Nvidia Gandeng IREN Bangun Infrastruktur AI 5 Gigawatt

Kesepakatan Nvidia dan IREN Limited, mantan penambang bitcoin menandai langkah agresif Nvidia memperluas jaringan pusat data AI global.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kerja sama besar diumumkan NVIDIA dengan IREN Limited, perusahaan penambang bitcoin (BTC) yang beralih menjadi penyedia komputasi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berskala jumbo. Nilai proyeknya tak main-main, mencapai kapasitas hingga 5 gigawatt untuk menopang kebutuhan komputasi AI generasi terbaru.

Dilansir dari Yahoo Finance, Minggu, (10/5/2026), kesepakatan yang diumumkan Kamis malam itu menandai langkah agresif Nvidia memperluas jaringan pusat data AI global. Infrastruktur tersebut akan dibangun menggunakan arsitektur DSX milik Nvidia dan diterapkan di jaringan pusat data IREN yang tersebar di berbagai wilayah.

Tahap awal proyek dimulai di kampus Sweetwater, Texas, dengan kapasitas 2 gigawatt. Dalam kerja sama tersebut, Nvidia juga memperoleh opsi selama lima tahun untuk membeli hingga 30 juta saham IREN di harga USD 70 per saham.

Tak hanya soal kepemilikan saham, IREN juga akan memasok layanan cloud GPU terkelola senilai USD 3,4 miliar selama lima tahun. Layanan itu digunakan untuk mendukung kebutuhan riset dan pengembangan AI internal Nvidia.

Pendiri sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan pusat komputasi AI kini menjadi fondasi baru ekonomi global. Menurut dia, pembangunan infrastruktur AI dalam skala besar membutuhkan integrasi menyeluruh, mulai dari sistem komputasi, jaringan, perangkat lunak, hingga pasokan listrik dan operasional pusat data.

"IREN memiliki skala dan kemampuan infrastruktur yang dapat mempercepat pembangunan AI generasi berikutnya secara global,” ujar Huang seperti dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (9/5/2026).

Sementara itu, co-CEO IREN Daniel Roberts menyebut kolaborasi tersebut menggabungkan kekuatan Nvidia di bidang sistem AI dengan pengalaman IREN dalam pengelolaan daya listrik, lahan, pusat data, hingga operasional infrastruktur GPU.

Di tengah ekspansi tersebut, IREN juga memperbesar kapasitas infrastrukturnya di Eropa. Perusahaan mengakuisisi pengembang pusat data asal Spanyol, Ingenostrum atau Nostrum Group, yang menambah kapasitas listrik terhubung jaringan sebesar 490 megawatt.

Akuisisi itu membuat total portofolio daya IREN mencapai 5 gigawatt, setara dengan target kapasitas proyek AI yang akan dibangun bersama Nvidia. Tambahan kapasitas tersebut dinilai penting untuk memenuhi lonjakan permintaan komputasi AI dari perusahaan teknologi global.

 

Gerak Saham

Pengumuman kerja sama ini langsung mendorong saham IREN di perdagangan setelah jam bursa. Harga sahamnya sempat melesat menembus USD 72 dari posisi penutupan sebelumnya di USD 56,85.

Namun, penguatan itu tak bertahan lama setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal I yang mencatat rugi bersih sebesar USD 247,8 juta. Meski demikian, saham IREN masih menguat sekitar 3% ke level USD 58,60.

Bank investasi Bernstein bahkan menaikkan optimisme terhadap prospek perusahaan dengan menetapkan target harga saham IREN di level USD 100 pasca pengumuman kerja sama tersebut.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penambang Bitcoin Tinggalkan Kripto, Lebih Untung Garap AI

Sebelumnya, Hashrate atau kekuatan komputasi jaringan Bitcoin turun tajam karena banyak penambang beralih ke bisnis kecerdasan buatan (AI) yang dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan aktivitas mining kripto.

Selama ini, pergerakan hashrate Bitcoin biasanya sejalan dengan harga aset tersebut. Ketika harga naik, para pelaku industri akan meningkatkan kapasitas penambangan untuk memaksimalkan keuntungan.

Dikutip dari U.Today, Senin (23/3/2026), pada awal 2026, hashrate bahkan sempat melonjak hingga mendekati 1.200 exahash per detik (EH/s). Namun, tren tersebut berbalik arah ketika harga Bitcoin mulai mengalami tekanan.

Penurunan tajam ini mencerminkan perubahan strategi di kalangan miner, yang kini mulai mengalihkan sumber daya mereka ke sektor lain yang lebih menjanjikan secara ekonomi.

Peralihan ke sektor AI dipicu oleh perbedaan margin keuntungan yang signifikan. Industri kecerdasan buatan membutuhkan daya listrik besar dan sistem pendingin canggih—dua hal yang sudah dimiliki perusahaan penambang Bitcoin.

 

Bisnis AI Lebih Menggiurkan Dibanding Mining Kripto

Sejumlah perusahaan seperti Core Scientific, Bit Digital, dan Iris Energy mulai memodifikasi pusat data mereka untuk mendukung komputasi AI dengan GPU berperforma tinggi.

Dari sisi pendapatan, penambangan Bitcoin hanya menghasilkan sekitar USD 57 hingga USD 129 per megawatt. Sementara pusat data AI mampu menghasilkan USD 200 hingga USD 500 per megawatt dengan kapasitas listrik yang sama.

Perbedaan ini membuat bisnis AI jauh lebih menarik bagi pelaku industri.

Transformasi ini juga terlihat dari berbagai kerja sama besar antara perusahaan penambang dan raksasa teknologi global.

Perusahaan Iris Energy (IREN) menandatangani kontrak layanan cloud AI senilai USD 9,7 miliar dengan Microsoft.

Sementara itu, Hut 8 menjalin kesepakatan infrastruktur AI senilai USD 7 miliar dengan Google.

 

Jadi Sektor Baru

Menurut laporan Quantum Foundry dan Disruption Banking, perusahaan penambang kini tidak lagi dipandang sekadar pelaku industri kripto.

Di mata pasar, khususnya Wall Street, mereka mulai dikategorikan sebagai “aset infrastruktur energi penting” yang mendukung pertumbuhan industri AI global.

Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam industri, di mana AI menjadi sektor baru yang menyerap sumber daya dari ekosistem kripto.