Sukses

Sebastian Stan Jadi Superhero Disabilitas, Marvel Dianggap Menambah Nilai Inklusi

Liputan6.com, Jakarta Bucky Barnes yang tergabung Winter Soldier di Marvel Cinematic Universe dianggap semakin menambah nilai inklusi. Bucky yang diperankan oleh Sebastian Stan, kini semakin menambah penggemar.

Menurut hasil wawancara dengan IndieWire, Stan berbicara tentang banyak interaksinya dengan penggemar, terutama mereka yang memiliki masalah kesehatan mental. Penggemarnya mengatakan kepadanya bahwa dengan menonton penampilannya, penyandang disabilitas merasa "diberdayakan" dalam kehidupan mereka sendiri. 

Menurut CDC AS, 61 juta orang Amerika dewasa hidup dengan jenis disabilitas. Dari sekian banyak jenis disabilitas, diantaranya terkait dengan mobilitas, fungsi kogintif, masalah penglihatan atau pendengaran, dan masih banyak lagi, Bucky merepresentasikan disabilitas terlihat dan tak terlihat sekaligus. Ia adalah orang yang diamputasi serta memiliki disabilitas mental.

 

2 dari 4 halaman

Ruang untuk disabilitas

Menurut Diana Velasquez, penulis artikel Budaya terutama tentang film dan budaya pop di pittnews, "Daredevil" sejauh ini menilai, seri superhero Marvel terbaik sebelum era Disney+. Bahkan menurutnya, di masa itu hanya WandaVision yang hampir bisa mengalahkannya.

Marvel telah memberikan ruang bagi penyandang disabilitas di layarnya untuk waktu yang lama, dengan alur cerita yang bermakna melekat pada monikernya. Namun, penting untuk dicatat bahwa baik Stan maupun Charlie Cox, yang memerankan Murdock, tidak difabel di kehidupan nyata.

Menurut Diana, sebenarnya tidak perlu dipikirkan dua kali bahwa aktor panyandang disabilitas layak untuk mendapat waktu mereka di layar. Jika ada sebuah peran yang harus diperankan seorang yang tunanetra, mungkin dengan bantuan stunt, tampaknya peran itu harus diberikan pada mereka.

Ada pun karakter lainnya dari komik Marvel yang merupakan seorang difabel adalah Profesor X. Kepala Sekolah Xavier untuk Anak-Anak Berbakat, yang terletak di Westchester, New York, Profesor X adalah salah satu mutan paling kuat yang pernah ada.

Ia adalah telepatis yang berbakat, sekaligus merupakan pengguna kursi roda. Profesor X telah muncul di layar dua kali, awalnya oleh Patrick Stewart dari tahun 2000 hingga 2017 dan kemudian oleh James McAvoy sebagai versi mutan yang lebih muda dari 2011 hingga 2019. Keduanya berperan dengan baik, namun sayangnya mereka bukan pengguna kursi roda di kehidupan nyata.

 

3 dari 4 halaman

Tren film

Lauren Ridloff, yang dikenal karena perannya sebagai Connie di "The Walking Dead" dan untuk penampilannya yang memenangkan Tony dalam "Children of a Lesser God," memerankan Makkari dalam film terbaru MCU "Eternals." Dalam komik, Makkari adalah karakter B pria kulit putih lurus yang terlupakan. Ridloff, bagaimanapun, adalah seorang wanita Latin Tuli Hitam yang benar-benar merepresentasikan dari sumber aslinya.

Sebenarnya mungkin tidak banyak orang yang tahu tentang presentasi asli karakter tersebut, namun menurut Diana, tidak ada yang mengeluhkan tentang perubahan tersbeut. Baginya, itu tidak terlalu penting, sebab penampilan Ridloff sudah menonjol dalam film. K

Kemudian sang sutradaranya, Makkari, serta pemeran Eternals laiinya juga memperlakukannya dengan sangat hormat. Misalnya saat ia menggunakan bahasa isyarat, yang lainnya akan menjawab dengan bahasa isyarat juga. Mereka juga selalu menyertakannya dalam setiap percakapan mereka.

"Dengan tren film ini, bukan berarti kita boleh mengendur dalam menuntut representasi karakter-karakter seperti itu," ujar Diana.

Namun tampaknya, masa depan terlihat cukup cerah untuk representasi penyandang disabilitas di antara pahlawan super. Bahkan Serial "Moon Knight" akan dirilis tahun depan dibintangi oleh Oscar Issac sebagai Marc Spektor, yang memiliki gangguan identitas disosiatif. Serial “Echo”, yang dibintangi oleh putri Tuli Kingpin, juga sedang diproduksi.

4 dari 4 halaman

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas