Kerap Minta Lawan Bicara Ulang Perkataan, Waspada Gejala Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran adalah kondisi ketika seseorang mengalami penurunan kemampuan untuk mendengar suara, baik sebagian maupun seluruhnya.

Diterbitkan 19 September 2025, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Gangguan pendengaran dapat ditandai dengan seringnya meminta lawan bicara untuk mengulang perkataan saat berkomunikasi.

“Pernahkah Anda merasa harus mengulang pertanyaan saat berbicara dengan orang lain? Atau sering kali merasa suara di sekitar terdengar samar atau teredam? Jika iya, bisa jadi Anda sedang mengalami gangguan pendengaran,” kata dokter spesialis telinga hidung tenggorok – kepala leher (THT-KL), B. Vimala Acala Pramuditya, mengutip laman EMC, Jumat (19/9/2025).

Vimala menjelaskan, gangguan pendengaran adalah kondisi ketika seseorang mengalami penurunan kemampuan untuk mendengar suara, baik sebagian maupun seluruhnya. Kondisi ini bisa terjadi secara perlahan atau tiba-tiba, bersifat sementara atau permanen.

Gangguan ini bisa dialami siapa saja, dari bayi hingga lansia, dan sering kali tidak disadari hingga sudah memasuki tahap yang cukup serius.

Gangguan pendengaran sering berkembang secara bertahap, sehingga gejalanya kerap tidak disadari. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah:

  • Kesulitan mendengar percakapan, terutama di tempat ramai
  • Sering meminta lawan bicara untuk mengulangi perkataan
  • Volume televisi atau radio yang lebih keras dari biasanya
  • Tidak merespons suara dengan normal, terutama pada anak-anak
  • Merasa telinga penuh atau berdengung (tinnitus).

 

Penyebab Gangguan Pendengaran

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, diantaranya:

  • Penumpukan kotoran telinga (serumen)
  • Infeksi telinga bagian tengah atau dalam
  • Paparan suara keras secara terus-menerus (noise-induced hearing loss)
  • Penuaan (presbycusis)
  • Cedera atau trauma kepala
  • Kondisi medis seperti diabetes, hipertensi, atau infeksi virus
  • Kelainan bawaan pada bayi dan anak-anak.

Gangguan pendengaran yang tidak segera ditangani dapat memengaruhi kualitas hidup, termasuk kemampuan berkomunikasi, penurunan performa kerja, hingga gangguan emosi dan sosial.

“Pada anak-anak, gangguan ini bahkan bisa menghambat perkembangan bicara dan belajar,” ujar dokter yang praktik di RS EMC Pekayon ini.

 

Tips Jaga Kesehatan Telinga

Oleh karena itu, sambung Vimala, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan sejak munculnya gejala awal.

Dokter spesialis THT dapat membantu mengevaluasi penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai, mulai dari pemberian obat, pembersihan telinga, terapi, hingga penggunaan alat bantu dengar jika diperlukan.

Vimala pun membagikan tips menjaga kesehatan telinga, yakni:

  • Hindari membersihkan telinga dengan korek kuping terlalu dalam
  • Batasi penggunaan earphone dengan volume tinggi
  • Gunakan pelindung telinga di lingkungan yang bising
  • Segera periksa ke dokter THT jika mengalami infeksi atau nyeri telinga.

“Jika Anda atau orang terdekat mulai mengalami tanda-tanda gangguan pendengaran, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis THT. Deteksi dan penanganan yang cepat dapat membantu mencegah gangguan pendengaran menjadi lebih parah,” pungkasnya.