Coinbase Lolos Tahap Regulasi Penting, Bidik Dominasi Pembayaran Kripto

Persetujuan OCC buka jalan Coinbase ekspansi layanan stablecoin dan pembayaran digital.

Diterbitkan 04 April 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan kripto Coinbase berhasil melewati tahapan penting dalam proses regulasi di Amerika Serikat (AS). Perusahaan ini memperoleh persetujuan bersyarat dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) untuk beroperasi sebagai trust bank.

Jika seluruh persyaratan terpenuhi, Coinbase akan dapat menjalankan produk pembayaran di bawah pengawasan federal, selain layanan kustodian yang sudah dimilikinya.

Chief Legal Officer Coinbase, Paul Grewal, mengatakan langkah ini membuka peluang pengembangan infrastruktur kripto yang lebih luas.

“Dalam jangka panjang, kami akan dapat menjajaki bersama OCC untuk tidak hanya menawarkan produk kustodian, tetapi juga berbagai produk infrastruktur lainnya, khususnya di bidang pembayaran,” ujarnya dikutip dari CNBC, Sabtu (4/4/2026).

Namun, Coinbase menegaskan tidak akan beroperasi sebagai bank komersial. Perusahaan tidak akan menerima simpanan masyarakat atau menjalankan praktik fractional reserve banking seperti bank konvensional.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Perluas Layanan Pembayaran, Siap Bersaing dengan PayPal

Dengan status trust bank, Coinbase akan memiliki akses lebih besar ke infrastruktur perbankan serta legitimasi regulasi yang lebih kuat.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memproses, menyimpan, dan menyelesaikan transaksi secara lebih efisien. Bahkan, langkah ini berpotensi membuat Coinbase bersaing dengan platform pembayaran seperti PayPal.

Persetujuan OCC ini masih bersifat awal, di mana Coinbase harus memenuhi sejumlah syarat sebelum resmi beroperasi sebagai trust bank.

Ke depan, Coinbase juga akan berada langsung di bawah pengawasan OCC, bukan lagi regulator berbasis negara bagian. Hal ini menjadi keuntungan besar, mengingat sistem regulasi di AS selama ini dinilai kompleks dan berlapis.

“State-by-state regulation” kerap menjadi tantangan bagi perusahaan kripto karena harus mematuhi aturan berbeda di setiap negara bagian.

 

Fokus Stablecoin dan Ambisi Jadi Pemimpin Global

Coinbase saat ini mengembangkan strategi pembayaran berbasis stablecoin, khususnya USD Coin yang diterbitkan oleh Circle.

Perusahaan telah meluncurkan berbagai produk seperti Coinbase Payments, serta menjalin kemitraan dengan Shopify dan Stripe untuk memungkinkan pedagang menerima pembayaran menggunakan USDC.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, bahkan menargetkan USDC menjadi stablecoin nomor satu di dunia, menggeser dominasi Tether.

Selain itu, Coinbase juga berambisi menjadi aplikasi layanan keuangan nomor satu secara global dalam beberapa tahun ke depan.

Persetujuan dari OCC dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan ambisi tersebut, sekaligus memperkuat posisi Amerika Serikat dalam industri kripto global.