Liputan6.com, Jakarta Makan adalah aktivitas sehari-hari yang sering dianggap sederhana, padahal dalam Islam setiap langkah memiliki nilai ibadah jika dilakukan dengan adab yang benar. Salah satu di antaranya adalah membaca doa sebelum makan. Doa ini bukan sekadar ucapan pembuka, tetapi bentuk rasa syukur sekaligus pengingat bahwa semua rezeki datang dari Allah SWT.
Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya doa sebelum makan agar makanan yang dikonsumsi menjadi berkah dan jauh dari gangguan setan. Selain doa, adab makan seperti menggunakan tangan kanan, tidak berlebihan, serta berbagi dengan orang lain juga menjadi bagian dari sunnah yang sebaiknya diamalkan.
Artikel ini akan mengulas doa sebelum makan sesuai sunnah, lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya, serta adab makan yang dianjurkan. Tak hanya itu, akan dibahas pula hikmah di balik doa sederhana ini, mulai dari menjaga keberkahan rezeki hingga melatih kebersamaan dalam keluarga. Dengan memahaminya, aktivitas makan sehari-hari bisa terasa lebih bermakna.
Advertisement
Makna dan Tujuan Doa Sebelum Makan dalam Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4476505/original/028696200_1687402340-portrait-interpreter-teaching-sign-language.jpg)
Doa sebelum makan dalam Islam memiliki makna mendalam sebagai bentuk pengakuan bahwa setiap rezeki berasal dari Allah SWT. Firman Allah dalam Al-Qur'an menegaskan pentingnya bersyukur atas nikmat makanan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." (QS. Al-Baqarah: 172)
Dalam buku "Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian" karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag, dijelaskan bahwa membaca basmalah sebelum makan memiliki hikmah perlindungan dari syaitan. Sebab setan akan menganggap makanan dan minuman yang hendak kita makan itu juga halal baginya sehingga dia ikut makan kecuali kalau kita membaca basmalah terlebih dahulu (HR. Muslim).
Doa sebelum makan juga mengajarkan nilai kesederhanaan dan rendah hati. Dengan mengucapkan doa, seorang muslim diingatkan bahwa makanan, sekecil apa pun, adalah nikmat yang patut disyukuri. Hal ini menumbuhkan sikap tawadhu dan menghindarkan sifat sombong atas rezeki yang diterima.
Selain itu, doa sebelum makan menjadi sarana untuk memohon agar makanan yang dikonsumsi membawa keberkahan, baik bagi jasmani maupun rohani. Doa ini juga menjadi pengingat agar umat Islam selalu menjaga kehalalan makanan yang dikonsumsi dan tidak terburu-buru dalam menikmati rezeki, melainkan memulai dengan kesadaran spiritual.
Advertisement
Bacaan Doa Sebelum Makan dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2763588/original/067552500_1553765349-9.jpg)
Doa sebelum makan yang diajarkan Rasulullah SAW memiliki redaksi yang sederhana namun penuh makna. Bacaan utama yang dianjurkan adalah:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Bismillahir rahmanir rahim, Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar." "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, berkahilah kami pada rezeki yang telah Engkau berikan dan lindungilah kami dari siksa api neraka."
Bagi yang lupa membaca doa sebelum makan dan baru teringat ketika sudah mulai makan, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus:
بِسْمِ اللهِ أَوَّلُهُ وَآخِرُهُ
"Bismillahi awwaluhu wa aakhiruhu." "Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya."
Hadits yang diriwayatkan Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Jika salah seorang kalian hendak makan, sebutlah nama Allah Ta'ala, jika terlupa katakanlah (doa di atas)."
Terdapat kisah menarik yang menunjukkan pentingnya membaca basmalah. Diriwayatkan dari Umayyah bin Makhsyi, seorang sahabat Nabi berkata: "Rasulullah SAW sedang duduk, kemudian ada seseorang yang makan tanpa menyebut nama Allah, hingga makanannya tersisa sesuap saja. Ketika dia mengangkat tangannya pada suapan terakhir itu, dia membaca doa tersebut." Nabi Muhammad SAW tertawa dan bersabda: "Syaitan sedang makan bersamanya, akan tetapi ketika dia menyebut nama Allah, syaitan memuntahkan apa yang ada di perutnya."
Doa Khusus untuk Jenis Makanan Tertentu
Dalam buku "Doa dan Dzikir 3 Bahasa" karya Sa'id bin Ali bin Wahf Al Qahthani, dijelaskan bahwa terdapat doa khusus untuk jenis makanan tertentu. Barangsiapa diberi makanan oleh Allah, maka ia hendaknya membaca:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ
"Allahumma baarik lanaa fii hii wa ath'imnaa khairan minhu."
"Ya Allah, berilah kami berkah dengan makanan ini dan berilah kami makanan yang lebih baik."
Apabila diberi rezeki berupa susu, maka sebaiknya membaca:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ
"Allahumma baarik lanaa fiihii wazidnaa minhu."
"Ya Allah, berilah kami berkah dengan minuman ini dan berilah tambahan lagi darinya."
Perbedaan doa ini menunjukkan bahwa susu memiliki keistimewaan khusus, sehingga kita memohon tambahan darinya, sedangkan untuk makanan lain kita memohon yang lebih baik.
Advertisement
Adab Makan dalam Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371786/original/024496200_1476262187-20161012-Hari-Asyura-Temanggung-BH4.jpg)
Doa sebelum makan tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari rangkaian adab makan yang komprehensif. Berdasarkan penjelasan dalam buku "Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian", adab makan dalam Islam meliputi:
Persiapan Sebelum Makan
Mencuci tangan sebelum makan merupakan langkah pertama yang dianjurkan. Selain itu, seorang muslim hendaknya meniatkan makan dan minum untuk menguatkan badan agar dapat melakukan ibadah kepada Allah. Niat ini mengubah aktivitas makan dari sekadar memenuhi kebutuhan biologis menjadi ibadah yang bernilai pahala.
Merasa ridha dengan makanan yang dihidangkan dan mensyukurinya sebagai karunia atau rezeki dari Allah SWT juga merupakan sikap yang dianjurkan. Sikap ini menumbuhkan rasa syukur dan menghindarkan dari sifat mengeluh atau mencela makanan.
Etika Saat Makan
Makan harus menggunakan tangan kanan bagi yang mampu, sebab setan makan dengan tangan kiri (HR. Muslim). Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk memakan makanan yang terdekat, sebagaimana sabda beliau kepada Umar bin Abu Salma: "Nak, baca dulu bismillah. Makan dengan tangan kanan. Dan ambillah makanan-makanan yang dekat dengan mu." (HR Bukhari)
Memakan makanan sampai habis dan mengambil sisa makanan yang terjatuh juga merupakan adab yang diajarkan. Bahkan menjilati sisa makanan yang menempel di jari-jemari sampai bersih adalah sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Makan dan minum sambil duduk adalah posisi yang dianjurkan. Makan harus dilakukan dengan tenang dan mengunyahnya dengan perlahan-lahan. Sebaiknya makan bersama-sama, baik bersama keluarga, teman atau pembantu, karena hal ini mendatangkan keberkahan.
Prinsip Moderasi dalam Makan
Islam mengajarkan prinsip moderasi dalam makan. Makan pada saat sudah lapar dan berhenti sebelum kenyang, sehingga perut terisi sepertiga dari makanan, sepertiga dari minuman dan sepertiga dari udara. Prinsip ini tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga melatih pengendalian diri.
Berkumur setelah makan dan menelan sisa-sisa makan juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan mulut dan memastikan tidak ada makanan yang terbuang.
Hal-Hal yang Perlu Dihindari saat Makan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192407/original/080812300_1665799191-asian-japanese-woman-has-breakfast-home__1_.jpg)
Selain adab yang dianjurkan, terdapat pula hal-hal yang perlu dihindari saat makan. Tidak makan makanan yang panas dan tidak pula meniupnya merupakan salah satu etika yang diajarkan. Saat minum, terlebih dahulu harus menghirup napas dan kemudian meneguknya, tidak boleh bernapas pada saat sedang minum.
Tidak boleh makan atau minum sambil berdiri, kecuali dalam keadaan darurat. Bila makan bersama, tidak boleh terlalu sering memandang pada teman atau orang lain yang ikut makan karena hal itu akan menimbulkan kesan bahwa ia seakan diawasi.
Tidak boleh menggunakan tempat makan yang terbuat dari emas dan perak. Bila sedang menjamu tamu, tidak patut mendahului tamu saat makan. Sebaiknya, dahulukan tamu untuk mengambil makanan terlebih dahulu.
Tidak boleh menelan makanan yang belum dikunyah dengan halus karena hal itu akan merusak pencernaan dan tidak sehat bagi tubuh. Tidak boleh meniatkan makan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah, dan tidak boleh makan terlalu berlebihan dengan menuruti rasa suka pada makanan.
Yang paling penting, tidak boleh menyisakan makanan dan membuangnya dengan percuma, serta tidak boleh mencela makanan sekalipun kita tidak menyukainya.
Advertisement
Doa Setelah Makan
Setelah selesai makan, seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa penutup sebagai bentuk syukur:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Alhamdu lillaahil ladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa minal muslimin."
"Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami memeluk agama Islam."
Terdapat juga doa lain yang diriwayatkan dari Mu'adz bin Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang makan suatu makanan kemudian berdoa: 'Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dengan makanan ini dan menjadikannya rezeki untukku, tanpa daya dan kekuatan dariku', maka akan diampuni dosanya yang terdahulu." (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)
Hikmah dan Manfaat Membaca Doa Sebelum Makan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3986330/original/014129400_1649211475-AP22095533148376.jpg)
Membaca doa sebelum makan memiliki hikmah yang mendalam, baik dari segi spiritual maupun praktis. Dari segi spiritual, doa ini menjadi sarana untuk selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas, sehingga makan menjadi ibadah yang bernilai pahala.
Doa sebelum makan juga berfungsi sebagai perlindungan dari syaitan. Hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang masuk ke dalam rumahnya, lalu ia menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika menghadapi makanannya, maka setan akan berkata kepada teman-temannya, 'Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada pula makan malam untuk kalian.'"
Dari segi psikologis, membaca doa sebelum makan menumbuhkan rasa syukur dan kepuasan batin. Seseorang yang selalu bersyukur akan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya dan terhindar dari sifat rakus atau tamak.
Secara sosial, adab makan yang diawali dengan doa mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama. Ketika makan bersama, doa yang dibaca bersama-sama akan memperkuat ikatan persaudaraan.
Advertisement
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah wajib membaca doa sebelum makan?
Membaca doa sebelum makan adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) berdasarkan hadits-hadits shahih. Meskipun tidak wajib, amalan ini sangat dianjurkan karena mendatangkan keberkahan dan perlindungan dari syaitan.
Bagaimana jika lupa membaca doa sebelum makan?
Jika lupa membaca doa sebelum makan dan baru teringat saat sudah mulai makan, bacalah: "Bismillahi awwaluhu wa aakhiruhu" (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).
Apakah boleh membaca doa sebelum makan dalam bahasa Indonesia?
Lebih utama membaca doa dalam bahasa Arab sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW. Namun, jika belum hafal, boleh membaca terjemahannya sambil berusaha menghafal bacaan Arabnya.
Apakah doa sebelum makan berbeda untuk setiap jenis makanan?
Pada umumnya doa yang dibaca sama, namun terdapat doa khusus untuk makanan tertentu seperti susu. Yang terpenting adalah membaca basmalah dan memohon keberkahan dari Allah SWT.
Bagaimana adab makan saat bersama non-muslim?
Seorang muslim tetap dianjurkan membaca doa sebelum makan meskipun bersama non-muslim. Hal ini dapat dilakukan dengan suara pelan atau dalam hati, sambil tetap menghormati keberagaman yang ada.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299546/original/056513500_1784263210-Screenshot_2026-07-17_111351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5151380/original/086607800_1741158200-pray-6268224_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299908/original/050735200_1784278434-000_B8U93QE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297102/original/031972000_1784078886-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299466/original/011004700_1784258669-000_B8YD28N.jpg)