Sukses

Komnas PA Dukung Terciptanya Raperda tentang Disabilitas di Sidoarjo

Liputan6.com, Jakarta Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Republik Indonesia memberikan dukungan penuh pada Koalisi Komunitas Penyandang Disabilitas Sidoarjo, Jawa Timur untuk mewujudkan kota inklusif dan ramah disabilitas.

Dukungan disampaikan langsung oleh Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait. Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada komunitas penyandang disabilitas Kabupaten Sidoarjo agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo segera membuat rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Raperda yang diperjuangkan oleh koalisi disabilitas tersebut terkait perlindungan, pelayanan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kabupaten Sidoarjo.

“Saya mendukung sepenuhnya gerakan yang dilakukan selama ini untuk anak yang berkebutuhan khusus untuk semangat dan semangat terus dalam rangka memperingati Hari Anak Indonesia,” katanya dalam acara peresmian Rumah Prestasi Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI) di Perumahan Puri Surya Jaya Cluster Vancouver Blok J9 nomor 10 Gedangan, Sidoarjo.

Ia menambahkan, Komnas PA mendukung pemuda-pemuda yang melakukan gerakan terhadap perlindungan anak, baik anak berkebutuhan khusus (ABK), anak tereksploitasi, maupun anak korban kekerasan.

“Saya kira supporting Komnas PA terhadap gerakan ini harus terus dikumandangkan, anak terlindungi Indonesia maju.”

2 dari 5 halaman

Menurut Perwakilan Koalisi

Menerima dukungan ini, Sekretaris Koalisi Komunitas Penyandang Disabilitas Sidoarjo, Yenni Darmawanti,S.E. bersyukur dan mengapresiasi Komnas PA.

“Saya bersyukur dan mengapresiasi Komnas PA atas dukungannya terhadap perjuangan dan gerakan mewujudkan Sidoarjo inklusif dan ramah penyandang disabilitas,” katanya dalam keterangan pers ditulis Jumat (11/6/2021).

Yenni menambahkan, selain memberi dukungan, Arist bersama rombongan juga datang untuk meresmikan Rumah Prestasi untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ia berharap rumah itu nantinya akan menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak-anak istimewa untuk meraih mimpi, katanya.

“Selain peresmian Rumah Prestasi, kami juga melakukan MoU dengan Komnas PA sebagai upaya perlindungan dan penghapusan segala stigma negatif, kekerasan dan eksploitasi anak-anak, khususnya yang ditujukan kepada Ananda-ananda berkebutuhan khusus di Sidoarjo.”

3 dari 5 halaman

Tak Boleh Ada Stigma

Yenni yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI) menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada stigma terhadap ABK.

“Seperti menyebut anak-anak penyandang disabilitas intelektual dengan sebutan Idiot. Hal ini harus diluruskan, karena mereka tidak ingin dilahirkan seperti itu.”

“Alhamdulillah setelah didukung oleh komisi-D DPRD Kabupaten Sidoarjo, dukungan dari masyarakat dan elemen organisasi banyak berdatangan terhadap perjuangan dan gerakan kami untuk memiliki kota yang Inklusif dan ramah difabel,” tutup ibu juga dikaruniai dua orang putra berkebutuhan khusus itu.

 

4 dari 5 halaman

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini