Binance Klaim Sudah Pulihkan 90% Aset Usai Peretasan

Binance akan terus membeli sisa aset token yang relevan dan transaksi langsung hingga dapat menutupi kerugian 100% karena peretasan.

Diterbitkan 01 November 2026, 12:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Binance menyatakan telah menutupi hingga 90% dari aset token sekitar US$ 6,3 miliar atau Rp 114,23 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap yang dicuri dari hot wallet (dompet digital yang terhubung ke internet) mereka. Hal ini terjadi dalam sebuah pencurian kripto terbesar yang pernah tercatat yang diumumkan Kamis, 29 Oktober 2026.

Mengutip CNBC, Minggu, (1/11/2026), FBI menyatakan pada Sabtu malam mereka telah menetapkan Korea Utara sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pencurian tersebut.

Binance mengatakan akan terus membeli sisa aset token yang relevan melalui pasar terbuka maupun transaksi langsung (over-the-counter) hingga jumlah yang ditutupi mencapai 100% untuk semua jenis token.

"Semua aset BTC, ETH, USDT, BNB, SOL, USDC, XRP, USD1, RLUSD, dan ZEC kini telah dijamin sepenuhnya sebesar 100%,” ujar Binance dalam sebuah pernyataan.

"Binance akan menanggung dampak finansial dari dana yang dicuri ini, bukan pengguna kami,” demikian dalam keterangan Binance.

Pihak bursa menjelaskan 10% sisanya terdiri dari token-token di luar daftar 10 aset utama mereka yang memiliki likuiditas lebih rendah, sehingga mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk memperolehnya dalam jumlah yang dibutuhkan.

Binance menyatakan menggunakan dana Secure Asset Fund for Users (SAFU), sebagian dari dana asuransi Futures (perdagangan berjangka), serta kas perusahaan untuk memulihkan aset-aset tersebut.

"Komitmen kami tetap sama: Binance akan menanggung sepenuhnya dampak finansial dari dana yang dicuri dalam insiden ini. Kami akan terus menunjukkan komitmen tersebut melalui kemajuan yang terukur, pelaporan yang transparan, dan tindakan nyata,” tegas Binance.

"Tonggak pencapaian berikutnya” adalah melanjutkan kembali layanan penarikan dana bagi pengguna paling lambat hari Minggu, dengan tetap memperhatikan pemeriksaan keamanan, sementara pihak bursa terus melanjutkan penyelidikan atas serangan tersebut.

 

 

Binance Menolak Memberikan Rincian Tambahan

Binance menolak untuk memberikan rincian tambahan atau pembaruan mengenai penyelidikan mereka kepada CNBC, dan mengarahkan pertanyaan lebih lanjut pada pernyataan resmi terakhir mereka.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana serangan tersebut, yang tercatat sebagai pencurian kripto terbesar ​dapat terjadi.

Bursa kripto terbesar di dunia ini awalnya menyebutkan peretasan tersebut mungkin melibatkan laptop seorang insinyur DevOps yang telah disusupi, yang memungkinkan penyerang mendapatkan akses ke service container dan melakukan transaksi penarikan tanpa izin.

Namun, Co-CEO Richard Teng kemudian menyatakan serangan tersebut melibatkan proses yang lebih kompleks, bukan sekadar penyalahgunaan hak akses milik satu orang insinyur saja. Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian tersebut

 

Pelaku Diduga dari Korea Utara

FBI menyatakan pelaku kejahatan asal Korea Utara telah mencuci aset milik Binance yang dicuri dengan cara mengubahnya menjadi Ethereum. Pihak FBI memperkirakan bahwa para pencuri tersebut akan terus mengonversi aset digital itu sebagai bagian dari persiapan untuk “tahap pencucian selanjutnya.”

TRM Labs, sebuah perusahaan intelijen blockchain dan investigasi berbasis kecerdasan buatan (AI), sebelumnya telah mengidentifikasi peretas asal Korea Utara sebagai pihak yang bertanggung jawab.

“Beberapa karakteristik serangan ini serupa dengan peretasan yang sebelumnya dikaitkan dengan Korea Utara, termasuk peretasan Bybit dan KelpDAO pada April 2026: penarikan dana dalam jumlah kecil melalui Tornado Cash untuk mendanai dompet operator, persiapan yang dilakukan jauh sebelum pencurian terjadi, serta tanda tangan yang diperoleh sebelumnya dan kemudian dieksekusi secara serentak,” ungkap perusahaan tersebut.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.