Liputan6.com, Jakarta Mimpi merupakan fenomena yang sering dialami manusia saat tidur. Dalam ajaran Islam, mimpi dipandang sebagai salah satu cara Allah SWT berkomunikasi dengan hamba-Nya. Salah satu mimpi yang kerap menimbulkan keresahan adalah mimpi tentang anak sendiri yang hilang. Bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai mimpi ini? Mari kita telusuri lebih lanjut makna dan hikmah di baliknya.
Mimpi Anak Hilang dalam Islam
Dalam perspektif Islam, mimpi anak hilang dapat diartikan sebagai pengalaman spiritual yang terjadi saat seseorang tertidur, di mana ia melihat atau merasakan kehilangan anaknya. Meski terasa nyata, mimpi ini bukanlah kejadian sebenarnya melainkan sebuah isyarat atau pesan yang perlu ditafsirkan dengan bijak.
Para ulama membagi mimpi menjadi tiga kategori:
- Mimpi yang berasal dari Allah SWT (ru'yah)
- Mimpi yang berasal dari bisikan setan
- Mimpi yang berasal dari pikiran atau pengalaman sehari-hari
Mimpi anak hilang bisa termasuk dalam salah satu kategori di atas, tergantung pada konteks dan keadaan orang yang bermimpi. Penting untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa mimpi tersebut adalah firasat buruk, melainkan mencoba memahami maknanya dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.
Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
"Mimpi yang baik berasal dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk berasal dari setan. Maka apabila salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali dan berlindung kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut, maka mimpi itu tidak akan membahayakannya."
Berdasarkan hadits ini, kita dianjurkan untuk tetap berprasangka baik kepada Allah SWT dan tidak terlalu khawatir dengan mimpi buruk yang dialami. Namun, kita juga perlu introspeksi diri dan mengambil pelajaran dari mimpi tersebut.
Advertisement
Tafsir Mimpi Anak Hilang Menurut Para Ulama
Para ulama dan ahli tafsir mimpi dalam Islam memiliki beragam pandangan mengenai arti mimpi anak hilang. Berikut beberapa tafsir yang umum disampaikan:
- Peringatan untuk lebih memperhatikan anak: Mimpi ini bisa menjadi isyarat agar orang tua lebih memperhatikan pendidikan, kesehatan, dan perkembangan spiritual anak-anaknya.
- Tanda kehilangan arah dalam hidup: Anak dalam mimpi bisa melambangkan harapan atau cita-cita. Kehilangan anak mungkin menandakan perasaan kehilangan arah atau tujuan hidup.
- Kekhawatiran akan masa depan: Mimpi ini bisa mencerminkan kecemasan orang tua terhadap masa depan anaknya, terutama dalam hal pendidikan, karir, atau jodoh.
- Peringatan akan cobaan: Beberapa ulama menafsirkan mimpi ini sebagai isyarat akan datangnya ujian atau cobaan dalam hidup, khususnya yang berkaitan dengan anak atau keluarga.
- Tanda perubahan besar: Kehilangan anak dalam mimpi bisa melambangkan akan adanya perubahan signifikan dalam hidup, baik itu perubahan positif maupun tantangan yang harus dihadapi.
Penting untuk diingat bahwa tafsir mimpi bukanlah ilmu pasti. Setiap mimpi perlu ditafsirkan dengan mempertimbangkan konteks kehidupan, kondisi psikologis, dan spiritual orang yang bermimpi. Selain itu, kita dianjurkan untuk tidak terlalu bergantung pada tafsir mimpi dan tetap fokus pada ibadah serta amal saleh dalam kehidupan nyata.
Jenis-jenis Mimpi Anak Hilang dan Maknanya
Mimpi tentang anak hilang dapat muncul dalam berbagai variasi. Berikut beberapa jenis mimpi anak hilang yang umum terjadi beserta kemungkinan maknanya:
-
Mimpi anak hilang di keramaian:
Mimpi ini mungkin mencerminkan perasaan kewalahan dalam menjalani kehidupan yang sibuk dan penuh tantangan. Anda mungkin merasa kesulitan menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, termasuk tanggung jawab sebagai orang tua.
-
Mimpi anak hilang di rumah sendiri:
Hal ini bisa menandakan adanya masalah komunikasi atau hubungan yang renggang dalam keluarga. Mungkin ada perasaan bahwa Anda kurang memahami atau terhubung dengan anak Anda meskipun berada di lingkungan yang sama.
-
Mimpi anak hilang dan kemudian ditemukan:
Mimpi seperti ini sering kali membawa pesan positif. Ini bisa berarti Anda akan menemukan solusi atas masalah yang sedang dihadapi atau akan mendapatkan kembali sesuatu yang hilang dalam hidup Anda.
-
Mimpi anak hilang dan tidak ditemukan:
Mimpi ini mungkin mencerminkan ketakutan terdalam Anda akan kehilangan sesuatu yang berharga. Ini bisa jadi panggilan untuk lebih menghargai dan menjaga hal-hal penting dalam hidup Anda.
-
Mimpi anak hilang karena diculik:
Mimpi ini bisa menggambarkan perasaan tidak berdaya atau kurangnya kontrol dalam situasi tertentu di kehidupan nyata. Mungkin ada faktor eksternal yang Anda rasa mengancam kebahagiaan atau kesejahteraan keluarga Anda.
Perlu diingat bahwa interpretasi mimpi sangat subjektif dan dapat berbeda-beda tergantung pada konteks kehidupan masing-masing individu. Dalam Islam, kita dianjurkan untuk tidak terlalu bergantung pada tafsir mimpi, melainkan menjadikannya sebagai bahan introspeksi diri dan motivasi untuk berbuat kebaikan.
Advertisement
Penyebab Mimpi Anak Hilang
Mimpi tentang anak hilang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat psikologis maupun spiritual. Berikut beberapa kemungkinan penyebab mimpi anak hilang:
-
Kecemasan dan ketakutan:
Perasaan cemas yang berlebihan tentang keselamatan anak atau masa depan keluarga bisa memicu mimpi semacam ini. Kecemasan ini mungkin berasal dari berita-berita negatif yang sering didengar atau pengalaman traumatis di masa lalu.
-
Stres dan tekanan hidup:
Beban pekerjaan, masalah keuangan, atau konflik dalam rumah tangga bisa menyebabkan stres yang kemudian termanifestasi dalam mimpi. Anak yang hilang dalam mimpi bisa melambangkan hilangnya ketenangan atau kebahagiaan dalam hidup.
-
Perasaan bersalah:
Jika Anda merasa kurang memberikan perhatian atau waktu yang cukup untuk anak, perasaan bersalah ini bisa muncul dalam bentuk mimpi anak hilang. Ini mungkin merupakan panggilan bawah sadar untuk lebih memperhatikan keluarga.
-
Fase perubahan dalam hidup:
Saat menghadapi perubahan besar seperti pindah rumah, berganti pekerjaan, atau anak yang mulai bersekolah, kecemasan akan perubahan ini bisa termanifestasi dalam mimpi anak hilang.
-
Refleksi spiritual:
Dalam konteks Islam, mimpi bisa menjadi bentuk komunikasi spiritual. Mimpi anak hilang mungkin merupakan isyarat untuk lebih memperhatikan aspek spiritual dalam mendidik anak atau peringatan akan pentingnya menjaga amanah yang diberikan Allah SWT.
Memahami penyebab di balik mimpi anak hilang bisa membantu kita menyikapi mimpi tersebut dengan lebih bijak. Alih-alih hanya merasa cemas, kita bisa menggunakan mimpi ini sebagai bahan introspeksi dan motivasi untuk memperbaiki diri serta hubungan dengan keluarga.
Dampak Psikologis Mimpi Anak Hilang
Mimpi tentang anak hilang dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan pada orang yang mengalaminya. Berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi:
-
Kecemasan berlebihan:
Mimpi ini bisa memicu rasa cemas yang berlebihan terhadap keselamatan anak, bahkan setelah terbangun. Orang tua mungkin menjadi terlalu protektif atau paranoid dalam menjaga anaknya.
-
Gangguan tidur:
Ketakutan akan mengalami mimpi serupa bisa menyebabkan kesulitan tidur atau insomnia. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental jika berlangsung lama.
-
Perasaan tidak berdaya:
Mimpi kehilangan anak bisa menimbulkan perasaan tidak berdaya atau gagal sebagai orang tua. Ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri dalam mengasuh anak.
-
Stres dan depresi:
Jika mimpi ini terjadi berulang kali, bisa menimbulkan stres kronis atau bahkan gejala depresi. Perasaan kehilangan yang intens dalam mimpi bisa terbawa ke kehidupan nyata.
-
Perubahan perilaku:
Sebagai respon terhadap mimpi, orang tua mungkin mengubah pola asuh mereka. Misalnya, menjadi terlalu mengekang atau sebaliknya, terlalu memanjakan anak karena takut kehilangan.
Dalam menghadapi dampak psikologis ini, penting untuk mengingat ajaran Islam tentang tawakkal (berserah diri kepada Allah) dan husnudzon (berprasangka baik). Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: 'Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).'" (HR. Bukhari)
Dengan berprasangka baik kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas izin-Nya, kita bisa lebih tenang dalam menyikapi mimpi buruk dan dampak psikologisnya. Jika dampak psikologis dirasa terlalu berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli psikologi atau konselor Islam yang terpercaya.
Advertisement
Cara Menyikapi Mimpi Anak Hilang
Menghadapi mimpi tentang anak hilang bisa menjadi pengalaman yang mengganggu. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyikapi mimpi ini dengan bijak sesuai ajaran Islam:
-
Berdoa dan berdzikir:
Setelah mengalami mimpi buruk, dianjurkan untuk segera berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Bacalah doa:
"A'udzu billahi minasy syaithanir rajim" (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)
Lanjutkan dengan berdzikir dan mengingat Allah untuk menenangkan hati.
-
Introspeksi diri:
Jadikan mimpi ini sebagai momentum untuk mengevaluasi diri. Apakah ada aspek dalam pengasuhan anak atau kehidupan spiritual yang perlu diperbaiki?
-
Perbanyak ibadah:
Tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, seperti shalat tahajud, membaca Al-Qur'an, atau bersedekah. Ini bisa membantu menenangkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
-
Komunikasi dengan keluarga:
Diskusikan perasaan Anda dengan pasangan atau anggota keluarga lain. Komunikasi yang terbuka bisa membantu mengurangi kecemasan dan mempererat ikatan keluarga.
-
Fokus pada pendidikan anak:
Alihkan kecemasan menjadi energi positif dengan lebih memperhatikan pendidikan agama dan akhlak anak. Ajarkan nilai-nilai Islam sejak dini sebagai bekal menghadapi kehidupan.
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tidak terlalu khawatir dengan mimpi buruk. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, beliau bersabda:
"Mimpi yang baik berasal dari Allah dan mimpi yang buruk berasal dari setan. Maka barangsiapa yang bermimpi sesuatu yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpinya tersebut, maka mimpi itu tidak akan membahayakannya."
Dengan menyikapi mimpi anak hilang secara positif dan sesuai tuntunan Islam, kita bisa mengambil hikmah dan menjadikannya sebagai motivasi untuk menjadi orang tua yang lebih baik serta hamba Allah yang lebih taat.
Doa dan Dzikir Setelah Mimpi Buruk
Dalam ajaran Islam, doa dan dzikir memiliki kekuatan luar biasa untuk menenangkan jiwa dan memohon perlindungan dari Allah SWT. Berikut beberapa doa dan dzikir yang dianjurkan setelah mengalami mimpi buruk, termasuk mimpi anak hilang:
-
Doa memohon perlindungan:
Bacalah doa berikut tiga kali:
"A'udzu billahi minasy syaithanir rajim wa min syarri haadzal manaam"
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi ini)
-
Dzikir Istighfar:
Perbanyak membaca istighfar untuk memohon ampunan dan perlindungan Allah:
"Astaghfirullahal 'azhim"
(Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung)
-
Membaca Ayat Kursi:
Ayat Kursi memiliki keutamaan dalam memberikan perlindungan. Bacalah Ayat Kursi setelah mengalami mimpi buruk.
-
Doa memohon kebaikan:
Bacalah doa berikut:
"Allahumma inni as-aluka min fadhlika wa rahmatika, fa innahu laa yamlikuhaa illa anta"
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari karunia dan rahmat-Mu, karena sesungguhnya tidak ada yang memilikinya kecuali Engkau)
-
Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir:
Perbanyak membaca:
"Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar"
(Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Allah, Allah Maha Besar)
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tidak menceritakan mimpi buruk kepada orang lain. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, beliau bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian bermimpi yang ia sukai, maka itu dari Allah. Hendaklah ia memuji Allah atasnya dan menceritakannya (kepada orang lain). Adapun jika ia melihat selain itu dari apa yang ia benci, maka itu dari setan. Hendaklah ia memohon perlindungan dari keburukannya dan jangan menceritakannya kepada seorangpun, maka hal itu tidak akan membahayakannya."
Dengan membaca doa dan dzikir setelah mengalami mimpi buruk, kita berharap Allah SWT akan melindungi kita dari segala keburukan dan memberikan ketenangan hati. Ingatlah bahwa kekuatan doa dan dzikir tidak hanya terletak pada lafadznya, tetapi juga pada keikhlasan dan keyakinan hati kita kepada Allah SWT.
Advertisement
Hikmah di Balik Mimpi Anak Hilang
Meskipun mimpi tentang anak hilang bisa menimbulkan kecemasan, sebagai seorang Muslim kita dianjurkan untuk mencari hikmah di balik setiap kejadian. Berikut beberapa hikmah yang mungkin bisa diambil dari mimpi anak hilang:
-
Pengingat akan nikmat Allah:
Mimpi ini bisa menjadi pengingat akan besarnya nikmat memiliki anak. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia..." (QS. Al-Kahfi: 46)
Dengan mimpi ini, kita diingatkan untuk lebih bersyukur atas kehadiran anak-anak kita.
-
Motivasi untuk memperbaiki diri:
Mimpi anak hilang bisa menjadi dorongan untuk introspeksi diri dan memperbaiki kualitas pengasuhan. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW:
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
-
Peningkatan ketakwaan:
Rasa takut kehilangan anak dalam mimpi bisa mendorong kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon perlindungan-Nya.
-
Pembelajaran tentang tawakkal:
Mimpi ini mengajarkan kita untuk lebih bertawakkal kepada Allah, menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
-
Penguatan ikatan keluarga:
Setelah mengalami mimpi seperti ini, kita mungkin terdorong untuk lebih menghargai waktu bersama keluarga dan memperkuat ikatan dengan anak-anak.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap kejadian, bahkan yang terlihat buruk seperti mimpi anak hilang, mungkin memiliki hikmah tersembunyi yang baik bagi kita. Dengan melihat mimpi ini dari perspektif positif dan mengambil pelajaran darinya, kita bisa menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri sebagai hamba Allah dan sebagai orang tua.
Tips Mengatasi Kecemasan Akibat Mimpi Buruk
Mimpi buruk seperti anak hilang bisa menimbulkan kecemasan yang berkelanjutan. Berikut beberapa tips yang bisa membantu mengatasi kecemasan tersebut sesuai dengan ajaran Islam:
-
Perkuat iman dan tawakkal:
Ingatlah bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah SWT. Perkuat keyakinan bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Firman Allah dalam Al-Qur'an:
"...Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya..." (QS. Ath-Thalaq: 3)
-
Rutinkan dzikir dan istighfar:
Perbanyak dzikir dan istighfar untuk menenangkan hati. Rasulullah SAW bersabda:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
-
Lakukan shalat tahajud:
Shalat tahajud di sepertiga malam terakhir bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ketenangan hati. Allah SWT berfirman:
"Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra': 79)
-
Baca dan renungkan Al-Qur'an:
Membaca Al-Qur'an dan merenungkan maknanya bisa memberikan ketenangan dan petunjuk dalam menghadapi kecemasan. Allah SWT berfirman:
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..." (QS. Al-Isra': 82)
-
Perbanyak sedekah:
Sedekah bisa menjadi sarana untuk menolak bala dan mendatangkan ketenangan hati. Rasulullah SAW bersabda:
"Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
Selain tips-tips di atas, penting juga untuk menjaga kesehatan fisik dan mental dengan cara:
- Menjaga pola makan yang sehat dan seimbang
- Berolahraga secara teratur
- Mendapatkan istirahat yang cukup
- Menghindari tontonan atau bacaan yang bisa memicu kecemasan
- Berbagi perasaan dengan orang terdekat atau konselor yang terpercaya
Ingatlah bahwa kecemasan yang berlebihan tidak dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berfirman:
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 139)
Dengan menerapkan tips-tips di atas dan selalu berpegang teguh pada ajaran Islam, insya Allah kecemasan akibat mimpi buruk bisa diatasi dengan baik. Jadikan pengalaman ini sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas diri sebagai hamba-Nya.
Advertisement
Kesimpulan
Mimpi tentang anak sendiri hilang menurut Islam bukanlah sesuatu yang harus ditakuti secara berlebihan. Meskipun bisa menimbulkan kecemasan, mimpi ini sebaiknya disikapi dengan bijak dan positif. Beberapa poin penting yang bisa kita simpulkan:
- Mimpi dalam Islam bisa berasal dari Allah sebagai petunjuk, dari setan sebagai gangguan, atau dari pikiran manusia sendiri sebagai refleksi kehidupan sehari-hari.
- Tafsir mimpi anak hilang bisa beragam, mulai dari peringatan untuk lebih memperhatikan anak, hingga refleksi kecemasan atau perubahan dalam hidup.
- Cara menyikapi mimpi ini adalah dengan berdoa, berdzikir, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
- Penting untuk tidak terlalu bergantung pada tafsir mimpi dan lebih fokus pada upaya memperbaiki diri dan kualitas pengasuhan anak.
- Mimpi bisa menjadi sarana introspeksi dan motivasi untuk menjadi hamba Allah dan orang tua yang lebih baik.
Akhirnya, mari kita ingat firman Allah SWT:
"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6)
Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu optimis dan yakin bahwa setiap ujian, termasuk kecemasan akibat mimpi, pasti ada hikmah dan jalan keluarnya. Dengan berpegang teguh pada ajaran Islam dan terus berusaha memperbaiki diri, insya Allah kita akan mampu menyikapi setiap pengalaman hidup, termasuk mimpi, dengan bijak dan penuh hikmah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9262464/original/038832300_1783158897-1001427620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5036833/original/037332400_1733393671-mimpi-anak-sendiri-hilang-menurut-islam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341831/original/019246600_1788686232-b5fca166-923b-469e-8c16-38b4b266b21c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4508365/original/004814400_1689841888-military-man-suffering-from-ptsd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326747/original/034982200_1787034678-qhmoBxQrjlHXXyTyntskgII1tQNCUv9PeNxDSWkU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4946878/original/040261700_1726645133-pexels-olly-3772612.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339657/original/004732200_1788423815-robert-collins-lP_FbBkMn1c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486437/original/020989100_1769586669-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_14.40.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338071/original/097008800_1788305400-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3239554/original/009878500_1600240359-CjkinzN007058_20200916_CBPFN0A001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337576/original/010645500_1788250667-5499__1_.jpg)