Polisi Yunani Tangkap 17 Orang Terkait Penipuan Kripto US$ 8 Juta

Polisi Yunani menangkap 17 orang terkait dugaan penipuan kripto yang merugikan lebih dari 10.000 investor.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 15:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi Yunani menangkap 17 orang yang diduga terlibat dalam skema penipuan investasi cryptocurrency atau kripto. Kasus ini disebut telah mengumpulkan lebih dari US$ 8 juta dari sedikitnya 10.000 orang.

Mengutip CoinMarketCap, Minggu (4/10/2026), penyelidikan dilakukan Kepolisian Yunani di Kota Katerini dan berujung pada serangkaian penggerebekan pada 2 Oktober.

Polisi menyebut jaringan tersebut menggunakan struktur perusahaan yang rumit serta platform investasi online untuk menarik calon investor. Skema itu dipasarkan sebagai investasi kripto yang legal dan memiliki risiko rendah.

Jaringan tersebut diduga telah beroperasi sejak 2025 dengan menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Para tersangka disebut menjanjikan dana investor bisa berlipat ganda hanya dalam 50 hari.

Platform tersebut juga disebut menawarkan imbal hasil tinggi dengan risiko yang diklaim minim. Namun, polisi menyatakan platform itu tidak memiliki izin untuk menyediakan layanan investasi di Yunani.

 

 

Anggota Aktif Militer

Sembilan orang yang ditangkap merupakan anggota aktif militer. Dua bintara diduga menjadi pemimpin operasi, sementara tersangka lainnya, termasuk seorang anggota militer, diduga bertugas memperluas jaringan.

Para perekrut disebut mendapatkan bonus ketika berhasil mendatangkan investor baru. Aktivitas organisasi ini diduga berlangsung melalui sejumlah kantor di Katerini, Thessaloniki, Larissa, Patras, serta salah satu pulau Dodecanese.

Materi promosi investasi yang beredar luas menjanjikan dana investor bisa berlipat ganda dalam waktu kurang dari dua bulan tanpa risiko.Polisi kemudian menggeledah lima kantor dan sembilan rumah yang terkait dengan para tersangka.

Dari penggeledahan tersebut, aparat menyita uang tunai €295.090, 32 ponsel, 28 komputer, 15 tablet, 38 USB drive, 16 hard disk, sejumlah kartu bank, serta sebuah mesin penghitung uang.

Seluruh barang bukti masih diperiksa untuk melacak aliran dana dan komunikasi para pelaku.

 

Bukan Kasus Pertama

Sejauh ini, polisi telah mengidentifikasi 18 orang yang mengalami kerugian lebih dari €55.970. Namun, jumlah korban diduga jauh lebih besar karena platform tersebut diperkirakan menarik lebih dari 10.000 orang. Total kerugian disebut melampaui US$ 8 juta.

Kasus ini bukan pertama kalinya aparat Yunani menangani kejahatan terkait kripto. Pada Juli 2025, otoritas setempat menyita aset kripto yang berkaitan dengan kejahatan siber internasional, termasuk dana yang terkait peretasan Bybit senilai US$ 1,5 miliar.

Kasus penipuan investasi kripto juga menjadi perhatian penegak hukum internasional. Dalam Operation Jackal IV pada November 2025 hingga Juni 2026, INTERPOL menargetkan penipuan kripto dan kejahatan finansial di 22 negara.

Sementara itu, FBI mengingatkan masyarakat terhadap platform perdagangan palsu yang awalnya mengizinkan penarikan dana kecil, tetapi kemudian memblokir penarikan dalam jumlah besar dan meminta biaya tambahan atau pajak.