BNB Cetak Rekor Baru di Atas USD 850, Analis Prediksi Siap Tembus USD 1.000

BNB terus mencatat rekor baru, menembus USD 850 dan mengukuhkan posisinya sebagai aset digital terbesar kelima. Didukung oleh investor institusional dan antusiasme pasar, target USD 1.000 tampaknya semakin realistis.

Diterbitkan 29 Juli 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam waktu kurang dari seminggu setelah melampaui USD 800 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH), harga BNB kembali melonjak pada akhir 28 Juli 2025. Kenaikan sebesar 7,4% dalam 24 jam membawa harga BNB mencapai puncak baru di USD 855,84 dan mendorong kapitalisasi pasarnya menembus USD 118,5 miliar.

Dengan ini, BNB kokoh di posisi kelima sebagai aset digital terbesar di dunia.

Dikutip dari bitcoin.com, Selasa (29/7/2025), data menunjukkan lonjakan BNB kali ini berbeda dari sebelumnya. Saat mencetak ATH pada 23 Juli di level USD 808, sebagian analis menilai kenaikan tersebut dipicu rotasi modal dari aset kripto lain.

Namun kini, lonjakan justru terjadi bersamaan dengan penguatan aset besar lainnya. Misalnya, XRP naik hampir 2% dan Ethereum (ETH) menguat 3,9%, mengindikasikan adanya sentimen positif yang merata di pasar kripto.

ETH sendiri diperdagangkan tepat di atas USD 3.934 saat artikel ini ditulis, dan tampak bersiap menembus angka psikologis $4.000 untuk pertama kalinya sejak Desember 2024.

Kenaikan harga BNB selama 30 hari terakhir mencapai lebih dari 30%, memicu gelombang optimisme di kalangan investor. Sebagian analis dan komunitas memperkirakan harga akan mencapai USD 1.000 pada bulan Agustus, dengan kisaran USD 840-USD 880 dipandang sebagai zona resistensi penting.

 

Rasio Sharpe Lima Tahun

Dalam laporan riset Binance yang dirilis pada 23 Juli—tak lama setelah BNB mencapai USD 808—dijelaskan bahwa lonjakan BNB bukan sekadar efek momentum pasar, melainkan cerminan dari pergeseran peran BNB menjadi aset cadangan institusional.

Laporan itu mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, BNB menunjukkan performa istimewa dibandingkan aset kripto utama lain. Hal ini tercermin dari rasio Sharpe lima tahun BNB yang mencapai 2,5. Artinya, untuk setiap dolar risiko yang diambil, investor menerima imbal hasil sebesar USD 2,5.

“Rasio Sharpe lima tahunnya mencapai 2,5, menunjukkan bahwa untuk setiap dolar risiko yang diambil, imbal hasilnya adalah 2,5 dolar. Hal ini menyoroti potensi imbal hasil BNB yang kuat di samping profil risiko yang relatif stabil,” tulis laporan tersebut.

 

Instrumen Investasi Jangka Panjang

Yang menarik, lonjakan harga BNB kali ini tidak disertai lonjakan tajam dalam minat terbuka (open interest) pada kontrak berjangka. Artinya, reli ini kemungkinan besar bukan didorong oleh spekulasi berbasis leverage, melainkan oleh aliran modal jangka panjang yang stabil di pasar spot.

Dengan tren saat ini, BNB tampak menjanjikan tidak hanya sebagai aset perdagangan jangka pendek, tetapi juga sebagai instrumen investasi jangka panjang. Jika sentimen pasar tetap kuat dan investor institusional terus masuk, target USD 1.000 bisa segera tercapai dalam waktu dekat.