Pasar Kripto Lesu, Begini Prospeknya Dalam Jangka Panjang

Pasar kripto sedang sangat lesu, ini penjelasannya.

Diterbitkan 10 November 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Keyakinan terhadap aset digital kembali menguat, dengan Mike Novogratz menilai bahwa perlambatan pasar kripto saat ini dapat menjadi dasar bagi reli yang lebih kuat menjelang akhir tahun. 

Ia menilai penyeimbangan kembali portofolio, meningkatnya likuiditas, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve sebagai faktor pendorong utama.

Pasar kripto saat ini bergerak lesu karena investor meninjau ulang tingkat eksposur setelah periode kenaikan yang panjang.

CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, mengungkap melalui platform X kondisi ini kemungkinan dipicu oleh investor jangka panjang yang mulai mendiversifikasi kekayaan mereka setelah fase bullish yang berkepanjangan, mencerminkan penyesuaian pasar yang wajar.

“Pasar kripto sedang sangat lesu. Dugaan terbaik saya adalah setelah pasar bullish yang sangat panjang, banyak pemegang saham jangka panjang menyeimbangkan kembali kekayaan bersih mereka dan melakukan diversifikasi dari kepemilikan terkonsentrasi yang masif,” ujarnya, dikutip dari Bitcoin.com, Senin (10/11/2025).

Ia menilai hal ini sehat dalam jangka menengah dan panjang karena posisi-posisi ini terdistribusi sambil menegaskan bahwa proses realokasi ini pada akhirnya dapat menstabilkan pasar.

Novogratz juga menyoroti dinamika ekonomi makro yang dinilai dapat memengaruhi arah pasar.

“Saya rasa kita belum melihat siklus tertinggi. Saya pikir pada akhir tahun kita akan melihat ketua Fed yang baru dan dia akan jauh lebih dovish daripada yang biasa dilihat pasar. Semoga itu memberikan narasi yang cukup untuk mendorong kenaikan berikutnya,” pungkasnya. 

 

 

Terlibat Kejahatan, Rp 4,9 Triliun Aset Kripto Dibekukan Dalam Setahun

Sebelumnya, T3 Financial Crime Unit (T3 FCU) telah membekukan USD 300 juta aset kripto yang terlibat praktik kejahatan global. Angka yang setara Rp 4,9 triliun (kurs Rp 16.637) itu dibekukan dalam kurun wakru satu tahun terakhir.

T3 FCU merupakan inisiatif kolaborasi antara Tether, Tron, dan TRM Labs. Kelompok ini mencatat Rp 4,9 triliun telah dibekukan sejak September 2024 hingga 31 Oktober 2025.

“Mencapai tonggak USD 300 juta menunjukkan dampak nyata dari teknologi blockchain dalam memerangi kejahatan keuangan," ungkap CEO Tether, Paolo Ardoino, mengutip Bitcoin.com, Senin (10/11/2025).

"Kami secara konsisten membuktikan keyakinan itu melalui tindakan nyata, bekerja sama dengan lembaga penegak hukum global untuk memantau transaksi dan mengganggu aktivitas kriminal," imbuhnya.

Inisiatif ini mencerminkan tren yang berkembang dalam koordinasi publik-swasta untuk memperkuat respons global terhadap pelanggaran keuangan yang difasilitasi oleh kripto, termasuk pencucian uang, penipuan, dan kejahatan terorganisir.

 

Penegakan Hukum

Selama setahun terakhir, T3 FCU telah mendukung upaya penegakan hukum di 23 yurisdiksi, termasuk operasi besar di Amerika Serikat, Eropa, dan Brasil. Penindakan di Brazil menghasilkan penyitaan aset setara Rp 9,6 triliun.

“Pencapaian USD 300 juta oleh Unit Kejahatan Keuangan T3 adalah bukti bahwa kemajuan dapat terjadi ketika teknologi, institusi, dan manusia bekerja bersama. Dengan membangun kepercayaan dan kerja sama lintas batas, kita dapat membuat ekonomi digital menjadi lebih aman dan lebih mudah diakses oleh semua orang," tambah Pendiri Tron, Justin Sun.