Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp 49 Triliun, Intip Prospeknya di 2026

Nilai transaksi kripto nasional tercatat mencapai Rp49,28 triliun pada Oktober 2025.

Diterbitkan 15 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri aset kripto di Indonesia kembali menunjukkan performa yang solid sepanjang 2025. Di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan, minat masyarakat terhadap investasi aset digital tetap terjaga.

Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto nasional mencapai Rp49,28 triliun pada Oktober 2025, menegaskan bahwa ekosistem kripto Tanah Air masih berada dalam fase pertumbuhan yang sehat.

Capaian ini sekaligus menjadi indikator kuat bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu pasar kripto paling responsif di kawasan Asia Tenggara, dengan partisipasi investor ritel yang terus meningkat, khususnya dari kalangan generasi muda.

Transaksi Kripto Nasional Menguat

Seiring meningkatnya volume transaksi kripto nasional, INDODAX kembali menegaskan posisinya sebagai exchange kripto terbesar di Indonesia. Pada Oktober 2025, INDODAX membukukan market share sebesar 44,68%, memperkuat dominasinya di industri perdagangan aset digital dalam negeri.

VP INDODAX, Antony Kusuma, menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan pengguna yang tetap tinggi meski kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

“Peningkatan market share INDODAX pada Oktober menegaskan bahwa kepercayaan dan loyalitas pengguna terhadap aset kripto tetap kuat, bahkan saat kondisi global menghadapi ketidakpastian. Kami melihat optimisme pasar kripto masih sangat terasa, terutama di Indonesia,” ujar Antony dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Menurutnya, semakin banyak masyarakat—khususnya generasi muda—yang memahami potensi aset digital tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai bagian dari teknologi masa depan. Hal ini mendorong aktivitas transaksi tetap stabil dan berkelanjutan.

Antony juga menambahkan bahwa secara global, kripto kini dipandang sebagai inovasi jangka panjang.

“Meski pasar global dipengaruhi isu geopolitik, perubahan kebijakan ekonomi, dan volatilitas makro, sentimen investasi kripto tetap menunjukkan arah positif. Investor melihat kripto bukan hanya sebagai aset, tetapi juga teknologi masa depan. Indonesia menjadi salah satu pasar yang paling cepat merespons tren ini,” jelasnya.

 

Lonjakan Transaksi Jadi Sinyal Positif Menuju 2026

Tak hanya unggul dari sisi market share, INDODAX juga mencatat lonjakan volume transaksi yang signifikan. Sepanjang Oktober 2025, total transaksi di platform ini mencapai Rp22,02 triliun, meningkat 216,83% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tajam ini menunjukkan adanya momentum pemulihan pasar yang kuat serta meningkatnya aktivitas perdagangan kripto di dalam negeri.

Bagi INDODAX, pencapaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan validasi atas pertumbuhan ekosistem kripto nasional yang semakin matang. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aset digital, didukung oleh akses informasi yang lebih luas, menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.

Sebagai exchange lokal terbesar dengan dominasi market share yang konsisten di atas 40%, INDODAX menilai bahwa masa depan industri kripto Indonesia tidak hanya ditentukan oleh tingginya volume transaksi, tetapi juga oleh kualitas literasi keuangan digital masyarakat.

 

Tren Positif

Melalui berbagai inisiatif seperti INDODAX Academy, program INDODAX Goes to Campus, pengembangan fitur trading yang ramah pengguna, serta aktivitas komunitas yang berkelanjutan, INDODAX terus mendorong edukasi publik agar investor dapat mengambil keputusan secara aman dan bijak.

Dengan tren positif yang tercermin dari data Oktober 2025 dan optimisme pasar yang masih terjaga, prospek industri kripto Indonesia menuju 2026 dinilai tetap menjanjikan. Dukungan regulasi, peningkatan literasi, serta kepercayaan pengguna menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekosistem kripto yang berkelanjutan di Tanah Air.