Harga Bitcoin Kembali Sentuh USD 91 Ribu, Ini Pemicunya

Harga bitcoin (BTC) kembali menguat pada perdagangan Kamis, (27/11/2025). Berikut sentimennya.

Diterbitkan 27 November 2025, 15:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin (BTC-USD) menguat di atas USD 90.000 pada Rabu, 26 November 2025. Akan tetapi, sejumlah ahli memperingatkan harga kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu belum tentu merupakan tanda pemulihan berbentuk V yang signifikan meskipun ada sentimen risiko di pasar saham.

Mengutip data Coinmarketcap.com, harga bitcoin masih menguat dalam 24 jam terakhir dan di atas USD 90.000. Harga bitcoin naik 3,99% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin turun 0,46%. Saat ini, harga bitcoin (BTC) berada di posisi USD 91.388,98 atau Rp 1,52 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.645).

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan dalam empat hari berturut-turut di tengah meningkatnya taruhan investor terhadap penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) pada Desember 2025.

Sementara itu, bitcoin terus meningkat setelah mencapai USD 81.000 pada Jumat lalu, level terendah sejak April.

"Bitcoin dan Nasdaq biasanya sangat berkorelasi, tetapi korelasi tersebut telah melemah dalam beberapa minggu terakhir dengan penurunan harga bitcoin yang jauh lebih tajam” ujar Ekonom Apollo Management, Torsten Slok.

Bitcoin turun sekitar 28% dari level tertinggi sepanjang masa di atas USD 126.000 pada Oktober meski terjadi peningkatan baru-baru ini.

"Meskipun kuartal keempat sering kali menjadi kuartal terkuat untuk bitcoin, sejarah menunjukkan kenaikan tersebut jarang terjadi tanpa katalis,” ujar ahli strategi di 10XResearch yang berbasis di Singapura.

Pasar memprediksi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada Desember, tetapi pesan ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell dalam konferensi pers setelah keputusan the Fed mungkin menjadi hal penting bagi harga kripto.

“Bitcoin, khususnya sangat bergantung pada jalur komunikasi Fed alih-alih pada tindakan mekanisme pemotongan suku bunga,” kata 10XResearch.

 

 

Bitcoin Bakal Konsolidasi

“Akibatnya, kami tidak memandang pemotongan suku bunga pada Desember, jika terjadi, sebagai sesuatu yang bullish untuk bitcoin. Jika the Fed tidak melakukan pemotongan, risiko aksi jual pasar yang lebih tajam kemungkinan akan meningkat,” demikian seperti dikutip

.Perusahaan tersebut menepis ekspektasi peningkatan belanja Rekening Umum Perbendaharaan (Treasury General Account/TGA), yang serupa dengan rekening giro pemerintah, akan mendorong pasar. Hal ini belanja tersebut sekarang akan dilakukan setelah berakhirnya penutupan pemerintah AS.

Ketika TGA terakhir kali merilis sekitar USD 522 miliar, Bitcoin awalnya turun sekitar USD 14.000, atau 15%, dan baru mencapai titik terendah setelah pengeluaran lebih lanjut dilakukan, dengan jeda lebih dari dua bulan antara Februari dan April 2025, menurut 10X Research.

"Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa hubungan TGA–Bitcoin tertunda atau lebih bersifat teoretis daripada kausal," menurut catatan tersebut, menambahkan bahwa TGA tetap tinggi. Jika jeda dua bulan serupa berlaku kali ini, dengan asumsi hubungan tersebut tetap ada, Bitcoin dapat terus berkonsolidasi hingga akhir Januari 2026 sebelum dampak yang didorong oleh likuiditas terlihat," kata catatan tersebut.

 

Analis Belum Prediksi Titik Terendah Bitcoin

Analis Compass Point, Ed Engel, belum memprediksi titik terendah Bitcoin.

"Ciri khas pasar bearish adalah reli cepat yang diikuti oleh aksi jual agresif saat harga menguat," kata Engel, menandakan resistensi jangka pendek antara USD 92.000 dan USD 95.000 jika token tersebut reli sejauh itu.

"Meskipun kami tidak memperkirakan BTC akan diperdagangkan seburuk pasar bearish sebelumnya, kami ingin melihat akumulasi bersih dari HODLers [pemegang jangka panjang] dan posisi short yang lebih agresif dari pedagang berjangka sebelum mengambil tindakan yang lebih konstruktif," kata Engel.

Ia menambahkan,  BTC akan menguji ulang level USD 82 ribu dan berpotensi menembus di bawah USD 80 ribu.

"Meskipun kami melihat support yang kuat di kisaran USD65-70 ribu, kami melihat peningkatan risiko bahwa BTC akan menguji ulang puncak kisaran ini,”

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.