Sukses

Jadi Model dengan Satu Kaki, Perjuangan Rosalina Oktavia Berbuah Manis

Liputan6.com, Jakarta Penyandang disabilitas bisa memiliki kesempatan di berbagai bidang kegiatan atau pekerjaan. Seperti Rosalina Oktavia, penyandang disabilitas daksa yang meniti karier sebagai seorang model.

Dengan satu kaki, ia berhasil menjadi model amputee (amputasi) dan sempat pula dipercaya menjadi Ikon Keberagaman Asian Para Games 2018.

Mulanya, ia terlahir sebagai seorang non disabilitas. Namun, pada 2009, perempuan yang lahir di Demak, Jawa Tengah ini mengalami kecelakaan sepeda motor yang membuat kaki kirinya terkilir parah. Keadaan kakinya sempat membaik, tapi perlu operasi karena ada tendon yang terputus.

Ia pun memutuskan untuk melakukan operasi, tapi dokter yang menanganinya salah memotong pembuluh vena. Bukannya membaik, keadaan kakinya semakin memburuk dan harus diamputasi.

Rosalina harus merelakan kaki kirinya dan meniti kehidupan baru. Kariernya di bidang model pun dimulai dengan memberanikan diri untuk tampil sebagai penyandang disabilitas yang menginspirasi.

“Dulu sebelum diamputasi aku suka sama fotografi seperti proyek sama teman, suka difoto, memang hobi. Tapi saat ada insiden aku pikir ini enggak mungkin jadi aku berhenti,” ujar Rosalina dalam Kongkow Inklusif Konekin, ditulis Senin (24/5/2021).

Walau demikian, teman-temannya memberikan dorongan dan motivasi agar ia kembali ke dunia fotografi dan model sebagai dirinya yang baru.

“Awalnya masih malu, terus aku coba bangun Instagram-ku khusus untuk influencer dan pekerjaan di modelling.”

Usahanya membangun citra di Instagram ternyata dilirik oleh seorang fotografer asal Singapura. Fotografer tersebut ingin berkolaborasi dan Rosalina pun menerima tawaran tersebut walau tanpa ada bayaran yang akan didapat.

2 dari 4 halaman

Berkarier di Singapura

Tawaran tersebut membawa Rosalina ke Singapura. Di negara tetangga itu kariernya tidak langsung melesat. Namun, semangatnya untuk bekerja sangat menggebu-gebu karena ia tak mau hanya diam di rumah.

“Aku mulai bekerja jadi seorang pelayan, bekerja di Singapura itu susahnya minta ampun.”

Walau demikian, perempuan berkulit sawo matang ini terus berusaha membangun karier dan bergabung dengan sebuah agensi. Dari agensi tersebut ia mendapatkan tawaran untuk menjadi Ikon Keberagaman Asian Para Games 2018.

3 dari 4 halaman

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini