Hakim AS Putuskan Pelanggan Dapat Ajukan Klaim Terkait Kerugian Kripto di Binance

Hakim menilai tidak ada bukti Binance mengumumkan ketentuan arbitrase.

Diterbitkan 27 Februari 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang hakim federal pada Kamis, 26 Februari 2026 menolak permintaan Binance supaya pelanggan yang menuduh bursa kripto terbesar di dunia itu secara ilegal menjual token yang tidak terdaftar dan telah kehilangan sebagian besar nilainya, dapat menyelesaikan klaim melalui arbitrase.

Mengutip Channel News Asia, Jumat (27/2/2026), Hakim Distrik AS Andrew Carter di Manhattan menuturkan, pelanggan dapat  mengajukan klaim yang muncul hingga 20 Februari 2019 di pengadilan. Hal ini karena Binance tidak cukup memberi tahu mereka kalau mereka telah mengubah ketentuan penggunaan mereka untuk mewajibkan arbitrase dan melepaskan hak untuk mengguhat dalam gugatan kelompok.

Carter mengatakan tidak ada bukti bahwa Binance "mengumumkan" ketentuan arbitrase, atau memberi tahu pelanggan dalam ketentuan penggunaan di mana mereka dapat mencarinya. Dia juga mengatakan pelepasan hak gugatan kelompok yang diduga dalam ketentuan penggunaan Binance 2019 itu ambigu dan tidak dapat ditegakkan.

Para pelanggan setuju pada November untuk membatalkan klaim yang muncul setelah 20 Februari 2019.

"Binance akan dengan gigih membela klaim terbatas yang tersisa dalam kasus yang tidak berdasar ini," kata juru bicara Binance menanggapi keputusan Carter.

Changpeng Zhao, pendiri Binance dan mantan kepala eksekutif, juga merupakan terdakwa. Pengacaranya tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Beberapa terdakwa lebih memilih arbitrase daripada litigasi karena arbitrase dapat tetap bersifat rahasia, mempersulit pengumpulan bukti, dan biayanya lebih rendah.

Pelanggan yang mengalami kerugian pada tujuh token - ELF, EOS, FUN, ICX, OMG, QSP, dan TRX - menuduh Binance gagal memperingatkan bahwa pembelian tersebut mengandung "risiko signifikan," sebagaimana dipersyaratkan berdasarkan undang-undang sekuritas federal dan negara bagian, dan berupaya untuk mendapatkan kembali uang yang telah mereka bayarkan.

Carter menolak gugatan tersebut pada 2022, tetapi pengadilan banding federal menghidupkannya kembali dua tahun kemudian.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Binance Hadirkan RLUSD di Jaringan XRP, Perkuat Ekosistem Stablecoin Ripple

Sebelumnya, bursa kripto global Binance resmi memperluas dukungan terhadap Ripple USD (RLUSD) di platformnya. Perluasan ini dilakukan dengan mengintegrasikan stablecoin milik Ripple ke dalam jaringan XRP.

Dalam pengumuman pada 12 Februari, Binance menyatakan telah menyelesaikan integrasi RLUSD di jaringan XRP Ledger. Seiring dengan itu, layanan deposit RLUSD kini sudah dibuka bagi para pengguna.

Ripple juga mengonfirmasi kabar tersebut melalui platform media sosial X dengan pernyataan:

“RLUSD telah diluncurkan di Binance dengan dukungan penuh XRPL,” dikutip dari Bitcoin.com, Senin (16/2/2026).

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat likuiditas dan memperluas akses perdagangan RLUSD, khususnya bagi pengguna yang memanfaatkan jaringan XRP.

 

 

Deposit Dibuka, Penarikan Menyusul

Dalam pembaruan terbarunya, Binance menjelaskan bahwa integrasi RLUSD di jaringan XRP telah rampung sepenuhnya.

“Binance telah menyelesaikan integrasi Ripple USD (RLUSD) di jaringan XRP Ledger. Deposit kini sudah dibuka. Penarikan akan tersedia setelah likuiditas mencukupi,” tulis Binance dalam pengumumannya.

Artinya, saat ini pengguna sudah bisa melakukan penyetoran RLUSD melalui jaringan XRP. Sementara itu, layanan penarikan akan diaktifkan setelah kondisi pasar dinilai stabil dan likuiditas mencukupi.

Sebelumnya, pada Januari lalu, Binance telah lebih dulu memperkenalkan perdagangan spot RLUSD di jaringan Ethereum. Platform ini juga meluncurkan promo bebas biaya transaksi untuk pasangan RLUSD/USDT dan RLUSD/U.

Selain itu, RLUSD turut diperluas ke berbagai layanan Binance, seperti produk yield, alat konversi, fitur pinjaman, hingga layanan perdagangan margin.