Di Balik Cantiknya Batik Ini, Ada Perjuangan Teman Tuli yang Menginspirasi

Di balik cantiknya batik, tersimpan kisah perjuangan teman tuli yang menginspirasi, menghadirkan harapan baru dan makna dalam setiap karya.

Diterbitkan 18 April 2026, 13:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keindahan batik tak hanya terletak pada motif dan warnanya. Di balik setiap goresan canting, tersimpan cerita perjuangan yang jarang tersorot. Salah satunya hadir dari Akademi Batik Tuli di Rumah Batik Palbatu, Jakarta, yang menjadi ruang belajar sekaligus harapan baru bagi teman tuli untuk mandiri secara ekonomi.

Inisiatif ini digagas Budi Dwi Haryanto, sosok yang telah lama berkecimpung dalam dunia batik. Dia melihat adanya kesenjangan akses pendidikan bagi lulusan sekolah luar biasa (SLB), khususnya dalam melanjutkan keterampilan ke tingkat yang lebih profesional.

"Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mengajarkan keterampilan membatik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi bagi peserta," ujar Budi.

Akademi Batik Tuli bukan sekadar tempat pelatihan biasa. Program ini dirancang berkelanjutan dengan kurikulum selama tiga semester. Para peserta diajak memahami proses membatik secara menyeluruh, mulai dari merancang motif, teknik pewarnaan, hingga tahap finishing. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kualitas karya sekaligus memperkuat nilai jual batik yang dihasilkan.

Bagi teman tuli, kesempatan seperti ini menjadi sangat berarti. Keterbatasan akses, biaya, hingga minimnya fasilitas pendidikan lanjutan sering kali menjadi hambatan untuk berkembang. Kehadiran akademi ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, dengan pendekatan inklusif yang membuka peluang belajar tanpa batas.

Lebih dari sekadar keterampilan, proses belajar di Akademi Batik Tuli juga membangun rasa percaya diri. Para peserta didorong untuk mengekspresikan ide melalui motif batik, menjadikan setiap karya sebagai representasi diri mereka.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai pihak, salah satunya PLN UID Jakarta Raya. Haris Andika menyebut bahwa dampak akademi ini sudah terlihat nyata, tidak hanya dari sisi pelatihan, tetapi juga prestasi yang diraih peserta.

"Kami melihat karya-karya yang dihasilkan sudah mampu bersaing dan mendapatkan penghargaan di tingkat provinsi hingga nasional. Ini menunjukkan kualitas yang terus berkembang," kata Haris.

 

Lulusan Akademi Batik Tuli Siap Bersaing di Dunia Kerja

Menurutnya, langkah selanjutnya yang perlu diperkuat adalah sertifikasi kompetensi bagi para peserta. Dengan adanya pengakuan resmi, lulusan Akademi Batik Tuli diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja maupun industri kreatif.

Keberadaan akademi ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan masyarakat. Interaksi yang terjalin tidak hanya memperkenalkan batik sebagai warisan budaya, tetapi juga meningkatkan pemahaman publik terhadap kehidupan dan budaya teman tuli.

Di sisi lain, program ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan sosial. Batik tidak lagi sekadar produk seni, tapi juga menjadi medium untuk menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan banyak orang.

Â