EMJ Capital Bakal Luncurkan Perusahaan Treasury Kripto

Investor Eric Jackson akan meluncurkan perusahaan treasury yang fokus pada pasar kripto.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 12:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manager hedge fund dan investor Eric Jackson bertaruh investor masih menginginkan eksposur ke kripto di tengah perdagangan bitcoin (BTC) yang jauh di bawah level tertingginya baru-baru ini. Namun, risiko lebih kecil saat harga turun.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Rabu (3/12/2025), perusahaan Eric Jackson, EMJ Capital sedang bersiap untuk meluncurkan EMJX, sebuah perusahaan treasury yang fokus pada kripto dan investasi di bitcoin (BTC), Ethereum serta sejumlah kripto lebih kecil.

EMJX meski akan membeli dan menyimpan aset-aset ini dan membedakan posisinya dari perusahaan treasury kripto lainnya seperti Strategy Inc milik Michael Saylor dengan menjadi multi-aset dan melalui lindung nilai aktif. Hal ini bertujuan membatasi penarikan besar-besaran sambil tetap berpartisipasi saat harga naik.

Perusahaan treasury kripto mengalokasikan cadangan kas untuk menyimpan bitcoin dan kripto lainnya sebagai aset strategis.

"Kami pikir batas berikutnya adalah treasury digital yang dikelola risiko,” ujar Jackson dalam sebuah wawancara.

Ia mengatakan, hal ini masih memungkinkan perseroan untuk meraih keuntungan ketika bitcoin berkinerja baik tetapi juga membantu melindungi dari penurunan besar-besar selama pasar kripto merosot.

Adapun uji coba strategi EMJX menunjukkan investasi perusahaan treasury tersebut akan naik 31% pada 2025 meski bitcoin dan Ethereum masing-masing turun 3% dan 10%. Sementara itu, saham Strategy merosot 41%.

Strategi EMJ mengandalkan model kecerdasan buatan yang dipatenkan untuk memandu lindung nilai. Jackson menuturkan, model tersebut menjadi lebih tangguh dengan menggabungkan sinyal dari bitcoin dan Ethereum, alih-alih hanya berfokus pada salah satu dari keduanya.

Ia juga menilai, pasar kripto menawarkan kumpulan data yang lebih kaya dari aset tradisional. Hal ini karena blockchain mencatat arus uang masuk dan keluar dari token tertentu secara real-time.

Transparansi itu memungkinkan perusahaan seperti EMJ untuk mempelajari perilaku pelaku pasar besar atau whales dan melacak kinerjanya.

Generasi Muda AS Sulit Beli Rumah Kini Beralih ke Kripto

Sebelumnya, generasi muda Amerika Serikat (AS) kini beralih ke kripto. Langkah generasi muda AS ini seiring semakin jauhnya untuk memiliki rumah. Gen Z disalahkan karena boros, malas dan cenderung you only live once (Yolo) terhadap investasi berisiko seperti kripto dan token non-fungible (NFT).

Namun, anak muda telah menerima label ini dan perilaku mereka bahkan dapat dikatakan rasional. Hal ini seiring memburuknya kondisi ekonomi, termasuk semakin mahalnya harga rumah. Hal ini merupakan temuan dari laporan Financial Times terbaru oleh John Burn-Murdoch. Demikian mengutip Yahoo Finance, Senin (1/12/2025), 

Dua ekonom Seung Hyeong Lee dari Northwestern University dan Younggeun Yoo dari University of Chicago baru-baru ini menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan lebih sedikit pekerjaan, lebih banyak waktu luang dan investasi dalam aset keuangan berisiko seperti kripto semuanya sangat umum di kalangan anak muda yang tidak mampu membeli rumah.

Sebaliknya, menurut riset tersebut, mereka yang memiliki rumah atau berprospek untuk segera memiliki rumah mengambil lebih sedikit risiko.

 

 

Pilih Aset Berisiko Tinggi

Jika tabungan tetap dan akumulasi aset tradisional tidak lagi cukup untuk mengamankan rumah, beberapa rumah tangga mungkin akan memilih strategi berisiko tinggi dan berimbal hasil tinggi seperti berinvestasi dalam mata uang kripto sebagai pilihan terakhir, menurut studi tersebut.

Harga rumah di AS naik 2,2% antara kuartal ketiga 2024 dan kuartal ketiga 2025, menurut Indeks Harga Rumah Federal Housing (FHFA) AS (FHFA HPI).

Secara nasional, pasar perumahan AS telah mengalami apresiasi tahunan yang positif setiap kuartal sejak awal 2012.

"Memang wajar meratapi nihilisme ekonomi yang semakin meningkat di kalangan generasi muda, dan bukti menunjukkannya, tetapi mereka hanya memainkan kartu yang telah diberikan kepada mereka,” tulis Burn-Murdoch.

Ketika ia memperluas penelitian ke Inggris, gambaran serupa muncul. Anak muda dengan sedikit atau tanpa prospek untuk memiliki rumah dalam waktu dekat lebih cenderung mengambil risiko keuangan dibandingkan mereka yang berada dalam jangkauan untuk memiliki rumah.