Sukses

Para Advokat Disabilitas Menyerukan Pentingnya Teknologi Visibilitas Seperti eSight

Liputan6.com, Jakarta Seorang asisten pendidikan dari Truro, Nova Scotia, Kanada, Tammy Martin telah menghabiskan lebih dari satu dekade mengabdi menjadi pengajar anak-anak disabilitas untuk belajar membaca. Itupun ia lakukan atas bantuan perangkat canggih yang memungkinkannya untuk melihat tulisan lebih jelas. Namun karena mahal, ia menyerukan gagasan untuk mempermudah penyandang disabilitas seperti dirinya untuk mengakases teknologi tersebut.

Martin mengidap hipoplasia saraf optik, yaitu kondisi bawaan yang saraf optiknya tidak berkembang, merupakan salah satu dari banyak penyandang disabilitas Kanada yang memerlukan alat bantu untuk mengubah nasib mereka. Namun karena terkendala harga yang mahal, para advokat menyerukan agar teknologi tersebut harus lebih mudah diakses. 

Seperti menggunakan perangkat medis yang disebut eSight dari perusahaan yang berbasis di Toronto, ia mampu membaca tulisan di atas kertas yang sebelumnya tidak pernah mampu melakukannya.

Perangkat tersebut menyerupai headset virtual reality yang dirancang untuk meningkatkan visibilitas atau penglihatan fungsional dengan biaya pembelian ribuan dolar.

Saat pertama mencobanya, Martin merasa senang akhirnya ia bisa melihat tulisan-tulisan yang sebelumnya tak pernah bisa ia baca. "Saya dapat melakukan banyak hal," katanya yang berkolaborasi dengan perusahaan eSight untuk mendapatkan alat tersebut pada tahun 2017 dengan biaya hampir $ 13.000 (sekitar Rp 180 juta).

Perangkat tersebut memungkinkannya melakukan hal-hal seperti membaca cetakan kecil atau memilih salah satu siswanya di tengah keramaian. Sekarang ia mencoba menggalang dana untuk versi nirkabel yang membuatnya lebih mudah untuk bekerja. Namun yang ini harganya $ 6.392 (sekitar hampir Rp 90 juta).

 

2 dari 4 halaman

Biaya mahal penghalang terbesar

Teknologi seperti eSight berperan penting untuk membantu penyandang disabilitas dalam mengerjakan tugas yang mungkin sulit dilakukan. Sebagaimana tongkat untuk membantu berjalan atau teknologi tinggi seperti speech-to-text.

Dalam Survei Kanada tentang Disabilitas 2017, hasilnya di antara orang-orang yang berusia 15 tahun ke atas dengan penyandang disabilitas, terdapat 1,5 juta orang yang membutuhkan bantuan atau perangkat yang tidak mereka miliki.

"Dari jumlah tersebut, satu juta mengindikasikan bahwa biaya adalah alasan kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi, yang diwakili suara dari 69 persen dari mereka dengan kebutuhan yang tidak terpenuhi, atau 17 persen dari semua penyandang disabilitas," kata laporan itu.

Survei tersebut juga menemukan bahwa penyandang disabilitas berat lebih cenderung tidak memiliki akses ke alat bantu lainnya karena biaya.

Seorang advokat hak disabilitas dan wakil ketua komite penasehat aksesibilitas Halifax, Vicky Levack, membenarkan bahwa alat-alat ini terlalu mahal. Ia sendiri memiliki cerebral palsy yang serius sumur hidupnya, dan ia rutin menggunakan iPad yang memungkinkannya menjadi lebih mandiri.

Tidak seperti Martin, Levack tidak dapat berkolaborasi dengan perusahaan teknologi atau organisasi nirlaba mana pun, tetapi ia cukup beruntung memiliki anggota keluarga yang membelikannya tablet tersebut.

"Kami mampu membelinya, tetapi banyak orang tidak mampu. Sepotong teknologi $ 800 ini mengubah hidup saya," katanya.

Karena kebanyakan perangkat tidak termasuk sebagai layanan yang diasuransikan di bawah Undang-Undang Kesehatan Kanada, sehingga itu bukan bagian dari jaminan kesehatan universal.

Patricia Neves, direktur eksekutif organisasi nirlaba Inclusion Nova Scotia, mengatakan ada banyak hambatan bagi orang yang membutuhkan alat bantu. Salah satunya yaitu kendala finansial. "Kebanyakan penyandang disabilitas intelektual hidup dalam kemiskinan," katanya.

Survei Statistik Kanada 2017 menemukan bahwa hampir 30 persen dari mereka yang hidup dengan disabilitas berusia 25 hingga 64 tahun hidup dalam kemiskinan. Ini menunjukkan bahwa pada 2015, hanya 59 persen penyandang disabilitas Kanada yang dipekerjakan dibandingkan dengan 80,1 persen dari sisa populasi.

Terkait program bantuan provinsi untuk penyandang disabilitas, Neves mengatakan Nova Scotia telah membuat langkah bagus tetapi terus tertinggal. Ia berharap tekonologi pendukung ini ditawarkan sebagai hak untuk penyandang disabilitas.

Pemerintah lokal, melalui Program Disability Support, menawarkan berbagai layanan dan bantuan keuangan untuk membantu masyarakat mengakses teknologi bantuan.

"Jika peserta membutuhkan item yang tidak terdaftar dalam kebijakan tetapi dianggap penting untuk kesehatan dan keselamatan peserta, itu dapat dipertimbangkan di bawah pengecualian kebijakan," kata juru bicara Departemen Layanan Masyarakat, JoAnn Alberstat, dikutip dari CBC. Menurut pernyataannya, permintaan tersebut akan dinilai berdasarkan kasus dan harus mencakup penilaian dan rekomendasi dari praktisi medis/klinis yang berkualifikasi.

Levack mengatakan meskipun program ini bermanfaat, masih banyak yang harus dilakukan untuk membantu orang mengakses teknologi ini.

"Terlalu banyak birokrasi. Saya ingin mereka mendengarkan orang-orang bahwa teknologi ini akan membantu," katanya.

Martin yang tengah mengupayakan untuk mendapatkan eSight barunya dalam beberapa bulan, meskipun itu tidak akan mudah, sehingga bantuan pemerintah setidaknya akan sangat membantunya.

Haraganya yang mahal, setidaknya pemerintah bisa menutupi sebagian biayanya atas semua keuntungan bagi banyak orang jika bisa mengakses teknologi ini, kata Martin. Begitupun Levack yang masih berharap di masa depan orang-orang memiliki lebih banyak kemudahan akses tidak hanya teknologi bantuan yang mmereka butuhkan, tetapi juga bantuan seperti perawatan rumah.

Menurutnya, ditambah dengan pertambahan usia penduduk maka teknologi ini menjadi semakin penting.

3 dari 4 halaman

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: