Sukses

Desainer Muda Tanah Air Menyulap Batik Kudus Jadi Lebih Kekinian

Liputan6.com, Jakarta Batik merupakan kain Nusantara yang memiliki keindahan luar biasa. Tidak hanya keindahannya, batik juga kaya akan nilai tradisi dan budaya. Kain batik ini, kini mulai berkembang dan menjadi busana siap pakai dan dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, salah satunya Batik Kudus.

Kepiawaian tangan-tangan desainer muda berbakat Indonesia menyulap kain tradisional Batik Kudus ini menjadi busan ready to wear yang stylish dengan desain yang modern. Hasil karya desainer muda ini dipamerkan melalui peragaan busana bertajuk Kembang Kudus yang hadir dari kerjasama Fashion First Jakarta dengan Ciri Batik Kudus.

"Kami mengajak para desainer muda dan masyarakat untuk mencintai batik. Lewat tangan-tangan desainer dapat mengolah batik lebih menarik, ringan, dan kekinian. Ini menjadi tujuan Fashion First Jakarta menjadikan kain tradisional semakin dicintai semua lapisan masyarakat," kata Deli Makmur Project Director Fashion First Jakarta saat fashion show Kembang Kudus, Selasa (26/9/2017), di Aston Hotel, Setiabudi, Jakarta.

Sebanyak 11 desainer diajak untuk mengeksplorasi keindahan batik kudus dan diaplikasikan pada koleksi mereka yang ringan, unik, dan terkini. Setiap desainer diminta untuk memasukkan Batik Kudus dalam rancangannya sebagai aksen dan dipadukan dengan beragam material lain sesuai dengan DNA masing-masing.

"Batik Kudus memiliki motif-motif dengan keindahan tersendiri. Kami terus melakukan pembinaan kepada generasi para pengrajin muda untuk terus mengembangkan teknik pewarnaan ala yang lebih ramah lingkungan dan motif yang yang modern sehingga kami menyambut baik kolaborasi darii Fashion First Jakarta dengan para desainernya," kata Miranti Serad mewakili Ciri Batik Kudus.

 

 

2 dari 3 halaman

Desainer muda yang terlibat

Desainer-desainer yang menampilkan hasil karya dengan sentuhan Batik Kudus yang tergabung dalam Fashion First Jakarta ini diantaranya Barli Asmara, Amelia Kartikasari, Calla Atelier by Olivia Lazuardy dan Krishandi HArtanto, Cezsz Homme, Day and Night by Yelle, Deden Siswanto, Dua Tandamata by Astrid dan Dini, Natalia Kiantoro, no'om no'mi by Soetjipto Hoeijaja, Patrick Owen, dan Rinda Salmun.

3 dari 3 halaman

Koleksi batik kekinian

Semua desainer ini berhasil menampilkan koleksi busana ready to wear yang semakin indah dengan sentuhan Batik Kudus. Terlihat beberapa desainer memadukan dengan material kain lace dengan cutting asimetris yang kekinian. Koleksi-koleksi busana ini juga beragam berupa jumpsuit, blouse, dress, hingga kulot yang stylish.

"Aku menampilkan dua koleksi dari total empat koleksi. Aku senang dengan motif Batik Kudus yang diseleksi langsung oleh Fashion First Jakarta. Batik Kudus ini juga memiliki motif dan warna-warna yang colorful yang sesuai dengan DNA aku," kata Rinda Salmun saat diwawancarai usai fashion show.

Diharapkan dengan semakin banyaknya koleksi ready to wear batik yang relevan dengan kondisi masa kini ini, generasi muda semakin percaya diri memakai batik sehari-sehari.

Loading