Liputan6.com, Jakarta - Banyak yang bertanya-tanya soal alasan orang memilih hidup tanpa cicilan meski penghasilannya tinggi. Padahal, gaji besar belum tentu membuat hidup tenang, dan bagi sebagian orang, bebas utang justru jadi bentuk kemewahan yang sesungguhnya.
Survei Konsumen Bank Indonesia Agustus 2026 mencatat porsi pendapatan untuk cicilan mencapai 10%, sementara kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta menyisihkan 11,2% untuk cicilan. Artinya, sebagian penghasilan sudah terkunci untuk utang.
Sementara itu, mengutip dari laman SoFi, gaya hidup yang terus naik dan kurangnya literasi keuangan membuat banyak orang berpenghasilan besar terjebak utang berbunga tinggi. Karena itu, sebagian memilih jalan berbeda: hidup sederhana tanpa cicilan. Berikut alasan orang memilih hidup tanpa cicilan meski penghasilannya tinggi, Liputan6.com, Sabtu (10/10/2026).
Advertisement
1. Menghindari Jebakan Lifestyle Creep
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335794/original/057765400_1788064886-pexels-karola-g-5900185.jpg)
Lifestyle creep adalah kondisi ketika pengeluaran ikut naik setiap kali penghasilan bertambah. Mobil lebih mewah, rumah lebih besar, dan gadget terbaru terasa wajar karena "mampu", padahal semuanya sering dibeli dengan cicilan.
SoFi mencatat bahwa lifestyle creep dan kurangnya literasi keuangan menjadi penyebab umum orang berpenghasilan tinggi hidup dari gaji ke gaji. Orang yang sadar pola ini memilih membayar tunai atau tidak membeli sama sekali. Mereka paham bahwa gaji naik tidak berarti beban tetap boleh ikut naik.
Advertisement
2. Cicilan Mengurangi Fleksibilitas Hidup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336640/original/088314700_1788169542-young-working-woman-tired-work.jpg)
Setiap cicilan adalah komitmen tetap yang harus dibayar, apa pun kondisinya. Saat terjadi PHK, bisnis seret, atau ada kebutuhan mendadak, kewajiban ini tetap menunggu. Orang berpenghasilan tinggi biasanya punya banyak pilihan karier, tetapi cicilan membuat pilihan itu menyempit. Tanpa cicilan, mereka lebih leluasa pindah kerja, mengambil jeda, atau memulai usaha sendiri tanpa panik memikirkan tagihan bulanan.
3. Bunga Utang Menggerus Kekayaan
Utang bukan hanya soal pokok pinjaman, tetapi juga bunga yang terus berjalan. Menurut SoFi, utang kartu kredit berbunga tinggi dan skema beli sekarang bayar nanti bisa menghabiskan penghasilan ketika seseorang hanya mampu membayar cicilan minimum.
Uang yang seharusnya tumbuh lewat investasi malah mengalir ke pihak pemberi pinjaman. Bagi yang paham hitungan ini, menghindari utang adalah "investasi" dengan hasil pasti: tidak ada bunga yang harus dibayar.
Advertisement
4. Ingin Ketenangan Pikiran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365595/original/039663500_1791186476-4.jpg)
Tekanan finansial tidak hanya soal angka, tetapi juga kondisi mental. Tanggal jatuh tempo yang menghantui bisa membuat tidur tidak nyenyak dan fokus kerja terganggu. Banyak orang berpenghasilan tinggi akhirnya sadar bahwa mereka lebih menghargai ketenangan daripada status.
Hidup tanpa cicilan membuat pikiran lebih ringan, hubungan dengan pasangan lebih sehat karena minim konflik soal uang, dan keputusan besar bisa diambil dengan kepala dingin.
5. Arus Kas Lebih Sehat untuk Menabung dan Berinvestasi
Tanpa cicilan, porsi besar penghasilan bisa dialihkan ke dana darurat, investasi, dan dana pensiun. Tren ini mulai terlihat di Indonesia. Survei Konsumen BI Januari 2026 mencatat proporsi pendapatan yang ditabung naik ke 16,5%, level tertinggi sejak awal 2023. Rumah tangga tampak makin berhati-hati mengatur arus kasnya. Dengan arus kas yang longgar, kekayaan bersih bisa bertumbuh lebih konsisten.
Advertisement
6. Tidak Mau Terlihat Kaya tapi Sebenarnya Rapuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335795/original/030285300_1788064890-sad-woman-holding-coffee-shopping-bags-white-wall.jpg)
Rumah besar, mobil mewah, dan liburan eksotis sering menciptakan kesan sukses. Namun, kesan itu bisa menipu jika semuanya dibiayai utang. Sebagian orang berpenghasilan tinggi memilih tampil sederhana karena lebih mementingkan kekayaan nyata daripada citra.
Bagi mereka, aset yang sepenuhnya milik sendiri jauh lebih berharga daripada barang mahal yang masih setengah dibayar. Mereka tidak merasa perlu membuktikan apa pun lewat gaya hidup.
7. Memiliki Tujuan Hidup yang Lebih Besar
Ada yang ingin pensiun dini, ada yang ingin membiayai pendidikan anak tanpa beban, dan ada pula yang ingin berbagi lebih banyak untuk orang lain. Cicilan sering menjadi penghalang karena memakan porsi penghasilan yang bisa dipakai untuk tujuan tersebut. Dengan memutus ketergantungan pada utang, mereka punya ruang menjalani hidup sesuai nilai yang diyakini, bukan sekadar mengejar standar sosial.
Memilih hidup tanpa cicilan bukan berarti anti utang secara mutlak atau hidup serba pas-pasan. Ini soal kesadaran bahwa penghasilan tinggi baru bermakna jika dikelola dengan bijak. Dengan menghindari lifestyle creep, menekan beban bunga, dan menjaga arus kas, seseorang punya kendali penuh atas masa depan finansialnya. Pada akhirnya, kebebasan memilih sering kali lebih berharga daripada barang yang bisa dibeli dengan kredit.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Alasan Orang Berpenghasilan Tinggi Memilih Hidup Tanpa Cicilan
Apakah hidup tanpa cicilan berarti tidak boleh berutang sama sekali?
Tidak selalu. Intinya adalah menghindari utang konsumtif dan berbunga tinggi. Sebagian orang tetap memakai utang produktif secara terukur, tetapi tidak membiarkan cicilan mengambil porsi besar dari penghasilan bulanan.
Mengapa orang berpenghasilan tinggi justru bisa terjebak utang?
Penyebab utamanya adalah lifestyle creep, biaya hidup yang tinggi, dan kurangnya literasi keuangan. Karena merasa mampu, mereka cenderung mengambil cicilan lebih banyak tanpa menghitung dampaknya jangka panjang.
Bagaimana cara mulai hidup tanpa cicilan?
Mulailah dengan mendata semua utang, lalu lunasi yang bunganya paling tinggi lebih dulu. Hentikan pengajuan cicilan baru, susun anggaran berdasarkan penghasilan lama, dan arahkan selisih kenaikan gaji untuk melunasi utang serta membangun dana darurat.
Berapa dana darurat yang ideal setelah bebas cicilan?
Umumnya tiga sampai enam bulan pengeluaran rutin. Dana ini sebaiknya disimpan di instrumen yang aman dan mudah dicairkan agar siap dipakai saat kondisi mendesak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367882/original/087695700_1791366119-Screenshot_2026-10-07_164139.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272924/original/067898900_1751604930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370428/original/079438800_1791623108-98f335bc-9917-4c44-9372-bebc394d134d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370401/original/067371200_1791619371-HLL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355787/original/021916700_1790142057-01M34AVCAA3EADSK3NRPHMXQJN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370281/original/073968800_1791605489-b7eebb6f-5bb6-47af-9970-b52fbb0c5226.jpg)