Sukses

Tiffany & Co Hasilkan Rp 186 Miliar dari Penjualan NFT

Liputan6.com, Jakarta - Pada 5 Agustus 2022, retail penjual perhiasan mewah asal AS, Tiffany & Co mengumumkan NFT perusahaan yang disebut "Nftiff" terjual habis. Tiffany menjual 250 Nftiff seharga 30 Ethereum per Nftiff yang menghasilkan lebih dari USD 12,5 juta atau sekitar Rp 186,1 miliar dari penjualan. 

NFT yang dibuat oleh Tiffany harus ditukarkan paling lambat 12 Agustus untuk diubah menjadi sebuah liontin yang akan dikerjakan oleh para pengrajin di Tiffany & Co.

"Kami terjual habis dari semua 250 Nftiff. Sampai mint berikutnya,” tulis Tiffany & Co dalam sebuah pengumuman, dikutip dari Bitcoin.com, Selasa (9/8/2022).

Data yang berasal dari Dune Analytics menunjukkan sejauh ini 94 Nftiff telah ditukarkan oleh total 73 pemilik Cryptopunk NFT pada hari yang sama dengan penjualan. 

Penjualan NFT Nftiff Meningkat

Metrik dari cryptoslam.io menunjukkan penjualan Nftiff asli dan penjualan pasar sekunder telah mencapai peringkat koleksi NFT teratas berdasarkan volume penjualan selama tujuh hari terakhir. 

Ada 299 transaksi hingga saat ini dari 182 pemilik yang menyimpan Nftiff di 48 dompet aktif. Data Cryptoslam.io dan metrik nftgo.io keduanya menunjukkan ada beberapa penjualan sekunder yang ditetapkan di bawah harga yang ditetapkan oleh perusahaan perhiasan itu. 

Kedua situs analitik NFT menunjukkan penjualan Nftiff telah turun hingga 27 Ethereum dan beberapa berada di kisaran 27,5 dan 27,8 ETH per Nftiff. Ini berarti pemilik telah menjual Nftiff dengan kerugian di pasar sekunder.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Instagram Kenalkan Fitur NFT di Indonesia

Sebelumnya, Instagram memperkenalkan fitur NFT. Fitur ini mendukung kreator dan kolektor untuk memajang koleksi NFT mereka di Instagram.

Melansir laman instagram, Sabtu (6/8/2022), NFT di Instagram dapat terhubung dengan dompet digital. Sehingga pembuat dan kolektor NFT bisa memilih NFT mana yang ingin ingin mereka bagikan di Instagram. Fitur ini juga emungkinkan untuk berbagi koleksi digital.

Setelah kreator atau kolektor mengunggah koleksi digital mereka, maka muncul informasi publik, seperti deskripsi NFT. Unggahan juga akan terlihat di profil mereka.

Penandaan otomatis dari kreator dan kolektor. Fitur ini memungkinkan kreator dan kolektor secara otomatis ditandai (tag) dalam laman atau unggahan koleksi digital. Namun, ini tergantung pada pengaturan privasi masing-masing.

"Kami mengumpulkan dan mengatur data publik dari blockchain terbuka, seperti Ethereum, untuk menyediakan fitur ini. Dari data blockchain publik ini, kami hanya dapat mengidentifikasi koleksi mana yang menjadi milik kolektor dan kreator ketika mereka menghubungkan dompet pihak ketiga mereka ke Instagram," tulis Instagram dalam pengumumannya.

Saat peluncuran, blockchain yang akan didukung adalah Ethereum dan Polygon, dengan Flow dan Solana direncanakan segera hadir.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Ghozali Everyday Jadi yang Pertama

Dompet pihak ketiga yang kompatibel untuk digunakan mencakup Rainbow, MetaMask, dan Trust Wallet, dengan Coinbase Wallet, Dapper, dan Phantom segera hadir. Untuk diketahui, tidak akan ada biaya yang terkait dengan aktivitas mengunggah atau membagikan koleksi digital di Instagram.

Usai fitur NFT Instagram dapat diakses di Indonesia, Ghozali Everyday langsung mengunggah foto dirinya dan membawa logo Instagram di akun @ghozaliphoto.

Foto itu lantas dibeli oleh Pieter Lydian dengan akun Instagram @pieterlydian. Yang membedakan unggahan NFT dan unggahan lainya, yakni terdapat efek mengkilap dan tanda centang di sudut kiri bawah. Jika diklik, maka akan muncul informasi mengenai deskripsi NFT. 

Dalam hal ini, NFT Gozali Everyday tercatat sebagai digital collectible dari OpernSea NFT dan ada keterangan dimiliki oleh Pieter Lydian dengan basis blockchain Ethereum.

4 dari 4 halaman

Fitur NFT di Instagram Bakal Tersedia untuk 100 Negara

Sebelumnya, perusahaan Mark Zuckerberg, Meta yang membukukan kerugian tajam di divisi Metaverse-nya pada Q2 2022, meluncurkan strategi baru ekspansi aset digitalnya pada 10 Mei 2022.

Menurut posting ruang berita Meta yang diperbarui pada Kamis, 4 Agustus 2022, salah satu strateginya adalah memulai ekspansi Non Fungible Token (NFT) di 100 negara di Afrika, Asia-Pasifik, Timur Tengah dan Amerika. Peluncuran awal strategi ini menargetkan aplikasi media sosial Instagram.

Dilansir dari Cointelegraph, Jumat (5/8/2022), Meta juga akan memulai dukungan untuk koneksi dompet dengan Coinbase Wallet dan Dapper serta kemampuan untuk memposting koleksi digital yang dicetak di blockchain Flow. 

Nantinya pengguna hanya perlu menghubungkan dompet digital mereka ke Instagram untuk memposting NFT, kata perusahaan itu dalam posting terbarunya. 

Integrasi dompet pihak ketiga dengan Rainbow, MetaMask, Trust Wallet, Coinbase Wallet, dan Dapper Wallet akan segera hadir. Blockchain yang didukung saat ini adalah Ethereum, Polygon, dan Flow. Tidak ada biaya yang dikenakan untuk memposting atau membagikan koleksi digital di instagram.

Seiring dengan metaverse, aset digital tampaknya telah menjadi salah satu komponen inti Meta untuk ekspansi. Selama kuartal kedua 2022, pendapatan perusahaan turun 1 persen dari tahun ke tahun menjadi USD 28,8 miliar atau sekitar Rp 428,8 triliun sementara pendapatan operasionalnya turun 32 persen menjadi USD 8,36 miliar pada periode yang sama. 

CEO Mark Zuckerberg mengatakan dia tidak terpengaruh oleh kerugian USD 2,8 miliar di divisi Metaverse perusahaan, dan sebaliknya ada peluang untuk menghasilkan "ratusan miliar," atau bahkan "triliun," dolar saat sektor ini sudah matang. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS