Sukses

Hari ke-4 ASEAN Para Games, Indonesia Masih Unggul dengan 59 Medali Emas

Liputan6.com, Jakarta Kontingen Indonesia sudah berhasil mengantungi 59 medali emas ASEAN Para Games 2022 setelah penyelenggaraan pesta olahraga penyandang disabilitas terbesar Asia Tenggara itu memasuki hari keempat.

Dikutip Antaranews, Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ASEAN Para Games 2022, Andi Herman, mengatakan selain 59 emas, para atlet Merah Putih juga sudah memperoleh 35 perak dan 28 perunggu atau secara keseluruhan mengoleksi 122 keping medali.

"Kita masih ada waktu empat hari, sehingga target minimal 104 medali emas optimistis dapat tercapai," katanya di Solo, Rabu (3/8/2022).

Ia mengatakan hingga saat ini sebanyak 133 nomor dari total 461 nomor sudah dipertandingkan.

"Artinya perolehan medali telah selesai untuk 133 nomor tersebut. Dari jumlah itu kontingen Indonesia sampai saat ini mencapai medali sesuai prediksi," katanya.

Ia mengatakan untuk cabang olahraga yang menyumbangkan medali emas paling banyak yakni para atletik dengan perolehan 27 emas diikuti para renang yang sudah menghasilkan 10 emas.

"Cabang catur tadi baru saja selesai seremoni pemberian medali. Seluruhnya memperoleh empat medali emas dan blind judo juga dapat empat emas. Cabang olahraga lain seperti bulu tangkis dari beregu dapat emas satu. Saat ini atlet kita sedang berjuang di nomor perorangan," katanya.

Untuk para atletik, pihaknya memperkirakan perolehan emas masih akan bertambah menyusul performa baik dari para atlet Indonesia.

"Ada beberapa capaian yang melebihi rekor sebelumnya, ada juga yang semula tidak diprediksi dapat medali justru ini dapat medali emas," katanya.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Semangat para atlet

Pada kesempatan yang sama, atlet para atletik yang hari ini baru saja meraih emas di dua nomor yang diikutinya Saptyogo Purnomo mengaku senang dengan perolehan tersebut.

"Tadi saya dapat medali emas untuk nomor 200 m dan 300 m. Mudah-mudahan besok saat main di nomor 400 m dapat medali emas lagi," katanya.

Sementara itu, salah satu atlet wheelchair basketball I Wayan Suparta mengatakan pada pertandingan 3x3 harus puas dengan hasil perunggu.

"Kami baru bisa mencapai medali perunggu, tidak banyak yang bisa saya sampaikan. Terima kasih yang sudah mendukung kami," katanya.

 

 

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Target blind Judo hingga ke Paris 2024

Sukses merebut medali emas blind judo kelas J1 -73 kg ASEAN Para Games (APG) 2022 tidak membuat Rafli Ahnaf Shidqi bersantai karena tugas berat sudah di depan mata yakni langsung membidik lolos ke Paralimpiade Paris 2024.

"Paris 2024 adalah target utama tapi untuk ke sana banyak tahapan yang harus dilalui," kata pelatih blind judo NPC Indonesia, Lee Yong, usai mengawal tim berlaga di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Surakarta, Selasa.

Menurut dia, sejumlah kejuaraan memang harus dijalani oleh Rafli yang diantaranya adalah ASEAN Para Games 2023, Asian Para Games 2023 di Hangzhou, China serta beberapa kejuaraan single event untuk kualifikasi ke Paralimpiade Paris 2024.

Pelatih asal Korea Selatan itu menambahkan, selain Rafli ada satu lagi atlet yang juga diproyeksikan lolos ke Paris 2024 yakni Junaedi. Sayangnya pada ASEAN Para Games 2022 Junaedi harus puas hanya mendapatkan medali perak kelas J1 -60kg.

Demi meningkatkan kemampuan, pelatih yang lancar berbahasa Indonesia itu menggembleng atlet penyandang disabilitas dengan program latihan yang sama dengan atlet normal. Hasilnya pun dinilai mulai terlihat.

"Dia (Rafli) dulu hanya kuat lari dua putaran dan saat ini 20 putaran-pun masih terlihat biasa saja. Peningkatan kondisi fisik memang menjadi fokus kami," kata Lee Yong dengan serius.

 

 

4 dari 4 halaman

Trik Rafli memenangkan dua laga

Sementara itu Rafli Ahnaf Shidqi mengaku senang dengan pencapaiannya di ASEAN Para Games 2022 meski dirinya sempat tegang saat memulai pertandingan. Dari dua laga yang dijalani, ia selalu mendapatkan kemenangan dengan skor tertinggi (IPPON).

"Nervous sebelum laga itu pasti. Tapi saya berusaha tetap tenang. Mental memang menjadi kunci pada laga tadi," kata anak pasangan anak pasangan Suan Toro Edi dan Susan Anggraeni itu.

Terkait target lolos ke Paralimpiade Paris 2024, Rafli mengaku sudah bersiap diri. Hanya saja pihaknya berharap banyak pihak memberikan dukungan penuh mengingat untuk lolos ke kejuaraan empat tahunan terbesar di dunia itu harus memenuhi poin yang ditetapkan.

"Harus banyak turun di single event. Selain untuk mengasah kemampuan, di sini kita bisa mengumpulkan poin. Kita juga akan bertemu dengan atlet-atlet yang berperingkat tinggi," pungkas atlet yang saat ini berada di posisi 14 dunia itu.