Liputan6.com, Jakarta Lontong menjadi salah satu makanan khas Nusantara yang hampir selalu hadir dalam berbagai momen, mulai dari sarapan sederhana hingga hidangan khas Lebaran. Teksturnya yang padat namun tetap lembut membuat lontong cocok dipadukan dengan beragam menu, seperti sate, opor ayam, hingga gado-gado. Namun, banyak orang masih kesulitan membuat lontong dengan tekstur pulen dan tidak mudah hancur ketika disajikan.
Rahasia membuat lontong sebenarnya terletak pada teknik pengolahan beras dan cara merebusnya. Pemilihan beras dengan kadar pati yang tepat serta proses perebusan yang konsisten menjadi faktor penting dalam menghasilkan lontong berkualitas. Selain itu, penggunaan daun pisang sebagai pembungkus bukan hanya memberi aroma khas, tetapi juga membantu menjaga tekstur lontong tetap padat.
Berikut cara membuat lontong dengan hasil sempurna, dilengkapi trik sederhana yang sering diabaikan. Dengan mengikuti panduan ini, pembaca bisa menghasilkan lontong yang pulen, harum, dan tentu saja lebih nikmat saat disajikan bersama lauk kesukaan.
Advertisement
Pengertian dan Sejarah Lontong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4752088/original/024768500_1708776261-photo.jpg)
Lontong adalah makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus menggunakan daun pisang atau plastik, kemudian direbus hingga matang dan padat. Teksturnya yang kenyal dan padat menjadikan lontong cocok disantap dengan berbagai lauk pauk.
Sejarah lontong diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan di Nusantara. Pada masa itu, lontong sering dijadikan bekal para prajurit karena tahan lama dan praktis dibawa. Lontong juga memiliki makna filosofis sebagai simbol persatuan, di mana butiran-butiran beras yang terpisah menyatu menjadi satu kesatuan yang utuh.
Seiring perkembangan zaman, lontong kini hadir dalam berbagai varian dan cara penyajian. Selain dibungkus daun pisang, lontong juga sering dibuat menggunakan plastik untuk kepraktisan. Namun cita rasa khas lontong tradisional tetap menjadi favorit banyak orang hingga saat ini.
Advertisement
Bahan-bahan untuk Membuat Lontong
Untuk membuat lontong, Anda hanya memerlukan beberapa bahan sederhana sebagai berikut:
- 500 gram beras putih
- Air secukupnya
- 1 sendok teh garam (opsional)
- Daun pisang atau plastik untuk membungkus
- Tali atau tusuk gigi untuk mengikat
Pilihlah beras berkualitas baik agar menghasilkan lontong yang pulen. Jenis beras yang cocok untuk membuat lontong antara lain beras IR64 atau beras mentik. Pastikan juga daun pisang yang digunakan masih segar dan bersih.
Cara Membuat Lontong Tradisional dengan Daun Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175847/original/072238800_1743052534-Depositphotos_229061714_S.jpg)
Berikut langkah-langkah membuat lontong tradisional menggunakan daun pisang:
- Cuci bersih beras hingga airnya jernih, lalu tiriskan.
- Rendam beras selama 1-2 jam agar teksturnya lebih pulen.
- Siapkan daun pisang, bersihkan dan lap hingga kering.
- Potong daun pisang membentuk persegi panjang sekitar 20x30 cm.
- Gulung daun pisang membentuk silinder dengan diameter sekitar 5 cm.
- Masukkan beras ke dalam gulungan daun pisang, isi sekitar 2/3 bagian.
- Lipat kedua ujung daun dan sematkan dengan tusuk gigi atau tali.
- Susun lontong dalam panci, pastikan terendam air.
- Rebus dengan api sedang selama 4-5 jam hingga matang.
- Angkat dan tiriskan lontong.
- Diamkan hingga dingin sebelum dipotong dan disajikan.
Cara membuat lontong tradisional memang membutuhkan waktu cukup lama. Namun hasilnya akan lebih pulen dan beraroma khas daun pisang yang menggugah selera.
Advertisement
Metode Praktis Membuat Lontong dengan Plastik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175857/original/010515700_1743052925-Depositphotos_533943376_S.jpg)
Bagi Anda yang ingin cara lebih praktis, berikut metode membuat lontong menggunakan plastik:
- Cuci bersih beras dan tiriskan.
- Masukkan beras ke dalam plastik ukuran 1/4 kg, isi sekitar setengah bagian.
- Ikat ujung plastik, sisakan sedikit ruang untuk mengembang.
- Tusuk-tusuk plastik dengan garpu agar air bisa masuk.
- Rebus dalam panci berisi air mendidih selama 2-3 jam.
- Angkat dan tiriskan lontong.
- Diamkan hingga dingin sebelum dibuka dan dipotong.
Metode plastik lebih cepat dan praktis, cocok untuk membuat lontong dalam jumlah banyak. Namun teksturnya mungkin tidak sepadat lontong daun pisang.
Tips Membuat Lontong yang Pulen dan Tahan Lama
Agar lontong yang Anda buat lebih pulen dan tahan lama, perhatikan tips berikut:
- Gunakan beras berkualitas baik dan cuci hingga bersih
- Rendam beras 1-2 jam sebelum dimasak
- Jangan mengisi beras terlalu penuh agar ada ruang mengembang
- Rebus dengan api sedang dan waktu yang cukup
- Pastikan lontong terendam air selama perebusan
- Diamkan lontong hingga benar-benar dingin sebelum dipotong
- Simpan lontong dalam wadah tertutup di kulkas
Dengan mengikuti tips di atas, lontong Anda akan lebih pulen, padat, dan tahan lama hingga beberapa hari jika disimpan dengan benar.
Advertisement
Metode 5.30.7 untuk Membuat Lontong Hemat Gas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2974876/original/030354400_1574411339-shutterstock_1381967597.jpg)
Bagi Anda yang ingin menghemat penggunaan gas, bisa mencoba metode 5.30.7 untuk membuat lontong. Caranya sebagai berikut:
- Siapkan beras yang sudah dicuci dan ditiriskan.
- Masukkan beras ke dalam plastik atau daun pisang seperti biasa.
- Rebus dalam air mendidih selama 5 menit.
- Matikan api dan diamkan selama 30 menit (jangan buka tutup panci).
- Nyalakan kembali api dan rebus selama 7 menit.
- Matikan api dan biarkan hingga dingin.
Dengan metode ini, total waktu memasak hanya 12 menit namun hasilnya tetap pulen. Sangat efektif untuk menghemat penggunaan gas atau listrik.
Cara Membuat Lontong dengan Rice Cooker
Bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu, membuat lontong dengan rice cooker bisa menjadi solusi. Berikut caranya:
- Cuci bersih beras dan masukkan ke dalam rice cooker.
- Tambahkan air lebih banyak dari biasanya (sekitar 1:2).
- Nyalakan rice cooker dan biarkan hingga matang.
- Setelah matang, biarkan tetap dalam mode "keep warm" selama 1-2 jam.
- Matikan rice cooker dan biarkan hingga dingin.
- Keluarkan nasi dan cetak dalam wadah berbentuk persegi.
- Tekan-tekan hingga padat, lalu simpan di kulkas beberapa jam.
- Potong sesuai selera dan sajikan.
Meski teksturnya tidak sepadat lontong tradisional, metode rice cooker cukup praktis untuk membuat lontong dalam waktu singkat.
Advertisement
Variasi Lontong dari Berbagai Daerah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3934579/original/088648700_1644909083-lontong_cap.jpg)
Setiap daerah di Indonesia memiliki variasi lontong khas masing-masing, di antaranya:
- Lontong Sayur (Jakarta): Lontong disajikan dengan sayur lodeh dan sambal.
- Lontong Balap (Surabaya): Lontong dengan tauge, tahu goreng, dan sambal petis.
- Lontong Kupang (Jawa Timur): Lontong dengan kupang dan kuah petis.
- Lontong Kari (Sumatera): Lontong dengan kuah kari ayam atau daging.
- Lontong Isi Oncom (Bandung): Lontong yang diisi dengan oncom.
- Lontong Pecel (Jawa): Lontong dengan sayuran dan sambal kacang.
Setiap variasi memiliki cita rasa unik yang mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara.
Perbedaan Lontong, Ketupat, dan Buras
Meski sama-sama terbuat dari beras, lontong memiliki beberapa perbedaan dengan ketupat dan buras:
- Lontong: Dibungkus daun pisang/plastik, berbentuk silinder panjang.
- Ketupat: Dibungkus janur (daun kelapa muda), berbentuk segi empat.
- Buras: Dibungkus daun pisang, berbentuk pipih persegi panjang.
Dari segi tekstur, lontong cenderung lebih padat dibanding ketupat. Sementara buras biasanya dimasak dengan santan sehingga lebih gurih.
Advertisement
Manfaat Kesehatan dari Mengonsumsi Lontong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2974888/original/007712400_1574411636-shutterstock_1148354924.jpg)
Meski tinggi karbohidrat, lontong memiliki beberapa manfaat kesehatan jika dikonsumsi secara bijak:
- Sumber energi yang baik
- Mengandung serat untuk pencernaan
- Rendah lemak dan kolesterol
- Mengandung vitamin B kompleks
- Sumber mineral seperti zat besi dan fosfor
Namun perlu diingat untuk mengonsumsi lontong secara seimbang dan tidak berlebihan, terutama bagi penderita diabetes.
Cara Menyimpan dan Menghangatkan Lontong
Agar lontong tetap segar dan tahan lama, ikuti tips penyimpanan berikut:
- Simpan lontong dalam wadah tertutup rapat
- Masukkan ke dalam kulkas (bisa tahan 3-4 hari)
- Jangan menyimpan lontong dalam suhu ruang terlalu lama
- Untuk menghangatkan, kukus selama 10-15 menit
- Hindari memanaskan dengan microwave agar tidak kering
Dengan penyimpanan yang tepat, lontong bisa bertahan lebih lama dan tetap lezat saat dihidangkan kembali.
Advertisement
Inovasi Lontong Modern
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3066523/original/046526800_1583217317-shutterstock_1314526769.jpg)
Seiring perkembangan kuliner, lontong kini hadir dalam berbagai inovasi modern seperti:
- Lontong isi: Diisi dengan berbagai lauk seperti ayam, daging, atau sayuran.
- Lontong sayur instan: Lontong dan kuah sayur dalam kemasan praktis.
- Lontong goreng: Lontong yang digoreng crispy sebagai camilan.
- Lontong sushi: Perpaduan lontong dengan konsep sushi Jepang.
- Lontong bakar: Lontong yang dipanggang dengan bumbu khas.
Inovasi ini menunjukkan bahwa lontong bisa diadaptasi dalam berbagai kreasi kuliner modern tanpa kehilangan cita rasa khasnya.
Peralatan yang Dibutuhkan untuk Membuat Lontong
Untuk membuat lontong, Anda memerlukan beberapa peralatan dasar seperti:
- Panci besar untuk merebus
- Daun pisang atau plastik untuk membungkus
- Tali atau tusuk gigi untuk mengikat
- Sendok nasi untuk mengisi beras
- Pisau untuk memotong daun atau plastik
- Talenan sebagai alas memotong
- Wadah untuk meniriskan lontong
Pastikan semua peralatan bersih dan dalam kondisi baik sebelum digunakan.
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Membuat Lontong
Â
Berapa lama waktu ideal merebus lontong?
Sekitar 4-5 jam untuk metode tradisional, atau 2-3 jam untuk metode plastik.
Apakah bisa membuat lontong tanpa daun pisang atau plastik?
Bisa, dengan menggunakan cetakan khusus lontong atau metode rice cooker.
Mengapa lontong saya sering pecah saat direbus?
Biasanya karena pengisian beras terlalu penuh atau ikatan kurang kencang.
Berapa lama lontong bisa bertahan di suhu ruang?
Maksimal 1 hari, lebih dari itu sebaiknya disimpan di kulkas.
Apakah bisa membuat lontong dengan beras ketan?
Bisa, namun teksturnya akan lebih lengket dan padat dibanding beras biasa.
Dengan memahami jawaban dari pertanyaan-pertanyaan umum ini, Anda bisa lebih percaya diri dalam membuat lontong.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3555099/original/AGNmyxYsmp2O0yLNbyo5fE5y6vCzeKFPb4GWb-vYY2F9%3Ds96-c.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133215/original/077245000_1589944942-lontong_sayur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259349/original/006649100_1781496292-16568785077878889185.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261933/original/063559100_1781763073-Pagar_Tembok_Tinggi_dengan_Tanaman_Hijau.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265469/original/000648300_1782112834-Tempat_Jemur_untuk_Rumah_yang_Tidak_Punya_Halaman_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545157/original/096358100_1775128206-Cabai_Rawit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265187/original/040597200_1782110940-8242eb1d-9a54-4997-b0c3-82a93c9ef141.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265175/original/085771900_1782110376-Desain_Gerbang_Rumah_Minimalis_yang_Sulit_Dibobol.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264304/original/066601900_1782106287-ChatGPT_Image_Jun_22__2026__12_29_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264293/original/012492800_1782105583-1b39a4c7-a101-49a3-9e86-f5799109ba84.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264290/original/089610500_1782105361-6402086857478612764.jpeg)