil-masjidi - menegaskan jenis sholat yang akan dilaksanakan
  3. Rak'ataini - menentukan jumlah rakaat yang akan dikerjakan
  4. Lillaahi ta'aalaa - menegaskan bahwa ibadah ini semata-mata karena Allah

Variasi Bacaan Niat

Dalam berbagai referensi, terdapat sedikit variasi dalam redaksi niat, namun makna dan substansinya tetap sama:

Variasi 1:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ تَحِيَّةِ المَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan tahiyyatil masjidi rak'ataini adaa'an lillahi ta'ala

Variasi 2:

أُصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî tahiyatal masjidi rak'ataini sunnatan lillîhi ta'âla

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tahiyatul Masjid

Persiapan Sebelum Sholat

1. Memastikan Kesucian Diri

Sebelum melaksanakan sholat tahiyatul masjid, pastikan dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar. Jika belum berwudhu, laksanakan wudhu terlebih dahulu dengan sempurna.

2. Adab Memasuki Masjid

Ketika memasuki masjid, laksanakan adab-adab berikut:

a. Masuk dengan Kaki Kanan Sebagaimana disebutkan dalam "Fikih Ibadah": "Ketika masuk masjid disunnahkan untuk memulai dengan kaki sebelah kanan, dan ketika keluar dengan kaki sebelah kiri."

b. Membaca Doa Masuk Masjid Terdapat beberapa doa yang dapat dibaca ketika masuk masjid:

Doa Pertama:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allaahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu."

Doa Kedua:

أَعُوذُ بِاللهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A'uudzu billaahil 'azhiimi wa bi wajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim

"Aku berlindung kepada Allah Yang Mahaagung, kepada Dzat-Nya Yang Mulia, dan kepada kekuasaan-Nya yang qadim dari godaan setan yang terkutuk."

Langkah-langkah Pelaksanaan Sholat

1. Takbiratul Ihram dan Niat

  • Berdiri menghadap kiblat dengan khusyuk
  • Angkat kedua tangan sejajar dengan telinga
  • Ucapkan "Allahu Akbar" sambil membaca niat di dalam hati
  • Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada

2. Rakaat Pertama

a. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Subhaanakallahumma wa bihamdika wa tabaarakasmuka wa ta'aalaa jadduka wa laa ilaaha ghairuka

b. Membaca Ta'awwudz

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim

c. Membaca Surat Al-Fatihah Bacalah surat Al-Fatihah dengan tartil dan penuh penghayatan.

d. Membaca Surat Pendek Disunnahkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama.

e. Rukuk dengan Tuma'ninah Rukuk dengan tenang sambil membaca tasbih rukuk minimal tiga kali.

f. I'tidal Bangkit dari rukuk dengan membaca "Sami'allaahu liman hamidah, Rabbanaa wa lakal hamd."

g. Sujud Pertama Sujud dengan tuma'ninah sambil membaca tasbih sujud.

h. Duduk di Antara Dua Sujud Duduk dengan tenang sambil membaca doa:

رَبِّ اغْفِرْ لِي رَبِّ اغْفِرْ لِي

Rabbighfir lii rabbighfir lii

i. Sujud Kedua Laksanakan sujud kedua seperti sujud pertama.

3. Rakaat Kedua

Laksanakan rakaat kedua dengan cara yang sama seperti rakaat pertama, dengan disunnahkan membaca surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.

4. Tasyahud Akhir

Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk untuk tasyahud akhir:

a. Bacaan Tasyahud

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّهِ. السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

At-tahiyyaatul-mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah. As-salaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahhish-shaaliihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah.

b. Shalawat kepada Nabi

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allaahummaa shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad

5. Salam

Akhiri sholat dengan salam ke kanan dan kiri:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaah

Waktu Pelaksanaan Sholat Tahiyatul Masjid

Fleksibilitas Waktu

Salah satu keistimewaan sholat tahiyatul masjid adalah fleksibilitas waktu pelaksanaannya. Tidak ada waktu khusus yang ditetapkan untuk sholat ini, karena dapat dilaksanakan kapan saja seseorang memasuki masjid, baik siang maupun malam hari.

Pengecualian pada Waktu Makruh

Menurut Imam Nawawi, sholat tahiyatul masjid tetap disunnahkan bahkan pada waktu-waktu yang biasanya makruh untuk melaksanakan sholat sunnah, seperti:

  1. Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit sempurna
  2. Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam
  3. Saat matahari tepat di atas kepala (waktu zawal)
  4. Saat matahari mulai terbit
  5. Saat matahari mulai terbenam

Hal ini menunjukkan pentingnya sholat tahiyatul masjid dalam pandangan syariat Islam.

Syarat Waktu Pelaksanaan

Sholat tahiyatul masjid harus dilaksanakan sebelum duduk di dalam masjid. Jika seseorang sudah terlanjur duduk, maka hilanglah kesempatan untuk mendapatkan pahala sunnah ini, kecuali dalam kondisi tertentu:

  1. Lupa atau tidak tahu tentang sunnah ini dan belum duduk terlalu lama
  2. Duduk karena kondisi darurat seperti kelelahan yang sangat atau sakit

Kondisi-kondisi Khusus dalam Pelaksanaan

Saat Khatib Sedang Berkhutbah

Salah satu pembahasan yang menarik dalam fiqh adalah hukum sholat tahiyatul masjid ketika seseorang masuk masjid saat khatib sedang menyampaikan khutbah Jumat. Dalam hal ini, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Pendapat yang Membolehkan

Kelompok ulama yang membolehkan berdasarkan hadits dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu:

"Sulaik al-Ghathafani datang pada hari Jum'at, sementara Rasulullah SAW sedang berkhutbah, ia pun duduk. Maka beliau langsung berkata padanya, 'Wahai Sulaik, bangun dan shalatlah dua rakaat, kerjakanlah dengan ringan.' Kemudian beliau bersabda, 'Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jum'at, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah ia shalat dua rakaat, dan hendaknya ia mengerjakannya dengan ringan.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Ulama yang berpendapat demikian antara lain: Al-Hasan, Ibnu Uyainah, Asy-Syafi'i, Ahmad, Ishak, Makhul, dan Abu Tsaur.

Pendapat yang Melarang

Kelompok ulama lain berpendapat bahwa ketika khatib sedang berkhutbah, seseorang sebaiknya langsung duduk dan mendengarkan khutbah. Mereka berdalil dengan:

  1. Firman Allah dalam surat Al-A'raf ayat 204: "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang."

  2. Hadits tentang larangan berbicara saat khutbah: "Apabila kamu mengatakan kepada temanmu, 'Diamlah' ketika imam sedang menyampaikan khutbah, maka kamu telah melakukan hal yang sia-sia." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ulama yang berpendapat demikian antara lain: Sufyan Ats-Tsauri, ulama-ulama Kufah dan Madinah, Malik, Al-Laits, Abu Hanifah, dan sebagian besar ulama salaf.

Sikap yang Lebih Hati-hati

Syaikh Hasan Ayub dalam "Fikih Ibadah" menyarankan: "Menurut saya, untuk lebih berhati-hati sebaiknya orang yang masuk di masjid ketika sang imam sedang berkhutbah sebaiknya melakukan shalat tahiyatul masjid dua rakaat terlebih dahulu. Tetapi kita juga tidak bisa menyalahkan jika misalnya orang itu langsung duduk tanpa melakukan shalat terlebih dahulu."

Jika memilih untuk melaksanakan sholat tahiyatul masjid saat khutbah, maka harus dilakukan dengan ringan dan cepat agar tidak mengganggu dan segera dapat mendengarkan khutbah.

Kondisi-kondisi yang Tidak Dianjurkan

Terdapat beberapa kondisi di mana sholat tahiyatul masjid tidak dianjurkan atau bahkan tidak perlu dilaksanakan:

1. Khatib Jumat

Khatib Jumat tidak disunnahkan melaksanakan sholat tahiyatul masjid ketika masuk masjid untuk menyampaikan khutbah. Ia langsung naik ke mimbar, mengucapkan salam, lalu duduk mendengarkan adzan, kemudian menyampaikan khutbah.

2. Pengurus Masjid

Pengurus masjid yang berulang kali keluar-masuk masjid tidak diwajibkan melaksanakan sholat tahiyatul masjid setiap kali masuk, agar tidak memberatkan mereka dalam menjalankan tugas.

3. Saat Iqamah atau Sholat Berjamaah Dimulai

Ketika iqamah sudah dikumandangkan atau imam sudah memulai sholat berjamaah, seseorang yang baru masuk masjid sebaiknya langsung bergabung dengan jamaah. Sholat fardhu berjamaah sudah mencukupi sebagai penghormatan terhadap masjid.

4. Di Masjidil Haram

Ketika memasuki Masjidil Haram, lebih dianjurkan untuk langsung melakukan tawaf daripada sholat tahiyatul masjid, karena tawaf merupakan ibadah yang lebih khusus untuk tempat tersebut.

5. Saat Khutbah Jumat Hampir Selesai

Jika seseorang masuk masjid ketika khutbah Jumat hampir selesai, lebih baik langsung duduk dan bersiap untuk sholat Jumat berjamaah.

Keutamaan dan Hikmah Sholat Tahiyatul Masjid

Keutamaan Spiritual

1. Penghormatan kepada Allah SWT

Sholat tahiyatul masjid merupakan bentuk penghormatan kepada Allah SWT sebagai pemilik masjid. Ini menunjukkan kesadaran seorang hamba bahwa ia sedang memasuki rumah Allah yang suci.

2. Persiapan Spiritual

Ibadah ini mempersiapkan hati dan jiwa seseorang sebelum melakukan aktivitas ibadah lainnya di masjid. Dengan sholat terlebih dahulu, seseorang dapat lebih fokus dan khusyuk dalam beribadah.

3. Mendekatkan Diri kepada Allah

Setiap rakaat sholat adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sholat tahiyatul masjid memberikan kesempatan tambahan untuk beribadah dan meraih pahala.

Hikmah Sosial dan Psikologis

1. Melatih Kedisiplinan

Kebiasaan melaksanakan sholat tahiyatul masjid melatih kedisiplinan dan konsistensi dalam beribadah.

2. Menciptakan Ketenangan Batin

Sholat di awal kedatangan di masjid membantu menciptakan ketenangan batin dan mempersiapkan mental untuk aktivitas selanjutnya.

3. Menghidupkan Sunnah Nabi

Dengan melaksanakan sholat tahiyatul masjid, seorang Muslim turut menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dan menjadi teladan bagi orang lain.

Pahala dan Balasan

Meskipun tidak ada hadits khusus yang menyebutkan pahala spesifik untuk sholat tahiyatul masjid, namun sebagai sholat sunnah, ia tetap mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT. Setiap rakaat sholat sunnah memiliki nilai ibadah yang tinggi dan menjadi penyempurna bagi sholat-solat fardhu.

Manfaat Psikologis dan Spiritual

Aspek Psikologis

1. Menciptakan Ritual Positif

Sholat tahiyatul masjid menciptakan ritual positif yang membantu seseorang untuk transition dari aktivitas duniawi ke aktivitas spiritual.

2. Meningkatkan Fokus

Dengan melaksanakan sholat terlebih dahulu, seseorang dapat lebih fokus dan siap untuk aktivitas ibadah selanjutnya.

3. Mengurangi Kecemasan

Ibadah sholat memiliki efek menenangkan yang dapat mengurangi kecemasan dan stress.

Aspek Spiritual

1. Meningkatkan Keimanan

Setiap ibadah yang dilaksanakan dengan ikhlas akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

2. Memperkuat Hubungan dengan Allah

Sholat adalah sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT yang memperkuat hubungan vertikal seorang hamba.

3. Membersihkan Jiwa

Ibadah sholat memiliki efek pembersihan jiwa dari dosa-dosa kecil dan kotoran spiritual.

Sholat Tahiyatul Masjid dalam Konteks Modern

Tantangan Zaman Modern

1. Kesibukan

Di era modern, banyak orang yang terburu-buru sehingga cenderung mengabaikan sunnah-sunnah seperti sholat tahiyatul masjid.

2. Kurangnya Pengetahuan

Tidak semua Muslim mengetahui tentang sunnah sholat tahiyatul masjid dan keutamaannya.

3. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup modern kadang membuat orang kurang memperhatikan adab-adab dalam beribadah.

Solusi dan Adaptasi

1. Edukasi Berkelanjutan

Perlu adanya edukasi berkelanjutan tentang sunnah-sunnah Nabi, termasuk sholat tahiyatul masjid.

2. Pengingat Digital

Manfaatkan teknologi modern seperti aplikasi pengingat untuk membantu mengingat sunnah ini.

3. Komunitas Pendukung

Bangun komunitas yang saling mengingatkan dalam melaksanakan sunnah-sunnah Nabi.

FAQ

1. Apa itu sholat Tahiyatul Masjid?

Sholat Tahiyatul Masjid adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan saat seseorang pertama kali masuk ke masjid sebelum duduk. Tujuannya untuk menghormati dan memuliakan rumah Allah SWT sebagai tempat ibadah umat Islam.

2. Bagaimana niat sholat Tahiyatul Masjid?

Niatnya cukup diucapkan dalam hati, misalnya: “Ushalli sunnatat tahiyyatil masjidi rak‘ataini lillahi ta‘ala” yang artinya “Aku niat sholat sunnah Tahiyatul Masjid dua rakaat karena Allah Ta‘ala.” Tidak perlu dilafalkan keras, cukup dalam hati sebelum takbiratul ihram.

3. Bagaimana tata cara melaksanakan sholat Tahiyatul Masjid?

Tata caranya sama seperti sholat sunnah dua rakaat biasa. Setelah niat, lakukan takbiratul ihram, baca surat Al-Fatihah dan surat pendek, kemudian ruku, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Setelah rakaat kedua, tasyahhud dan salam.

4. Kapan waktu terbaik melaksanakan sholat Tahiyatul Masjid?

Waktu terbaik adalah segera setelah masuk masjid sebelum duduk, kapan pun waktunya, kecuali pada waktu-waktu yang terlarang untuk sholat seperti setelah Subuh hingga matahari terbit dan setelah Ashar hingga matahari terbenam.

5. Apa keutamaan sholat Tahiyatul Masjid dalam Islam?

Keutamaannya antara lain mendapat pahala besar karena termasuk amal sunnah yang dicintai Allah, menghapus dosa kecil, serta menumbuhkan rasa khusyuk dan hormat kepada masjid sebagai tempat ibadah suci. Sholat ini juga menjadi wujud kesopanan seorang Muslim di hadapan Allah SWT.