AI Makin Gerogoti Pendanaan Modal Ventura, Perusahaan Kripto Coba Adaptasi

Kecerdasan buatan (AI) diklaim telah mengambil peran lebih di platform kripto.

Diterbitkan 19 April 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kecerdasan buatan (AI) diklaim telah mengambil peran lebih di platform kripto, dari sebelumnya sebagai co-pilot menjadi agen otonom yang memonitor kondisi dan mengeksekusi perdagangan secara otomatis, yang bergerak lebih daripada keuangan tradisional.

Dugaan ini terbukti pasca 40 sen dari setiap dolar Amerika Serikat (AS) modal ventura yang diinvestasikan di perusahaan kripto pada 2025, dialokasikan untuk perusahaan yang membangun produk yang menggabungkan AI dan kripto. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat daripada 18 sen pada tahun sebelumnya.

"AI semakin memasuki dunia kripto bukan sebagai narasi paralel, tetapi sebagai bagian dari produk dan infrastruktur kripto itu sendiri," kata Binance Research mengutip data dari Silicon Valley Bank, dikutip dari laman Coinmarketcap.

Tren ini merupakan bagian dari lonjakan pengeluaran untuk AI yang lebih luas. Data Crunchbase menunjukkan, perusahaan AI mengumpulkan sekitar USD 242 miliar pada kuartal I 2026, atau sekitar 80 persen dari pendanaan ventura global. Gartner memperkirakan total pengeluaran AI akan mencapai USD 2,52 triliun tahun ini.

Namun begitu, Binance Research melihat tren ini bukan sebagai kejutan. Lantaran ketika modal terkonsentrasi di satu area, seringkali hal itu menarik sektor-sektor yang berdekatan bersamanya. Mendorong perusahaan untuk menyesuaikan strategi mereka dan memperpendek siklus produk.

Meskipun hampir semua sektor mencoba untuk memasukkan AI ke dalam model bisnis mereka, laporan tersebut mengatakan bahwa platform kripto telah bergerak lebih cepat daripada keuangan tradisional dalam menerapkan sistem tersebut.

 

Produk Berbasis Agen

Beberapa platform utama telah meluncurkan produk berbasis agen tahun ini, yang mendekatkan AI ke pemantauan dan eksekusi dalam batasan yang telah ditetapkan.

"Hal itu mempersempit rantai nilai antara mengidentifikasi peluang dan menindaklanjutinya," tulis Binance Research.

"Itu berarti lanskap persaingan akan bergeser dari siapa yang mengintegrasikan fitur AI menjadi siapa yang mengendalikan alur pengambilan keputusan pengguna, catat laporan tersebut," ungkapnya.