Liputan6.com, Jakarta Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki peran penting dalam mengajarkan siswa disabilitas tentang berbagai hal. Termasuk soal nilai-nilai kebersihan dan peduli lingkungan.
Seperti yang selalu diajarkan di SLB Ulaka Penca, Jakarta Selatan (Jaksel). Dalam peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 29 September 2025, Kepala SLB Ulaka Penca, Ratmarini, membagikan cerita soal cara para guru menanamkan rasa cinta lingkungan kepada para murid.
“Mesikupun anak-anak kami (murid) berkebutuhan khusus, tapi untuk masalah-masalah kemandirian dan edukasi kebiasaan kebersihan selalu kami ajarkan,” kata kepala SLB yang akrab disapa Tini kepada Disabilitas Liputan6.com dalam peringatan Hari Jantung Sedunia bersama Siloam Heart Hospital di Depok, Senin (29/9/2025).
Advertisement
Hal-hal sederhana yang positif diterapkan dalam kegiatan belajar sehari-hari agar para murid terbiasa. Misalnya, cuci tangan sebelum masuk kelas, usai olahraga, dan sebelum pulang.
“Kami siapkan wastafel di beberapa tempat yang strategis agar anak-anak bisa mencuci tangan,” ujarnya.
Mengajarkan anak dengan disabilitas intelektual memang perlu kesabaran dan diajarkan berulang-ulang tanpa kenal lelah.
“Memang harus berulang-ulang (diajarkan) dan gurunya juga harus selalu mengontrol kegiatan pembiasaan ini. Setiap hari selalu kita latih kembali.”
Latihan menjaga lingkungan juga dilakukan dengan pengajaran memilah sampah. Setiap anak diajarkan membedakan jenis sampah dan ke tong yang mana dia harus membuangnya. Tempat sampah pun dibedakan warnanya guna memudahkan murid membuang jenis sampah ke tempat yang tepat.
“Selalu kami latih seperti itu agar tumbuh kebiasaan bagi anak-anak kami. Memang pengulangan, pengingatan itu selalu kita ajarkan, inshaAllah mereka akan terbiasa.”
“Biasanya yang diajarkan guru di sekolah lebih diterima oleh anak-anak (difabel) dan lebih mengena di hati mereka sehingga mereka juga membiasakan kebiasaan baik ini di rumah,” jelas Tini.
Heart to Earth
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5365045/original/031243300_1759133943-WhatsApp_Image_2025-09-29_at_15.12.22.jpeg)
Belum lama ini, SLB swasta yang terletak di Cilandak itu menjadi penerima manfaat dari program Heart to Earth besutan Siloam Heart Hospital.
Berkolaborasi dengan Ciro Waste, Heart to Earth adalah sebuah program pengelolaan limbah domestik rumah sakit yang dijalankan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Melalui inisiatif ini, RS tersebut menghadirkan langkah inovatif dan kolaboratif menghubungkan peningkatan kesehatan masyarakat dengan pelestarian lingkungan. Fokusnya adalah pengendalian risiko penyakit tidak menular, termasuk kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), sekaligus menumbuhkan kesadaran publik untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan aman.
Direktur Siloam Heart Hospital, dr. Karina Arifiani, M.Sc., menjelaskan bahwa inisiatif ini berangkat dari pemahaman bahwa kesehatan manusia dan lingkungan saling berkaitan, sementara rumah sakit memiliki peran penting baik dalam tindakan kuratif maupun preventif.
“Kualitas hidup sehat bukan hanya soal pola makan dan olahraga, tetapi juga bagaimana kita tinggal di lingkungan yang bersih dan aman. Mengolah limbah menjadi produk bermanfaat merupakan bagian dari edukasi gaya hidup berkelanjutan sekaligus langkah nyata peduli lingkungan. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami berharap program ini memberi dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Karina dalam kesempatan yang sama.
Advertisement
Sulap Linen RS Jadi Barang Bermanfaat
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5365046/original/038271700_1759133943-WhatsApp_Image_2025-09-29_at_15.13.46.jpeg)
Pada tahap awal, inisiatif Heart to Earth berhasil mengolah limbah domestik berupa linen rumah sakit (produk tekstil dan kain) sebanyak 800 kg, atau setara dengan pengurangan emisi karbon total sebesar 16.000 kgCO₂e.
Hasil pengolahan contohnya berupa pouch yang kemudian didistribusikan ke sekolah termasuk SLB Ulaka Penca, puskesmas, rumah singgah, hingga bank sampah, menjangkau lebih dari 50 titik penerima di wilayah Jabodetabek sampai Balikpapan.
Pihak RS dan Ciro Waste memastikan proses diawasi menyeluruh secara profesional dari hulu ke hilir. Limbah domestik dikumpulkan, dipilah, diolah dan disalurkan sesuai standar dan regulasi, sehingga aman menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Ciro Waste sendiri merupakan jaringan ekonomi sirkular yang menghubungkan penjual dan pembeli sampah daur ulang di Indonesia.
“Pengelolaan limbah bukan sebagai beban atau sekadar kewajiban, melainkan peluang untuk menciptakan nilai tambah. Melalui pendekatan reuse dan upcycle, limbah domestik rumah sakit kami olah menjadi barang yang bernilai guna. Baik dari fungsi aslinya hingga menjadi produk kerajinan tangan yang turut memberdayakan pengrajin lokal sehingga membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas sekitar,” kata Co-Founder & Chief Operation Officer Ciro Waste, Dianisa Ester.
Kontribusi RS untuk Lingkungan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5365047/original/046870900_1759133943-WhatsApp_Image_2025-09-29_at_15.10.57.jpeg)
Dalam acara yang sama, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, S.Si, M.Si., mengatakan, Heart to Earth merupakan contoh nyata bagaimana sektor kesehatan dapat berkontribusi pada agenda lingkungan.
“Kami menyambut baik kolaborasi yang terjalin hari ini, dan berharap ke depannya dapat lebih mengelaborasi peran kita bersama, sebagai pemerintah, masyarakat dan para pemangku kepentingan di bidang lingkungan hidup,” kata Reni.
Sementara, sebagai penerima manfaat, Tini mengatakan bahwa program Heart to Earth seperti warisan.
“Lingkungan yang lebih bersih berarti anak-anak kami bisa tumbuh sehat, bebas dari risiko penyakit. Itu nilai yang jauh lebih besar dari manfaat langsung yang kami rasakan hari ini,” pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2984057/original/044115000_1575280009-Infografis_Akses_dan_Fasilitas_Umum_Ramah_Penyandang_Disabilitas.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5365044/original/024004700_1759133943-WhatsApp_Image_2025-09-29_at_15.11.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782310/original/007849800_1782882803-selly.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8527115/original/025368300_1782457926-Raperda_disabilitas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460317/original/093831200_1767244905-akses_pks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8675019/original/069826800_1782717168-gabriel.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8343931/original/025487100_1782216594-Arief__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528998/original/044771700_1782460758-mandiri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5393796/original/064028000_1761614138-Pesantren_Rauhul_Mudi_Al_Aziziyah_Aceh.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8464541/original/094182000_1782365325-transformasi_digital.jpg)