Harga Bitcoin Hari Ini 18 Agustus 2025, Dibayangi Pidato the Fed hingga Aksi Ambil Untung

Pada 18 Agustus 2025, harga Bitcoin menunjukkan gerak dinamis, sempat menguat tipis, dan berbalik arah ke zona merah.

Diperbarui 18 Agustus 2025, 17:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto global menunjukkan dinamika yang menarik, dengan harga Bitcoin (BTC) menjadi sorotan pada Senin, (18/8/2025).

Mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini terpantau mengalami penguatan tipis di awal perdagangan, meskipun pergerakannya bervariasi sepanjang hari.

Pada Senin pagi, harga BTC sempat menguat tipis. Namun, harga bitcoin kembali berbalik arah ke zona merah.

Harga kripto kapitalisasi pasar terbesar (BTC) turun 2,73% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga BTC merosot 4,98%. Saat ini, harga bitcoin menyentuh posisi USD 115.154,20 atau Rp 1,86 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.203).

Seiring pergerakan harga bitcoin itu, kapitalisasi pasar bitcoin menyentuh posisi USD 2,92 triliun atau Rp 37.148 triliun.

Dalam riset Ajaib Brasil akan menjadi sorotan minggu ini. Parlemen negara tersebut akan menggelar sidang pada 20 Agustus untuk membahas rencana pembentukan cadangan nasional Bitcoin.

“Dari sisi makro, investor juga menunggu rilis notulen rapat FOMC pada Kamis, 21 Agustus 2025, yang biasanya memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (the Fed),” ujar Financial Expert Ajaib Panji Yudha dalam keterangan resmi.

 

 

 

Aliran Dana ke Kripto

Ia menambahkan, puncaknya, minggu ini akan ditutup dengan Simposium Jackson Hole, di mana Ketua The Fed, Jerome Powell, dijadwalkan menyampaikan pidato penting pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Sepanjang periode 11–15 Agustus 2025, perdagangan Bitcoin Spot ETF mencatat arus masuk dana yang cukup signifikan dengan total inflow bersih mencapai USD 547,81 juta. Arus masuk terbesar terjadi pada 14 Agustus sebesar USD 230,93 juta, menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap produk ini. 

Sementara itu, inflow juga konsisten terjadi pada awal pekan, dengan USD 178,15 juta pada 11 Agustus, USD 65,95 juta pada 12 Agustus, dan USD 86,91 juta pada 13 Agustus. Hanya pada 15 Agustus tercatat arus keluar sebesar $14,13 juta, yang relatif kecil dibandingkan dengan inflow sebelumnya sehingga tidak banyak mengubah tren mingguan.

“Secara keseluruhan, meskipun terjadi sedikit koreksi di akhir pekan, ETF Bitcoin tetap menunjukkan sentimen positif dari investor dengan akumulasi aset yang sempat menyentuh lebih dari USD 158 miliar sebelum akhirnya berada di level USD 151,98 miliar pada penutupan minggu,” kata dia.

Sentimen Kripto

Tak hanya bitcoin, harga Ethereum (ETH) juga melemah. Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum terpangkas 5,42%. Namun, selama sepekan terakhir, harga Ethereum naik tipis 0,82%.

Mengutip Yahoo Finance, aksi ambil untung di kripto telah menekan harga kripto. Selain itu, pelaku pasar juga mempertimbangkan potensi penurunan suku bunga the Fed pada September. Hal ini akan memperpanjang momentum risk-on aset digital atau menghidupkan kembali korelasi dengan emas.

Investor juga menanti pembukaan pasar saham Amerika Serikat (AS) seiring sejumlah prediksi kripto akan mengikuti indeks saham tanpa ada sinyal makro baru.

Namun, pertemuan the Fed pada September terus menjadi penentu posisi dengan harapan penurunan suku bunga kini sangat diperhitungkan di pasar obligasi.

Direktur LVRG Research, Nick Ruck mencatat peran bitcoin dapat kembali berperan jika pelonggaran moneter mulai berlaku.

"Potensi penurunan suku bunga the Fed pada September dapat menghidupkan kembali korelasi bitcoin dengan emas sebagai lindung nilai yang didorong oleh likuiditas, tetapi pemisahan baru-baru ini  menunjukkan emas berkembang pesat karena permintaan bank sentral sementara BTC tetap terikat pada sentimen risiko,” ujar dia.

Prediksi Kripto

“Secara historis, kedua aset ini bertemu selama pelonggaran moneter, tetapi rekor tertinggi emas di tengah ketegangan geopolitik menyoroti perannya yang abadi sebagai safe haven, sementara narasi bitcoin bergantung pada adopsi institusional dan kejelasan kebijakan the Fed,” Ruck menambahkan.

Sementara itu, emas telah melambung ke level tertinggi sepanjang masa berkat rekor pembelian bank sentral dan lindung nilai terhadap sentimen geopolitik terlepas dari lintasan bitcoin yang terkait dengan saham.

COO BTSE, Jeff Mei menuturkan, saham dan laba ritel dapat menjadi pemicu. “Pasar tidak mengalami banyak pergerakan selama akhir pekan, jadi kami memperkirakan mata uang kripto akan diperdagangkan sejalan dengan saham ketika pasar AS dibuka hari ini,” ujar Jeff Mei.