Perusahaan Kripto Ajukan Kebangkrutan Chapter 11

Perusahaan kripto kini hadapi sejumlah tantangan antara lain pasar yang bearish, PHK hingga kebangkrutan.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim ini menjadi musim yang penuh tekanan bagi pasar kripto. Hal ini seiring siklus bearish yang berlangsung, penutupan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan. Bit.com, salah satu bursa kripto populer dan DappRadar, platform aplikasi terdesentralisasi mengumumkan penutupannya.

Selain itu, bursa kripto OKX dan Polygan Labs memutuskan mengurangi staf sebagai bagian dari restrukturisasi global. Sekarang, terungkap sebuah perusahaan kripto besar telah mengajukan kebangkrutan chapter 11 atau Bab 11. Archblock mengajukan kebangkrutan Bab 11. Demikian mengutip Yahoo Finance, ditulis Rabu (11/2/2026).

TrustToken didirikan pada 2017 dan perusahaan tersebut meluncurkan stablecoin TrueUSD (TUSD) pada 2018 dan protokol pinjaman tanpa jaminan TrueFi pada 2020. Pada 2022, TrustToken berganti nama menjadi Archblock LLC karena perusahaan San Francisco tersebut bertransisi dari perusahaan stablecoin menjadi perusahaan kripto yang berfokus pada membawa modal institusional dan manajemen aset tradisional ke dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Pada 6 Februari, Archblock mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Delaware karena melaporkan kewajiban lebih dari USD 100 juta atau Rp 1,67 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.780) dibandingkan dengan aset yang hanya sekitar USD 10 juta atau Rp 167,76 miliar.

Kebangkrutan Bab 11 adalah proses hukum berdasarkan hukum AS yang memungkinkan seseorang atau bisnis yang tidak dapat membayar utangnya untuk melakukan reorganisasi daripada menutup usahanya. Ide utamanya adalah memberi perusahaan waktu dan struktur untuk memperbaiki keuangannya sambil tetap beroperasi.

Pengajuan kebangkrutan Archblock menyebutkan enam entitas debitur:

Archblock LLC

Archblock (Kepulauan Cayman)

TrueCoin LLC

TrueCoin II, LLC

TrustToken, Inc.

TrueTrading 1 GP LLC

 

Pengajuan Kebangkrutan

Pengajuan tersebut menyebutkan Alameda Research sebagai kreditur potensial dengan klaim tanpa jaminan sebesar USD 8,5 juta.

Didirikan oleh Sam Bankman-Fried, pendiri bursa kripto FTX yang bangkrut dan dipenjara, pada tahun 2017, Alameda Research secara resmi adalah perusahaan perdagangan kripto, tetapi dalam praktiknya beroperasi seperti hedge fund. FTX terbukti menyalurkan dana pelanggan kepada para eksekutif seniornya dengan mengumpulkan uang melalui Alameda Research.

Pengajuan kebangkrutan Archblock juga menyebutkan pemberi pinjaman kripto yang bangkrut, Celsius Network, sebagai "pemegang stablecoin/kreditur yang belum dilikuidasi dalam sengketa".

 

Celciu Gugat Archblock

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Celsius menggugat Archblock pada Oktober tahun lalu karena diduga mengatur "penipuan bernilai jutaan dolar." Gugatan tersebut mengklaim bahwa Archblock dan anak perusahaannya, TrustToken Inc. dan TrueCoin LLC, secara salah menyatakan token TrueCurrency mereka sebagai sepenuhnya dijamin dan didukung oleh uang tunai yang disimpan dalam escrow, tetapi menyalurkan dana pelanggan ke investasi luar negeri yang spekulatif dan volatil.

Berdasarkan gugatan tersebut, Celsius mencetak aset TrueCurrency senilai lebih dari USD 14 juta, termasuk TrueAUD, TrueCAD, dan TrueGBP, antara 2019 dan 2022.

Namun, ketika Celsius mencoba menebus sekitar USD 12,9 juta asetnya pada 2023 selama proses kebangkrutan, Archblock diduga menolak dan mengklaim kehilangan akses ke cadangan setelah mitra penjaminan Prime Trust LLC dan First Digital Trust bangkrut.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.