Kisah Budi, Difabel yang Temukan Kesempatan Kedua di Dapur MBG

Kisah inspiratif Budi, difabel yang mendapat pekerjaan di dapur MBG. Dari keterbatasan menjadi harapan baru untuk hidup lebih baik.

Diterbitkan 05 April 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pagi itu, Budi Setiawan (27) sudah lebih dulu tiba di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Meski berstatus sebagai penyandang disabilitas, d tetap menjalankan tugas utamanya membersihkan setiap sudut dapur dengan penuh tanggung jawab.

Bagi Budi, pekerjaan sebagai petugas kebersihan bukan sekadar rutinitas. Ini adalah kesempatan yang telah lama ia nantikan. Budi percaya bahwa konsistensi adalah kunci untuk menjaga kebersihan tetap optimal.

Dari sapu yang digenggamnya setiap pagi, tersimpan cerita tentang harapan, penerimaan, dan kesempatan kedua. Hal-hal sederhana yang kini terasa begitu berarti dalam hidupnya.

Budi mengalami gangguan fisik pada kaki yang membuatnya tidak dapat berjalan normal. Namun, di dapur MBG, keterbatasan tersebut bukanlah penghalang. Budi diterima bukan karena rasa kasihan, melainkan karena kemampuannya dalam bekerja.

"Awalnya ada lowongan sebagai petugas kebersihan di sini, jadi saya melamar. Alhamdulillah diterima," ujarnya dengan senyum.

Lingkungan kerja yang inklusif menjadi alasan utama Budi merasa betah. Dia merasa dihargai dan diperlakukan setara dengan pekerja lainnya.

"Alhamdulillah, saya senang sekali bisa bekerja dan berkumpul dengan teman-teman. Lingkungan di sini menerima kondisi saya," katanya.

Penghasilan yang diperolehnya pun dikelola dengan bijak. Sebagian ditabung, sementara sisanya digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga di rumah.

"Pertama ditabung, kedua bisa membantu keluarga," tambahnya.

Bagi Budi, program MBG bukan hanya soal pekerjaan. Lebih dari itu, program ini membuka peluang untuk kehidupan yang lebih baik, terutama bagi penyandang disabilitas dan masyarakat sekitar yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Oleh sebab itu, Budi berharap program ini dapat terus berlanjut. Banyak harapan yang bergantung pada keberlangsungan program tersebut, termasuk harapannya sendiri.

"Ya, mudah-mudahan bisa berlanjut terus, supaya saya bisa tetap bekerja dan masyarakat sekitar juga punya kesempatan bekerja di sini," ujarnya.

Selama bekerja, Budi mengaku tidak mengalami kendala berarti. Ia menjalani hari-harinya dengan semangat sederhana: bekerja dengan baik dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

Di akhir, Budi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, atas program yang telah membuka jalan baginya.

"Buat Pak Prabowo, terima kasih atas adanya dapur MBG ini. Saya jadi bisa bekerja di sini, dan masyarakat sekitar juga bisa merasakannya," kata Budi.