Sukses

Indodax Rilis Proof of Reserve, Pembuktian sebagai Crypto Exchange Aman

Perilisan Proof of Reserve ini menjadi salah satu pembuktian jika Indodax adalah crypto exchange dengan cadangan aset yang aman.

Liputan6.com, Jakarta - Fase market bearish pada 2022 menyebabkan beberapa crypto exchange besar dunia bangkrut, menyisakan berbagai sentimen negatif yang cukup mempengaruhi pasar kripto pada tahun lalu. 

Kebangkrutan bursa kripto besar yaitu FTX pada tahun lalu sedikit banyak membuat atensi investor kripto dan tak terkecuali CEO Indodax, Oscar Darmawan selaku pelaku industri. 

Sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) lokal yang berdiri pertama kali di Indonesia, Indodax selalu mengedepankan keamanan aset member dan kenyamanan member untuk bertransaksi.

"Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, Indodax memutuskan untuk melakukan audit Proof of Reserve (PoR) dan Perhitungan Kecukupan Likuiditas Perusahaan. Di awal tahun ini, kami bekerjasama dengan auditor kenamaan Kreston Indonesia KAP Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo untuk melakukan audit ini,” kata Oscar dalam siaran pers, dikutip Sabtu (20/5/2023).

Oscar menambahkan, ini merupakan salah satu bentuk konsistensi dan pembuktian kepada nasabah, jika Indodax adalah crypto exchange terpercaya yang memiliki likuiditas baik

Oscar sebagai pelaku industri berharap crypto exchange lokal yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) lainnya juga bisa melakukan audit seperti ini untuk menjamin likuiditas yang dimiliki oleh perusahaan.

Proof of Reserve Dapat Diakses Publik

Oscar menjelaskan Proof of Reserve Indodax sudah dapat diakses dengan bebas oleh siapapun di CoinMarketCap dan sudah terverifikasi. Total reserve Indodax sebesar USD 153.047.683,28 atau setara Rp 2,26 triliun (asumsi kurs Rp 14.815 per dolar AS). 

Adapun rincian reserve Indodax sebagai berikut, Bitcoin sebanyak lebih dari 2500 BTC, lebih dari 9999 ETH, lebih dari 1,986,590 USDT, 1,102,715,358,593 SHIB, 998,872 MATIC, dan lain-lain. 

“Indodax merupakan satu satunya crypto exchange lokal yang sudah memberikan address tagging secara terbuka, reserve yang terverifikasi CoinMarketCap, dan melakukan audit dengan bekerjasama dengan Kantor Akuntan Publik," pungkas Oscar.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

GameFi yang Berbasis NFT Kini Banyak Diminati, Ini Kata CEO Indodax

Sebelumnya, seiring bertambahnya popularitas kripto di mata awam, pengaplikasian teknologi blockchain lainnya pun kini semakin marak. Tidak hanya NFT yang marak di Indonesia karena Ghozali Everyday, GameFi Play to Earn pun kini semakin diminati khususnya bagi para penggiat game.

CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan konsep dari GameFi ini berbeda dengan game pada biasanya. Selain karena Gamefi ini berjalan di atas teknologi blockchain, GameFi juga memiliki keuntungan khususnya bagi penggiat game. 

"Berbeda dengan game pada biasanya yang mengadopsi konsep Pay to Play, dimana gamer yang hendak mendapatkan senjata, item, fitur, skin, dll harus merogoh kocek yang cukup dalam dan membayarnya menggunakan kartu kredit ataupun metode pembayaran lain," kata Oscar, dalam siaran pers, dikutip Sabtu (6/5/2023).

Dia menambahkan, jika para gamer ini memainkan GameFi yang mengadopsi konsep dari Play to Earn. 

Penggiat game justru yang diuntungkan karena mendapatkan sejumlah reward atau bonus yang didapat dari kenaikan level, gamer yang sanggup untuk menyelesaikan suatu task, Ataupun bonus karena memenangkan suatu pertandingan. 

Gamer akan mendapatkan nominal bonus berbentuk kripto yang mana kripto tersebut pun bisa diperjualbelikan melalui crypto exchange.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

3 dari 3 halaman

Hubungan GameFi dengan NFT

GameFi sendiri juga berhubungan dengan non-fungible token (NFT), di mana ada banyak item yang bisa diperjualbelikan di marketplace NFT seperti OpenSea dan lainnya. 

Karena GameFi ini disupport oleh teknologi blockchain, maka segalanya cukup transparan termasuk kepemilikan aset digital dimana para pemain dapat mentrace kepemilikan aset yang ada di game tersebut. 

"Pada 2021 saat kripto sedang memasuki fase bullish, industri GameFi sangat berpotensi bagus. Terlebih saat itu banyak sekali investor institusi banyak terjun ke kripto. Potensi GameFi pun di masa mendatang saya prediksi sangat besar," tutur dia.

Bahkan mungkin perusahaan game ternama seperti Sony, Activision, Electronic Arts, dan lainnya bisa saja terjun ke dunia GameFi. 

"Ini yang membuat ekosistem GameFi ini akan semakin ramai dan secara tidak langsung awareness terhadap GameFi juga akan semakin luas," pungkas Oscar.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.