Liputan6.com, Jakarta Sitasi adalah bagian penting dalam penulisan karya ilmiah yang berfungsi memberikan kredit kepada sumber asli dan memperkuat argumen yang disampaikan. Dalam dunia akademik, setiap detail penulisan sitasi diatur oleh kaidah tertentu, termasuk saat mencantumkan sumber yang ditulis oleh dua orang penulis. Kesalahan dalam menulis sitasi bukan hanya mengurangi kredibilitas karya, tetapi juga dapat menimbulkan masalah etika akademik.
Menulis sitasi untuk dua orang penulis memiliki aturan khusus yang harus dipahami, baik dalam teks maupun pada daftar pustaka. Aturan ini dapat berbeda tergantung gaya penulisan yang digunakan, seperti APA, MLA, atau Chicago. Dengan memahami kaidah yang tepat, penulis dapat memastikan karyanya sesuai standar akademik dan terhindar dari plagiarisme.
Pengertian dan Fungsi Sitasi
Sitasi adalah pengutipan atau perujukan terhadap karya ilmiah lain yang digunakan sebagai sumber referensi dalam penulisan karya ilmiah. KBBI memberi definisi sitasi (kutipan) sebagai kegiatan pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri.
Fungsi utama sitasi adalah:
- Memberikan pengakuan terhadap karya orang lain yang dirujuk
- Menghindari plagiarisme dengan mencantumkan sumber rujukan
- Memudahkan pembaca melacak sumber asli informasi yang dikutip
- Menunjukkan keluasan referensi yang digunakan penulis
- Memperkuat argumen dan kredibilitas tulisan
Dalam penulisan sitasi, terdapat beberapa gaya atau format yang umum digunakan seperti APA, MLA, Chicago, dan lainnya. Masing-masing memiliki aturan penulisan yang berbeda namun pada prinsipnya sama yaitu mencantumkan informasi penulis, tahun terbit, dan sumber referensi.
Advertisement
Aturan Umum Penulisan Sitasi 2 Orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5122137/original/043804300_1738730936-1738725954577_sitasi-adalah.jpg)
Menulis sitasi untuk referensi yang memiliki dua penulis memerlukan ketelitian agar sesuai dengan kaidah akademik. Setiap elemen dalam sitasi, mulai dari nama penulis hingga penempatan tahun terbit, memiliki aturan yang jelas. Dengan mengikuti aturan ini, penulisan akan terlihat profesional dan memudahkan pembaca menemukan sumber asli.
Berikut adalah beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan dalam menulis sitasi untuk referensi dengan dua penulis:
- Cantumkan nama belakang kedua penulis
- Gunakan kata penghubung "dan" atau simbol "&" di antara nama penulis
- Tulis tahun terbit dalam tanda kurung
- Letakkan sitasi di awal atau akhir kalimat yang mengutip
- Konsisten dalam penggunaan format sitasi
Contoh penulisan sitasi 2 orang di awal kalimat:
Menurut Wijaya dan Sari (2021), metode pembelajaran daring efektif meningkatkan motivasi belajar siswa.
Contoh penulisan sitasi 2 orang di akhir kalimat:
Metode pembelajaran daring terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa (Wijaya & Sari, 2021).
Format Penulisan Sitasi 2 Orang Berdasarkan Gaya Sitasi
Setiap gaya sitasi memiliki aturan penulisan tersendiri, termasuk saat mencantumkan sumber yang ditulis oleh dua orang penulis. Perbedaan ini terlihat pada penggunaan tanda baca, kata penghubung, hingga urutan elemen sitasi. Dengan memahami format yang berlaku di masing-masing gaya, penulis dapat menyajikan referensi secara konsisten dan sesuai standar akademik.
Berikut adalah panduan penulisan sitasi 2 orang untuk beberapa gaya sitasi yang umum digunakan:
1. Gaya APA (American Psychological Association)
Mengutip APA Referencing System yang disusun Tim Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya (2019), gaya pengutipan APA adalah gaya yang berlaku umum berformat penulis-tanggal (author-date) yang digunakan untuk mengutip dan memberikan sumber informasi untuk tugas tertulis maupun publikasi ilmiah.
Format: (Nama belakang Penulis 1 & Nama belakang Penulis 2, Tahun)
Contoh dalam teks: (Smith & Jones, 2020)
Contoh dalam daftar pustaka:
Smith, J. A., & Jones, B. C. (2020). Judul buku. Penerbit.
2. Gaya MLA (Modern Language Association)
Mengutip situs resmi Telkom University, MLA atau Modern Language Association banyak digunakan untuk penulisan dalam bidang bahasa Inggris dan Humanities. Gaya MLA ini dirancang dengan sangat sederhana untuk mempermudah penulis dalam pengutipan. Ada beberapa ciri gaya penulisan MLA Style. Pertama, nama penulis ditulis lengkap dengan nama belakang dituliskan di depan. Kedua, tahun terbit terletak di bagian akhir. Ketiga, kutipan pada halaman cukup dengan menuliskan kata akhir dan nomor halaman kutipan.
Format: (Nama belakang Penulis 1 dan Nama belakang Penulis 2 Halaman)
Contoh dalam teks: (Smith and Jones 25)
Contoh dalam daftar pustaka:
Smith, John A., and Barbara C. Jones. Judul Buku. Penerbit, 2020.
3. Gaya Chicago
Mengutip situs deepublish, pada gaya Chicago, jika buku yang dijadikan sumber ditulis dua penulis, maka penulis pertama nama dibalik. Sementara penulis kedua ditulis lengkap tanpa dibalik. Formatnya menjadi:Â
Nama awal dan kedua penulis pertama dan nama awal dan kedua penulis kedua. Tahun publikasi. Judul buku. Kota {meliputi negara, provinsi, atau kota}: Penerbit.
Kutipan:
…kutipan… (Bailey and Peoples 1999, 96-99)
…kutipan… (Bailey and Peoples 1999)
Daftar pustaka:Â
Bailey, Garrick, and James Peoples. 1999. Introduction to cultural anthropology. Belmont, CA: Thomson Wadsworth
Â
Advertisement
Tips Menulis Sitasi 2 Orang dengan Benar
Menulis sitasi untuk dua penulis tidak hanya soal mengikuti format, tetapi juga memastikan ketelitian dalam setiap detailnya. Kesalahan kecil seperti penulisan nama atau penggunaan kata penghubung yang tidak konsisten dapat mengurangi kredibilitas karya tulis. Dengan memperhatikan tips berikut, Anda dapat membuat sitasi yang rapi, akurat, dan sesuai kaidah akademik.
Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda menulis sitasi 2 orang dengan tepat:
- Pastikan mencantumkan nama belakang kedua penulis dengan benar
- Gunakan kata penghubung yang sesuai ("dan" atau "&") secara konsisten
- Perhatikan urutan nama penulis sesuai yang tertera di sumber asli
- Cantumkan tahun terbit yang tepat
- Letakkan sitasi sedekat mungkin dengan informasi yang dikutip
- Gunakan format sitasi yang sama di seluruh naskah
- Periksa kembali sitasi untuk memastikan keakuratan informasi
Kesalahan Umum dalam Penulisan Sitasi 2 Orang
Dalam praktiknya, masih banyak penulis yang melakukan kesalahan saat menulis sitasi untuk dua penulis. Kesalahan ini bisa berdampak pada kredibilitas karya dan menyulitkan pembaca menemukan sumber aslinya. Dengan mengetahui beberapa kesalahan umum berikut, Anda dapat lebih berhati-hati dan memastikan sitasi sesuai kaidah akademik.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan sitasi 2 orang antara lain:
- Hanya mencantumkan nama satu penulis
- Salah menuliskan nama belakang penulis
- Tidak konsisten dalam penggunaan kata penghubung
- Mencantumkan tahun terbit yang salah
- Menempatkan sitasi terlalu jauh dari informasi yang dikutip
- Mencampuradukkan format sitasi yang berbeda
- Tidak menyertakan sitasi dalam daftar pustaka
Advertisement
Pentingnya Konsistensi dalam Penulisan Sitasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314228/original/068626700_1755070116-Screenshot_2025-08-13_140858.jpg)
Konsistensi adalah salah satu aspek terpenting dalam penulisan sitasi akademik. Tanpa konsistensi, sitasi bisa terlihat berantakan dan membingungkan pembaca. Dengan menerapkan aturan yang sama dari awal hingga akhir naskah, Anda dapat menjaga kualitas karya tulis sekaligus mempermudah pembaca melacak sumber referensi.
Beberapa hal yang perlu dijaga konsistensinya antara lain:
- Format penulisan sitasi (APA, MLA, Chicago, dll)
- Penggunaan kata penghubung ("dan" atau "&")
- Penempatan sitasi (di awal atau akhir kalimat)
- Penulisan nama penulis dan tahun terbit
- Kesesuaian antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka
Dengan menjaga konsistensi, karya ilmiah Anda akan terlihat lebih rapi dan profesional. Selain itu, konsistensi juga memudahkan pembaca dalam melacak sumber referensi yang digunakan.
People Also Ask
Bagaimana cara menulis sitasi untuk dua penulis dalam gaya APA?
Dalam gaya APA, tuliskan nama belakang kedua penulis dan hubungkan dengan tanda ampersand (&) jika sitasi berada di dalam tanda kurung. Contohnya: (Smith & Jones, 2020). Jika sitasi berada di dalam teks, gunakan kata "dan": Menurut Smith dan Jones (2020), ....
Apa perbedaan penulisan sitasi dua penulis pada gaya APA, MLA, dan Chicago?
APA: Menggunakan "&" dalam tanda kurung dan "dan" dalam teks.
MLA: Menggunakan "and" tanpa tanda kurung di dalam teks, dan mencantumkan nomor halaman jika ada, misalnya (Smith and Jones 25).
Chicago: Mirip dengan MLA, tetapi biasanya menambahkan tahun setelah nama penulis, misalnya (Smith and Jones 2020, 25).
Apakah nama kedua penulis harus selalu dicantumkan dalam sitasi?
Ya, untuk karya yang ditulis oleh dua penulis, kedua nama harus selalu dicantumkan setiap kali sitasi digunakan. Hal ini berlaku untuk semua gaya penulisan sitasi agar pembaca dapat dengan mudah mengidentifikasi sumber.
Bagaimana cara menulis sitasi dua penulis di awal dan akhir kalimat yang mengutip?
Awal kalimat: Gunakan format naratif, misalnya Menurut Smith dan Jones (2020), metode ini efektif....
Akhir kalimat: Gunakan format dalam tanda kurung, misalnya Metode ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar (Smith & Jones, 2020).
Â
Â
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334903/original/053454000_1787904698-HOAX__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314227/original/062783400_1755070113-cujXu7yalc.jpg)