Sukses

Berapa Banyak Persediaan Bitcoin di Dunia?

Liputan6.com, Jakarta -- Bitcoin sebagai salah satu cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasarnya merupakan pelopor dari lahirnya koin alternatif (altcoin) baru yang ada hingga saat ini. 

Selain menjadi pelopor, bitcoin juga menjadi kripto yang paling populer karena harganya yang sangat tinggi, bahkan pada November 2021, Bitcoin pernah menyentuh harga hampir USD 69.000 atau sekitar Rp 991,4 juta (asumsi kurs Rp 14.369). 

Meskipun populer, ternyata Bitcoin memiliki persediaan yang terbatas. Lantas, berapa banyak persediaan bitcoin di dunia hingga saat ini? 

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, bitcoin memiliki maksimum suplai sebanyak 21 juta Bitcoin. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 18,941,768 bitcoin yang berhasil ditambang atau yang ada di dunia. 

Dilansir dari Investopedia, bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang dibuat pada Januari 2009. Ini mengikuti gagasan yang ditetapkan dalam white paper milik Satoshi Nakamoto

Bitcoin menawarkan janji biaya transaksi yang lebih rendah daripada mekanisme pembayaran online tradisional, dan tidak seperti mata uang yang dikeluarkan pemerintah, bitcoin dioperasikan oleh otoritas yang terdesentralisasi.

Namun, alasan mengenai persediaan bitcoin yang hanya 21 juta belum pasti benar bila tidak dijelaskan langsung dari Satoshi sendiri.

Meski begitu, sebetulnya tak perlu khawatir jika tidak mengetahuinya. Lantaran, mata uang ini dapat dibagi sampai jumlah yang tak terhingga secara efektif.

Artinya, jumlah tepatnya bukan menjadi masalah selama bisa membaginya menjadi berapa bagian sesuai persetujuan dengan pihak lain, selama jumlah batasnya tetap sama. Karena seperti diketahui, masih ada nominal terkecil dari Bitcoin yaitu Satoshi.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harga Kripto pada Jumat Pagi 28 Januari 2022

Sebelumnya, harga Bitcoin, ethereum dan jajaran kripto teratas terlihat masih melemah pada Jumat pagi, 28 Januari 2022. Mayoritas kripto teratas menunjukkan grafik merah dalam satu hari terakhir.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah dalam satu hari terakhir sebesar 1,16 persen dan 12,75 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga BTC berada di level USD 36.018,18 per koin atau setara Rp 517,7 juta (asumsi kurs Rp 14.375 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) sebagai kripto terbesar kedua yang sebelumnya terapresiasi, hari ini harus melemah sebesar 3,23 persen dalam satu hari terakhir dan 23,67 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.348,30 per koin. 

Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD coin (USDC), meskipun sedikit turun, tetapi masing-masing harganya masih stabil. USDT masih berada di level USD 1,00. USDC yang sempat menurun, hari ini kembali ke harga stabilnya yaitu USD 1,00

Selanjutnya, Binance coin (BNB) yang sempat melemah kemarin, hari ini berhasil menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB menguat sebesar 5,81 persen. Namun, dalam sepekan BNB masih melemah sebesar 13,09 persen. Hal itu membuat BNB berada di level USD 390,69 per koin. 

Sedangkan, Solana (SOL) masih melemah dalam satu hari terakhir sebesar 3,30 persen dan dalam sepekan meradang sebesar 34,03 persen. Saat ini harga SOL berada di level USD 87,03 per koin.

Adapun, Cardano (ADA) yang sempat menguat, kini kembali meradang sebesar 0,98 persen dalam 24 jam terakhir dan 20,03 persen dalam sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 1,03 per koin.