Liputan6.com, Jakarta Beberapa orang mungkin bertanya-tanya apakah seseorang yang tidak dapat melihat atau buta tetap mengalami mimpi saat tidur, dan jika iya, seperti apa mimpi mereka.
Melansir dari laman Verywell Health pada Jumat, 14 Oktober 2025, meskipun kemampuan visual berbeda, orang buta tetap bermimpi.Â
Namun, jenis mimpi dan pengalaman di dalamnya berbeda-beda tergantung usia saat mereka kehilangan penglihatan. Orang yang kehilangan penglihatan di kemudian hari masih bermimpi dalam warna dan melihat gambar seperti orang yang dapat melihat.
Advertisement
Sementara itu, orang yang buta sejak lahir tidak “melihat” dalam mimpi, tetapi mengalami mimpi melalui indera lain.
Bagaimana Mimpi Terjadi pada Orang Buta?
Mimpi terjadi pada tahap tidur yang disebut rapid eye movement (REM). Pada tahap ini, terjadi perubahan fisiologis seperti relaksasi otot yang dalam, napas yang lebih cepat, gerakan mata yang cepat, serta peningkatan aktivitas otak.
Dalam satu malam, sekitar dua jam waktu tidur dihabiskan untuk bermimpi, dengan jeda oleh tahap tidur lainnya.
Beberapa penelitian percaya, mimpi berfungsi sebagai cara otak mengonsolidasikan memori, baik dengan meninjau kembali pengalaman terbaru maupun menghubungkannya dengan pengalaman lama.
Dalam konteks ini, penglihatan merupakan bagian penting dari memori, namun bukan satu-satunya. Selama seseorang memiliki kenangan dan sensasi lain untuk dihubungkan seperti rasa, sentuhan, bau, gerakan, atau pengalaman, mereka tetap dapat bermimpi.
Seperti Apa Mimpi Orang Buta?
Kebanyakan orang menganggap mimpi sebagai pengalaman penuh visual, seperti menonton film dalam pikiran. Walaupun mimpi juga dapat memuat suara, gerakan, rasa atau bau, unsur visual tetap menjadi bagian utama bagi orang yang dapat melihat.
Pada orang buta, mimpi lebih sering menimbulkan sensasi non-visual karena mereka mengandalkan indera selain penglihatan dalam keseharian meraka.
Sementara pada kebanyakan orang, mimpi dengan unsur bau, rasa, atau sentuhan hanya terjadi kurang dari 1%, hal ini lebih umum pada orang buta.
Beberapa Orang Buta Tetap Melihat dalam Mimpi
Sebagian orang buta mengalami mimpi visual di mana mereka “melihat” gambar-gambar dalam dunia mimpi, sama seperti orang yang dapat melihat.
Kemampuan ini dipengaruhi oleh usia saat mereka kehilangan penglihatan. Penelitian menunjukkan, orang yang menjadi buta setelah usia 7 tahun tetap bisa “melihat” dalam mimpi.Â
Sebaliknya, mereka yang buta sejak lahir tidak memiliki mimpi visual, tetapi otak mereka dapat membangun gambaran “virtual” melalui suara, sentuhan, dan kombinasi sensasi lainnya.
Orang yang menjadi buta setelah usia 7 tahun biasanya mempertahankan sensasi visual dalam mimpi, namun kejernihan dan warnanya dapat berkurang semakin lama mereka hidup tanpa penglihatan.
Advertisement
Emosi yang Lebih Intens
Walaupun isi mimpi pada orang buta dan orang dengan penglihatan tidak jauh berbeda, ada perbedaan pada intensitas emosi yang muncul.Â
Menurut sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Sleep Medicine, orang yang buta sejak lahir lebih sering mengalami mimpi agresif dan mimpi buruk.Â
Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan mereka untuk membangun gambaran mental yang membuat memori lebih mudah untuk diproses, sehingga mimpi menjadi lebih kacau atau tidak teratur.
Teori lain menyebutkan, orang yang buta sejak lahir memiliki lebih banyak pengalaman mengancam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hal tersebut ikut muncul dalam mimpi. Fenomena ini juga lebih sering dialami oleh orang yang tuli sejak lahir.
Mimpi Buruk pada Orang Buta
Mimpi buruk lebih umum terjadi pada orang yang buta sejak lahir. Hal ini mungkin berkaitan dengan cara otak mereka membangun memori dan pengalaman yang membuat mimpi terasa lebih kacau, atau karena mereka menghadapi lebih banyak pengalaman mengancam sehari-hari, yang kemudian terbawa ke dalam mimpi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412212/original/062613500_1763042290-ilustrasi_tidur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)